Dark (17)

3.6K 213 4
                                        



Hari ini Andrew, Leo, dan Vale memilih untuk berkumpul bersama-sama disela-sela liburan semester mereka yang masih panjang. Mengisi kekosongan hari yang tak tau ingin melakukan apa dirumah. Tapi hari ini berkurang satu orang yang tak tau entah kemana. Gadis itu, Setelah bertemu Andrew dirumahnya pada saat itu, ia tak pernah terlihat lagi. Bahkan nomornya tak aktif dan melalui media sosial pun tak ada jawaban. Andrew mencoba pergi kerumah gadis itu, tapi tak ada yg ia dapatkan. Bahkan ia sudah bertanya pada Kimmy tapi tak di hiraukan olehnya.

"Lo tau Diasley kemana?" Tanya Vale duluan.

"Gue gak tau. Bukannya setelah lo pergi keacara nyokap lo, lo nyuruh dia buat kerumah lo?" Tanya Leo keceplosan.

"Acara nyokap lo?" Alis Vale bertautan. "Nyokap lo ke—"

"Nikah lagi," balas Andrew cepat.

"So—"

"Gapapa," celetuk Andrew karna ia sangat malas membahas tentang keluarganya yang hancur itu.

"Maaf, Ndrew gue keceplosan," Leo tampak bersalah.

"Iya, emang seharusnya kok gue berbagi sama Vale. Cuma gue gak tau aja bilangnya gimana." Andrew erdengar menusuk tapi sarat akat kekecewaan.

"Harusnya lo gak usah sungkan sama gue, gue gapapa kali. Santai aja." Balas Vale tersenyum hangat pada sahabatnya.

"Lah kan jadi lupa masalah Diasleynya," Leo menyela sambil sewot dan memanyunkan bibirnya.

"Dia kemana sih?" Tanya Andrew menautkan kedua alisnya.

"Gak tau gue, kemaren itu gak ada tanda-tanda dia bakal gak masuk. Dia tentram banget." Andrew mengingat memorinya waktu bersama dengan Diasley terakhir kali dirumahnya.

"Tapi menurut lo Diasley itu aneh gak sih? Dia itu kayak tertutup banget. Gue aja yang temennya dari kelas 10 gak ngerti dia itu gimana. Like, i don't know who is she," tutur Vale yang membuat Andrew tak mampu berkata-kata karna hanya dirinya yang mengetahui Diasley.

"Kok lo jadi gosipin Diasley? Bigos lo dasar." Celetuk Leo. -bigos: bibi gosip-

"Enak aja lo," Vale memanyunkan bibirnya dan hampir memukul bahu Leo yang ada disampingnya jika saja Leo tidak menghindar duluan.

"Coba deh skipe dia, Val!" Perintah Leo.

"Ahhh, kuota gue sekarat ntar aja pulang sekolah." Vale menunjuk nunjuk hanphonenya kesal.

"Dasar kere lo," Andrew turun tangan. "Pake hp gue," Sambil menaruh hpnya di meja.

"Beuh, HP lo mulus banget, sob." Leo mengamati hp Andrew yang tanpa goresan sedikit pun.

"Baru ganti kemaren." Andrew menatap hp nya malas karna itu sudah biasa terjadi. Uang tidak menjamin kebahagiaan.

"Yee, buruaaaannn, skipe Diasley!" Vale tak sabaran, dia segera menekan membuka aplikasi aplikasi skipe memilih nama DiasleyAquino agar tersambung dengan Diasley yang berada disebrang sana, dimana pun ia berada.

"Diangkatttt!" Pekik Vale. Tampak wajah lelaki yang aman tampan dari sana. Dengan garis muka yang tegas dan mata yang berwarna biru pada pinggir bola matanya. Leo langsung menjauhkan wajahnya dari handphone Andrew dan berbisik pada Andrew dan Vale yang berada didekatnya.

"Itu siapa?" Leo berbisik pelan takut takut jika orang yang berada diseberang sana mendengarnya pembicaraan mereka tentang dirinya.

"Em...maaf nih ya, ini bukannya skipe Diasley?" Tanya Vale tidak enak dan sedikit risih dengan kedua temannya yang menatapnya penasaran. Padahal ia benar-benar tidak tau apapun tentang apapun yang ada pada Diasley sahabatnya. Yang ia tau hanyalah, sahabatnya yang selalu ada untuknya.

DARKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang