Diasley menatap surat yang ada di hadapannya saat ini. Surat itu sampai di rumahnya pukul 15.17 WIB tadi. Bahkan dia mengingat detailnya. Pengantar pos itu mengantarkan surat itu padanya dan mengucapkan selamat. Entah untuk apa. Sampai Diasley membaca isi surat itu dan membuatnya terpaku sesaat. Entah kenapa, isi surat itu bukan membuatnya senang malah membuatnya merasa sesak. Sejak siang itu, Kimmy tidak pulang ke rumah. Diasley merasa bahwa kejadian siang itu hanya mimpinya saja, ternyata itu benar terjadi. Pengutaraan Kimmy, ia tersenyum getir. Diasley mengambil ponselnya setelah meletakan surat itu di meja belajarnya dan mengetikan sebuah pesan.
DiasleyAquino : Val.
ValeriaChua : ha?
DiasleyAquino : gue gabut.
ValeriaChua : biasanya juga.
DiasleyAquino : masa?
Diasley menerawang ke arah luar jendela. Menunggu balasan pesan dari Vale yang mungkin sedang mengetik.
ValeriaChua : bah mendadak tua.
DiasleyAquino : masi unyu gini.
ValeriaChua : lagian pikun.
ValeriaChua : efek laper(?)
Diasley tersenyum, Vale selalu bisa menaikan mood nya.
DiasleyAquino : tau aja sih.
ValeriaChua : gue anterin makan yah?
DiasleyAquino : wah baek.
DiasleyAquino : mau mau.
Diasley tau Vale hanya main-main. Pasti perempuan itu sedang mager-mageran di kasurnya. Pesan Diasley tidak di balas Vale. Benar kan, Vale sedang mager-mageran dan mungkin sekarang sudah tertidur. Diasley berjalan menuju kasur dan berbaring di sana. Dia merindukan pria itu, Ayahnya.
"Diasley kangen, Pah," bertepatan dengan sebuah pesan singkat yang masuk.
LeoGennesis : halo cantik.
Diasley tersenyum.
DiasleyAquino : dari lahir kali.
LeoGennesis : tau kok.
LeoGennesis : makanya gue suka.
Diasley tersenyum lagi, Leo benar-benar bisa menghiburnya.
DiasleyAquino : lo harus ngantri dulu.
DiasleyAquino : fans gue banyak.
LeoGennesis : fans gue juga banyak kali.
LeoGennesis : gue laper ngebayanging kita pisah kampus.
Kampus.
DiasleyAqunio : gue juga lagi laper.
LeoGennesis : cie jodoh
DiasleyAquino : serah lo.
Diasley tertawa membaca pesan dari Leo. Dia meletakan ponselnya di samping tubuhnya.
ValeriaChua : gue di depan.
ValeriaChua : buka pintu.
Lah? Vale beneran?
Diasley terperanjat dari tidurnya dan terduduk.
DiasleyAquino : lah
DiasleyAquino : lo serius?
DiasleyAquino : gue kira lo main-main.
ValeriaChua : bah, masa ia.
ValeriaChua : lebay ah, biasa aja
KAMU SEDANG MEMBACA
DARK
Teen Fiction[Complete] Laki-laki itu menatapnya dari bawah sambil berbaring dipaha gadis itu. "Jangan bicara seakan-akan lo bakal pergi." "It's real life, i told you for many times, Andrew." Dan kini gadis itu berada dipelukan sahabatnya setelah beberapa bulan...
