ngak tau deh ama cerita ini.. sorry kalo kagak nyambung or gaje.....
..................
Yuki dan Jessica sedang berada di kamar jeniffer yang tengah mempersiapkan untuk acara pernikahan jenifer besok pagi. Stefan dan para laki-laki lainnya sedang menyambut dan bercengkrama dnegan tamu yang datang ke rumah. tapi sebagian dari mereka juga hanya mengobrol-ngobrol tanpa melakukan apapun. sedangkan para ibu-ibu sedang berada di dapur mmenyiapkan berbagai makanan dan mnegatur semua yang dibutuhkan untuk besok pagi meskipun kelurga itu memakai catering tetapi keluarga itu masih saja ikut campur dengan urusan makanan yang akan dihidangkan. Yuki dan Jessica mendapatkan tugas untuk menemani jeniifer sang calon pengantin. Sedangkan anak-anak sedang bermain di halaman belakang. Hingga terdengar suara tangisan dari halaman belakang membuat yuki harus keluar dari kamar dan mengecek ke halaman belakang takut-takut jika elang yang menangis.
Yuki memperhatikan setiap anak ada sekitar 5 orang anak yang tengah bermain termasuk elang dan Lincoln. Dan yang dilihat yuki adlaah bukan anaknya yang menangis tetapi Lincoln. Dengan segera yuki berjongkok dan meraih Lincoln.
"Lincoln kenapa?" Tanya yuki sambil mengelus kepala Lincoln. Elang hanya memperhatikan Lincoln dan yuki. Sedangkan ketiga anak lainnya masih sibuk bermain.
"kak lincolnnya kenapa nangis?" Tanya yuki pada elang tapi elang hanya mengangkat bahunya sambil memasang wajah tak bersahabat. Lalu dari arah lain seorang gadis kecil menjawab pertanyaan yuki.
"Lincoln nangis karena rebutan coklat sama elang tante" kata gadis itu dnegan nada imutnya.
"Lincoln mau main, cokelat punya kak elang, tapi kata kak elang ngak boleh"tambah Lincoln sambil menunjuk bungkusan cokelat yang sedang elang pegang, dengan terisak kedua tangannya mengusek-ngusek matanya yang berair. Dilihatnya oleh yuki wajah Lincoln yang sudah memerah dengan deraian air mata.
"loh kenapa elang ngak kasih cokelatnya?" Tanya yuki lembut tanpa harus menyalahkan elang karena ia tahu sifat anaknya jika sedang begini.
"ini kan cokelat aku bunda" kata elang kesal.
"adeknya kan mau cokelat kakak, kasih sedikit ya?" kata yuki dengan lembut tapi elang langsung menyembunyikan cokelatnya dibelakang tubuhnya. "ngak mau" kata elang kekeh. Tangisan Lincoln semakin kencang. Membuat yuki kebingungan.
Stefan yang berniat kearah dapur dan melintas di tempat yuki pun merasa penasaran dengan apa yang terjadi. "kenapa?" tanyanya pada yuki. "rebutan coklat sama elang" jawab yuki pelan.
"om tefan, Lincoln mau cokelat nya kak elang tapi kata kak elang ngak boleh" adu Lincoln pada stefan.
"kasih dong kak, kasian uh lincolnnya jadi nangis" ujar stefan tapi elang masih kekeh pad apendiriannya.
"ngak mau ini punya elang ayahh" elang bergerak mundur.
"sedikit aja ya sayang lincolnnya dikasih" yuki membujuk elang tapi elang menggelengkan kepalanya.
"ngak bolehhh" elang setengah berteriak membuat stefan sedikit geram.
" kalau elang ngak mau kasih Lincoln ayah marah nih sama elang ayah juga ngak mau beliin elang lagi" kata stefan memperingati, elang hanya diam tak melakukan apapun ia menatap stefan sengit. "ayah jahat!" teriak elang setelah beberapa detik.
" Lincoln beli aja yuk cokelat nya sama om, biar kak elang ngak usah diajak nanti lincoln juga ngak usha kasih kak elang" kata stefan tak mempedulikan teriakan anaknya. Lincoln mengangguk. Stefan meraih tangan Lincoln untuk berjalan mengikutinya. "ayah jahat banget ih ngomongnya!" kata yuki mengingatkan. Yuki yang hanya memperhatikan dari tadi langsung menatap anaknya lembut. Stefan pun hanya mengabaikan perkataan yuki.

KAMU SEDANG MEMBACA
This Is Just About Us (Slow Update)
FanfictionCerita Ini hanya KARANGANdan bersifat fiktif, dengan menggunakan cast Yuki dan stefan sebagai visualnya. [Cerita di private]