When Elang Got Angry

12.9K 571 6
                                    

"Elang belum ngantuk? Ini sudah malam sayang" ucap yuki yang melihat putra semata wayangnya yang masih duduk manis di sofa berdampingan dengan dirinya. Elang -putranya- melirik sekilas kea rah bundanya. Dan menggelengkan kepalanya lemah. Dapat yuki lihat dari tatapan matanya yang biasa terlihat tajam sama persis seperti ayahnya kini tampak sayu menahan kantuk. Dengan cepat yuki mengangkat elang untuk duduk di pangkuannya dan menyenderkan kepala elang ke dadanya.

"kenapa?" yuki mengecup kepala putranya yang masih berumur 5 tahun itu dengan sayang. "ayah belum pulang bunda?" Tanya balik elang dengan suara berat. "elang nunggu ayah? Kenapa?" yuki menjauhkan kepala elang dari dadanya menangkupkan kedua tangannya di pipi elang yang agak tembem. "lusa aku libur sekolah bunda. ayo kita pergi jalan-jalan bersama ayah" jawab elang dengan bibir mengerucut membuat yuki merasa gemas. " kalau begitu elang bilang pada ayah kalau elang ingin jalan-jalan, sebentar lagi pasti ayah pulang." Ujar yuki.

Tak berapa lama terdengar suara pintu terbuka dan menampakan sosok pria yang bertubuh tinggi dan tegap itu. "ayah pulang!" seru Stefan sambil berjalan menghampiri ruang tv. Tempat dimana istrinya menonton tv di saat jam-jam seperti ini. "tuh! Ayah udah pulang, elang bibicara saja pada ayah" ujar yuki membuat Stefan mengkerutkan dahinya. "elang belum tidur? Ada apa?" Tanya Stefan pada elang setelah dia mengecup sekilas puncak kepala elang dan duduk di sebelah yuki. Elang mengangkat tubuhnya bermaksud untuk pindah ke pangkuan ayahnya.

"ayah ayo kita pergi jalan-jalan" yuki terkekeh kecil melihat anaknya yang tadi terlihat mengantuk kini malah terlihat segar saat berbicara pada ayahnya. "kemana?" Tanya Stefan pelan sambil membenarkan letak rambut elang. "jalan-jalan ayah" ucap elang manja sambil memainkan dasi yang masih terpasang di leher Stefan. "kapan?" Stefan menirukan gaya berbicara elang yang disertai tawa kecil dari yuki. Yuki senang jika melihat suami dan anaknya ini tengah mengobrol ringan seperti ini. merasa tidak percaya bahwa sekarang dia telah menjadi seorang ibu dan istri untuk anak dan suaminya. "lusa sekolah dia libur, kamu ada waktu?" kini yuki yang menjawab. Stefan menoleh kearah istrinya. Dia memperhatikan lekuk wajah istrinya sambil berpikir.

"aku ngak tahu, akhir-akhir ini aku sibuk. Perusahaan sedang dalam masalah" Stefan menjawab dengan nada lelah.  "masalah apa?" yuki mengusap pipi kanan Stefan. " masalah sedikit kok, kamu ngak usah khawatir" jawab stefan sambil tersenyum. "tapi demi jagoan ayah, ayah akan usahain deh" Stefan mencubit kedua pipi elang dengan gemas. "bener yah? Janji?" elang mengulurkan jari kelingkingnya yang mungil ke hadapan Stefan. Dengan cepat Stefan menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik elang. "nah sekarang elang harus tidur karena udah malem, kan besok elang masih sekolah" yuki berdiri berniat mengajak elang masuk kekamarnya.

"bunda, boleh malam ini aku tidur sama ayah sama bunda?" elang menatap bundanya dengan tatapan memelas.  Membuat yuki ingin menggodanya. "boleh ngak yah? Ayahnya mau ngak yah tidur sama elang?" goda yuki membuat elang mengerucutkan bibirnya membuat yuki dan Stefan tertawa kecil. "bolehin aja bun, nanti nangis lagi" kata Stefan menambahi.

"ayaaaahhhhh....." pekik elang sambil memukul lengan ayahnya. Stefan dan yuki tertawa melihat anak semata wayangnya ini. "iyaa udaaa ayooo tiduurr!" ajak yuki sekali lagi. "bundaaa! gendong" elang mengulurkan kedua tangannya ke arah yuki. "umur berapa sih ini anak bunda katanya udah gede tapi masih minta digendong" ujar yuki sambil meraih elang kepelukannya. Elang tidak menjawab ia menyandarkan kepalanya ke bahu yuki. Yuki mengelus punggung elang sambil berjalan menuju kamar dan diikuti Stefan dengan menepuk pantat elang.

......

Stefan keluar dari kamar mandi mengenakan piyama tidurnya. Dilihatnya istrinya yang sudah   terlelap dengan menyamping dengan tangan yang masih bergerak menepuk pelan punggung elang yang juga  tertidur menghadap kearahnya dengan tangan kanannya yang memeluk posesif bundanya. Stefan tersenyum melihat pemandangan istri dan anaknya ini. ia merasa baru saja kemarin ia datang ke rumah orang tua yuki untuk meminta langsung putri keluarga kato itu untuk dijadikan istrinya. Ia juga merasa baru kemarin ia menemani yuki di ruang bersalin untuk melahirkan anaknya -Elang Adelio William- dimana pertama kali ia melihat anaknya menangis dengan kencang saat sang dokter memperlihatkan bayi yang kulitnya masih merah itu. Kini bayiitu telah tumbuh seiring berjalannya waktu menjadi anak yang menurut istrinya sangat tampan seperti ayahnya. Yuki bahkan selalu protes karena semaki hari elang tumbuh sama persis seperti ayahnya. Jika membayangkan itu Stefan selalu terkekeh. Mengingat betapa konyol istrinya yang protes akan rupa sang anak.

This Is Just About Us (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang