11' Soulvibe a Charming Band [Edited]

2.9K 166 3
                                        

And if you feel you're sinking,
I will jump right over into cold, cold water for you

[Cold Water - Major Lazer ft. Justin Bieber & MO]

🍇🍇

Satu persatu anggota Soulvibe menginjakkan kakinya diatas panggung berukuran sedang dan bernuansa merah. Seluruh pengunjung kafe lantas menghentikkan aktivitas mereka masing-masing dan memusatkan perhatian ke depan.

Sudah terduga, ketampanan Adit dan Dio menuai banyak bisikan halus dari mayoritas cewek yang ada di kafe. Pengunjung yang duduk dibelakang spontan berpindah tempat ke depan hanya untuk bisa melihat mereka lebih dekat.

Termasuk kakaknya sendiri yang sudah termangu menatap adiknya yang tiba-tiba berada diatas panggung. Keterkejutan tercatat jelas pada wajahnya. Siap-siap saja nanti, Rara akan ditanyakan berbagai macam pertanyaan, termasuk embel-embel ceramah oleh ibu haji Kila.

Rara membersihkan tenggorokannya terlebih dahulu sambil memegang stand mic dengan tangan bergetar. Jujur, ia sangat gugup. Ini pertama kalinya ia akan menunjukkan suaranya di depan banyak orang.

Menyadari hal itu, Adit langsung menggenggam tangan Rara secara sembunyi-sembunyi. Hanya Dio dan Aris yang bisa melihatnya, karena mereka tepat dibelakang Adit, Rara dan Loki. Aris hanya memandangnya sebagai hal biasa, sementara Dio tidak.

"Jangan gugup," bisik Adit lembut. "Ada gue, Ra. "

Suara Adit ternyata cukup membuat Rara menjadi tenang seketika. Kekesalannya kepada Adit dilupakannya begitu saja. Yang ada ia malah bersyukur karena Adit ada disampingnya.

Rara mengangguk. "Thanks, Dit." Ia lalu menoleh kedepan seraya melepaskan tangannya dari genggaman Adit.

Rara menghela napas panjang. "Selamat malam semuanya," sapanya. "Perkenalkan, nama band kami adalah Soulvibe. Dan kami akan menyanyikan lagu Justin Bieber yang berjudul Cold Water. Semoga malam ini kami bisa menghibur kalian semua yang ada disini," tutur Rara dengan senyum menghiasi wajahnya.

Dan pertunjukkan The Soulvibe pun dimulai.

Beberapa pengunjung terkagum-kagum dengan suara khas Rara sementara sisanya terpana karena melihat keahlian Adit, Dio, Loki dan Aris dalam memainkan alat musik mereka masing-masing.

"And if you feel you're sinking,
I will jump right over into cold, cold water for you. And although time may take us into different places I will still be patient with you. And I hope you know..."

***

"Ehem,"

Selesai berbicara dengan Tony, teman dari ayah Loki, Rara sudah merasakan ada seseorang yang berdiri dibelakangnya dengan aura menyeramkan. Ia pun perlahan berbalik hanya untuk bertemu pandang dengan kakaknya.

"Jelasin ke gue, sekarang," pinta Kila dengan tatapan mengintimidasi.

"Ya, udah duduk dulu, gue capek." Rara berjalan melewati Kila dan duduk di meja mereka.

Rara menghela napas panjang terlebih dahulu sebelum akhirnya menceritakan semuanya dari awal. Mulai dari dirinya yang harus mendapat nilai diatas 8 kalau tidak mau dikeluarkan dari sekolah, hingga Adit yang mau mengajarnya dengan satu kondisi. Dibantu sedikit-sedikit oleh Adit. Rara sudah menduga Kila akan bereaksi marah karena Rara tahu seberapa bencinya Kila terhadap Adit. Kakaknya itu tidak mau Rara semakin dekat dengan mantannya yang dianggap bajingan.

Sleeping Rara [On Editing]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang