7

3.1K 155 0
                                        

still the same date
13.00 pm.

"Well maybe he likes you..or..?" Karen menengok ke arah Diandra yang memakan selai cokelat kacang nutella miliknya. Sudah berapa kali Diandra melakukan hal yang seharusnya membuat badannya semakin besar itu, namun badan Diandra tetap langsing, tidak bertambah sama sekali. Padahal, seharusnya orang yang memakan selai cokelat kacang nutella sebanyak dua hingga tiga itu menggendut, tetapi Diandra tidak. "Enggak, please, enggak. Gue enggak mau, Ren, dapet cowok pas di SMA gini."

"Kenapa sih, Dra? Karena A..."

"Stop, please, enggak usah sebut nama dia lagi."

"Gue yakin Aldi beda, Dra."

"Noooo, lo emang selama satu sekolah sama dia enggak pernah tau bandelnya dia gimana? Nakalnya dia gimana?" Diandra mengerutkan keningnya kemudian melipat tangannya di dada.

"Ya..tau sih.."

Diandra mengangkat kedua alisnya kemudian beranjak dari tempat tidur Karen. Perempuan itu melangkah kaki nya menuju dapur apartemen Karen. Diandra mengambil sekaleng coca cola dari lemari pendingin. Diandra meneguk minuman itu sambil berpikir.

Gue udah janji sama diri gue sendiri, gue enggak akan pacaran. Gue enggak mau baper ke Aldi. Gue udah trauma sama p a c a r a n. Gue takut hal yang sama terulang lagi.

"Ambilin satu dong!" Karen berteriak dari arah kamarnya, membuat Diandra tersentak kaget dari lamunannya. Diandra mengambil satu kaleng coca cola lagi dan berjalan kembali ke kamar Karen.

"Nyokap sama bokap lo kapan balik dari...mana tuh? Lupa gue," Diandra melempar kalengnya ke arah Karen.

"Bulan depan kali?"

"Yeh, tanya lah,"

"Mereka enggak ada waktu buat jawab messages gue, Dra." Karen menghela nafas kesal. Walaupun kehidupannya sangat amat tercukupi, tetapi kadang Karen merasa sendiri. Namun, dirinya juga senang karena berarti dia bebas melakukan apa saja yang ia mau. That's why she, sometimes, smoking and drinking alcohol when partying at someones's house.

"Lo tau Nicholas kan?" Diandra mengerutkan dahinya berusaha mengingat wajah orang yang nama nya disebut oleh Karen.

"Niko? Temennya Claudia? Eh Claudia anak mana ya?" Diandra menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

Sebenarnya Diandra bukan anak gaul yang punya banyak teman dimana-mana, tetapi berkat hubungan pertemanannya dengan Karen, Diandra jadi mempunyai banyak teman. Maklum, Karen merupakan tipe anak yang punya banyak kenalan. Karen orangnya mudah bergaul, Diandra juga, tapi tidak sejago Karen.

"Claudia anak pelsa." Karen mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya.

"Stop right there young lady." Diandra menghentikan tangan Karen yang sudah mulai menyalakan rokok nya.

"Hate you 'mom'." Karen menyerahkan batangan rokok dan juga bungkus rokoknya ke arah tangan Diandra.

"Elo udah harus mulai latihan buat berhenti." Ujar Diandra. Kemudian perempuan itu menaruh bungkusan barang pembunuh itu ke dalam tas nya. Karen hanya menghela nafas kesal.

"Kenapa Niko?"

"Nanti dia ngadain partyyyyy!!!" Karen meloncat dari tempat tidurnya sambil mengguncang-guncang kan tubuh Diandra.

Aduh mampus, kalo ada party kan ini bocah nyuruh gue buat nemenin dia batin Diandra di dalam hati.

Diandra tersenyum gigi alias nyengir ke arah Karen.

"Lo harus bantu gue milih baju, gue bawa baju-baju party gue ke rumah lo aja, kita naik mobil gue, lo bakal gue bantuin milih baju...." Diandra segera memotong Karen yang udah nyerocos.

"Woi woi woi..gue enggak bisa nemenin..hee..." Diandra memamerkan gigi rapi nya lagi ke arah Karen.

There's no way gua pake baju sok seksi or baju party gitu.

"Tenang aja, Dra. Oke oke deh, lo milih baju party lo sendiri, enggak gue pilihin. Tapi, lo harus nemenin gue. Okeh?"

"Alright."

***

"Eh mau kemana...." Aldi berdiri di hadapan Diandra yang kini mengenakan jeans putih dan jaket croptee maroon. Diandra menyelipkan uang seratus ribu di kantung celana nya dan memasukkan hp nya ke kantung jaket croptee nya. Matanya bertemu dengan mata Aldi yang sedang memperhatikan dirinya dari atas sampai bawah.

"Kenapa lo?" Semprot Diandra.

"Buset galak amat si yaAllah jadi orang!" Aldi mengangkat tangan nya ke atas lelah dirinya disemprot Diandra terus menerus.

Diandra menahan tawa nya melihat Aldi.

"Kenapa lu tawa?" Aldi membalas menyemprot Diandra. Diandra melotot kaget.

"Kepo banget sih lo nanya-nanya." Diandra langsung berlari kecil menyusul Karen yang sudah menunggu nya dibawah, tepatnya di depan gerbang rumah Diandra.

"Adek lu mau kemana?" Aldi menyolek bahu Gerald yang sedang bermain ps4 nya.

"Ooh dia? Biasa, kalo malem-malem sama Karen mereka berdua gabut bareng, atau enggak ke party gitu,"

"Sekarang dia kemane tuh?"

"Kayaknya party nya si Niko."

"Niko?"

"Iya tadi dia ngeline gua bilangnya sih gitu,"

"Lu kagak panik apa adek lu cewek malem-malem gini party?!" Aldi membulatkan mata nya sambil menaikkan salah satu alisnya bingung. Gerald menoleh ke arah Aldi dan memberhentikan permainannya.

"Diandra udah dari lama kayak gini. Dulu waktu dia di Bandung setiap Karen main ke rumahnya pasti diajak party gini,"

Aldi masih memasang ekspresi bingung di wajahnya.

"Ohya,"

Gerald meneguk minumannya sebelum melanjutkan kata-kata nya.

"Gua ngantuk mau tidur, lo mending bantuin gua. Sini,"

Aldi sedikit mendekat ke arah laki-laki dengan rambut gondrong itu. Aldi merasa takut karena di rumah Gerald, sekarang hanya tinggal mereka berdua.

"Apaan?"

"Lo susul Diandra sama Karen gih, gua kasih alamat rumah Niko."

"Kenapa enggak lo aja woi?!?!?"

"Diandra malu kalo gua yang nyamperin dia. Niko sama temen-temen nya tau gua kalo gua kakaknya Diandra. Males gua dengerin omelan Diandra 'ah abang kenapa si pake nyamperin!! Aku bukan anak kecil!!!! Gua enggak mau ngomong sama lo!!!!!!' " Gerald menirukan suara Diandra. Aldi mengeryit mendengar suara lengkingan Gerald yang dibuat-buat.

"Yaudah iya iya. Gua cabut dah. Line gua aja alamat nya dimana." Aldi mengambil kunci mobil dan juga hp nya dan melesat pergi ke luar kediaman Diandra dan Gerald.

-----------------------------------------------------------

Haluu!!!! Maaf ya update nya kelamaan hehe. Gue banyak banget tugas and it really sucks ok? Baru sempet update chapter yang ini sekarang!! Thankyouuu buat yang udah read sama vote buku gue yang pertama (M I N E)! Jangan lupa buku yang ini juga di read plus vote ya kawaann♡♡♡♡

aldiandraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang