Empat player nekat dengan level maksimal? Cek! Menggunakan perlengkapan terbaik yang ada di game? Cek! Mencari semua informasi yang bisa didapat? Cek! Satu raid yang mustahil untuk diselesaikan oleh empat player? Cek!
Dragonova Lair merupakan raid yang menjadi target kami selama beberapa bulan terakhir sejak perilisannya. Tidak ada raid yang tidak bisa kami taklukkan kecuali yang satu ini. Rasanya tidak terhitung lagi sudah berapa kali kami mencoba raid ini, namun satu hal yang pasti adalah; strategi yang paling efektif tetap kembali pada strategi dasar, yaitu bertahan selama mungkin. Raid ini sendiri terdiri dari beberapa stage terpisah yang memiliki tantangan dan rintangannya masing-masing dengan beberapa underboss atau juga yang disebut miniboss tiap beberapa stage. Sehingga kami tidak bisa masuk hanya dengan satu strategi saja, namun harus sebanyak yang bisa dimiliki serta improvisasi yang bagus jika ada sesuatu hal yang tidak berjalan dengan lancar. Hal tersebut dikarenakan hasil dari tiap percobaan yang pernah kami lakukan, hampir semuanya justru terkesan acak dan tidak pasti.
Kami – empat player dalam satu party, bisa dibilang memiliki sinergi antar job yang cukup bagus, terlebih lagi dengan chemistry yang kami miliki selama ini.
Di sini aku tidak akan membuat kalian bosan dengan prosesnya, karena selama kurang lebih empat jam menuju puncak stage, pertarungannya justru baru dimulai ketika melawan raid boss-nya, yaitu Bahamut. Boss ini berwujud naga raksasa berwarna hitam yang sangat mengintimidasi—setidaknya saat pertama kali bertemu—dan yang lebih brengseknya lagi, naga ini memiliki lima tahap bertarung. Dan kelimanya memiliki pola serangan yang tidak sama.
Pola pertama, Bahamut akan berdiri dan berjalan-jalan di tanah dan menyerang kami dengan ekor, cakar, dan sayap miliknya – menggabungkan variasi antara serangan satu target dan serangan area. Pola pertama ini cukup mudah untuk dihafalkan. Kami hanya perlu mengandalkan pertahanan dari tanker kami di garda depan, sembari healer tetap mempertahankan posisinya dengan aman di balik pilar-pilar yang tersebar di dalam arena raid. Sedangkan penyerang kami mengintai dari belakang naga sambil menjaga jarak dari serangan naga tersebut. Aku sendiri sebagai penyerang kedua hanya perlu menjaga jangkauanku terhadap tiga player itu untuk memberi buff sambil sesekali menyerang dari jarak jauh.
Pada pola kedua, Bahamut akan sedikit lincah, dia mulai berjalan ke sana kemari dengan pola yang sedikit tidak bisa diprediksi dan melompat setelah serangan tertentu. Serangannya pun sudah menggunakan api yang dikeluarkan melalui mulutnya. Dari sini, healer kami cukup kewalahan untuk relokasi dan memantapkan skill penyembuhannya pada tanker kami, sehingga dia tidak bisa menyerang sama sekali dan benar-benar memfokuskan diri untuk menyembuhkan tiap anggota party. Selain itu, penyerang kami juga harus mundur lebih banyak agar dia tidak terkena serangan fatal dari Bahamut. Tugasku masih sama, hanya sedikit merapatkan jeda antara menyerang dan bersembunyi dari serangan.
Pada pola ketiga, Bahamut menjadi dua kali lebih lincah. Dia akan menaiki pilar-pilar yang tersebar dengan kedua tangan dan kakinya. Serangan apinya semakin besar, dan dia memanfaatkan kepakan sayap yang dia miliki untuk mengeluarkan skill sejenis tornado – yang jika tidak dihindari dengan tepat waktu, serangan tersebut akan memberi efek dizzy dan DOT-nya (damage over time) akan menghabiskan HP dengan cepat. Sementara itu, ada sedikit jumlah mob yang keluar dari beberapa titik di arena untuk merepotkan kami.
Sampai di sana, semuanya masih terbilang cukup lancar. Namun pada pola selanjutnya; keempat, naga itu sudah benar-benar terbang mengitari langit-langit arena yang tinggi sambil sesekali bertengger di atas pilar setelah menggunakan semua pola serangan. Serangannya kali ini pun sudah sepenuhnya menggunakan semburan api, namun api yang diberikan memiliki serangan area yang luas dan cukup memberatkan kami karena harus pintar-pintar memilih lokasi untuk berlindung. Terlebih, naga itu terkadang memberi kami kejutan dengan melakukan dive ke salah satu anggota party. Hal tersebut membuat kami hampir mati beberapa kali karena tidak waspada, namun tanker kami refleks yang sangat bagus untuk memberi naga tersebut taunt, sehingga ketika naga itu melakukan dive, tanker kami lah yang akan menjadi sasarannya. Di pola keempat ini juga, hanya aku—sebagai archer—dan healer yang mampu menyerang naga terbang tersebut. Sehingga, durasi yang kami perlukan untuk mengalahkan naga di pola kali ini lebih lama dibandingkan tiga pola sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Project Legacy: Awakening
Science FictionApa yang kau pikirkan ketika kau secara tidak sadar telah kembali dalam dunia virtualmu setelah dua tahun tak menyentuhnya? Dan yang lebih baiknya lagi, kau bertemu dengan seorang gadis yang menjadi impianmu sejak dulu? Bertemu dengan sahabat lamamu...
