Janji

543 14 0
                                        

Nina mendorong kursi roda Oma Lydia mengelilingi bangsal RS. Oma Lydia adalah salah 1 pasien ICU yg telah dipindahkan ke ruang rawat inap karena kondisinya sudah stabil.
Gadis itu menemani Oma Lydia berkeliling sambil bercerita. Kedua wanita berbeda generasi itu tampak gembira dan sesekali tertawa.

"Hai, Nin.." sapa Dimas.

"Dimaass.."

"Lagi apaa ?? Belum pulang ??"

"Gue nanti aja pulangnyaa.. Dimas, kenalin.. Oma Lydia, ini Oma yg paling gue sayang disini.."

"Halo Omaa.. Saya Dimas, teman Dokter Nina.." kata Dimas sopan dan ramah.

"Kamu cocok sekali dengan cucu kesayangan saya, Ninaa.. Lelaki baik juga ganteng seperti kamu, sangat cocok berdampingan dengan cucuku.."kata Oma Lydia sambil menggenggam erat tangan Dimas.

" Oma bisa aja deh.."kata Dimas tersenyum senang.

"Kamu harus bergerak cepat !! Dokter Rio selalu deketin cucu saya ini.. Tapi saya lebih suka kamu, Dimas.."

"Oma ini ngomong apa sih.." dengus gadis itu tak enak hati. Pipinya merona merah.

"Iyaa.. Pokoknya, Oma harus doakan Dimas yaa !!"

"Itu pasti, Nak.."

"Dimas sayang sama Oma, walaupun kita baru kali ini bertemu.. Oma mengingatkan saya sama Eyang Putri yg sudah nggak ada.. Saya rindu Eyang saya.." kata Dimas sendu.

Karenina lalu menarik Dimas ke kursi panjang terdekat yg berada di bangsal, kemudian mendorong kursi roda Omanya mendekati Dimas. Tangan gadis itu lalu mengelus lengan Dimas dengan lembut.

"Kamu boleh menganggap saya seperti Eyang kamu, Dimas.."

"Beneran, Oma ??"

"Tentu.. Dan sekarang saya punya sepasang cucu yg ganteng dan cantik.. Hal yg paling membahagiakan untuk saya saat ini.."

"Terima kasih, Oma.."

"Oh iya, Dimas.. Mau kah kamu berjanji pada Oma ??"

"Janji apa, Oma ??"

"Berjanjilah sama Oma, kalau kamu akan selalu menjaga Karenina untuk Oma.. Terutama kalau Oma sudah nggak ada nanti.."

Oma Lydia menyatukan tangan Dimas dan Nina, lalu kemudian tersenyum.

"Oma ngomong apa sih ?? Oma kan janji nggak akan ninggalin Nina.. Oma-nya Nina kan kuat, jadi Oma akan hidup 50tahun lagi untuk nemenin Nina.." kata Nina sedih. Bulir-bulir air matanya sudah jatuh.
Tangan rapuh wanita tua itu menghapus air mata di wajah si gadis.

"Kamu bisa pegang janji ini sama Oma ??" tanyanya pada Dimas.

"Iya, Omaa.. Dimas akan tepati !!"

"Dan kamu, Ninaa.. Tetap jadi Princess-nya Oma yg tegar, baik hati, dan selalu membantu orang dengan ikhlas.. Oma akan selalu bangga sama kamu, sayang.."

"Omaaa.." lirih suara Nina terdengar.

"Oma akan meminta pada Gusti Allah agar menjodohkan kalian berdua.."

"Oma harus cepat sembuh.. Nanti kita bertiga jalan-jalan sambil makan es krim.." hibur Dimas.

"Kalian janji mau ngajakin Oma makan es krim ?!?"

"Iya, dong.. Apasih yg nggak buat Oma-nya Dimas yg tersayang ini.. Ya kan, Nin..??"

"Iyaa.. Nina sayang Omaa.." kata Nina memeluk Oma Lydia erat.

O°•°O


2 bulan kemudian..

Karenina berlari seperti orang kesetanan menuju ruang ICU.

Yang (Ter)LewatkanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang