Aku tak tahu apa yang terjadi
Antara aku dan kau
Yang ku tahu pasti
Ku benci untuk mencintai muu..
( Naif - Benci untuk mencinta )
*****
Dimas's POV
Gue ngaku salah, dan gue tahu kalau gue salah. Gue nggak nepatin janji gue sama Karenina hari ini. Gue juga udah ngebiarin dia nunggu sampai 5 jam lebih. Gue terpaksa karena Novera. Mamanya kambuh dan gue nggak tega ninggalin dia sendiri.
Dan kesalahan fatal yang gue lakukan kali ini adalah membuat orang yang gue cinta, menangis. Ya, gue cinta sama Karenina dan gue udah bikin dia makin membenci gue.
Sumpah yaa..
Gue ngerasa kalau gue ini adalah laki-laki paling brengsek sedunia. Gue bodoh, tolol, brengsek, bangsat, keparat, pecundang, juga nggak punya otak. Kalian para pembaca juga boleh memaki ataupun menambahkan daftar kata-kata makian buat gue. Gue akan terima karena gue merasa sangat bersalah.
Terlebih, saat gue lihat lelehan air mata Karenina yang mengalir tadi. Berkali-kali gue jadi penyebab tangisannya. Gue juga nggak ngerti kenapa gue bisa jadi laki-laki yang jahat, nggak punya hati, dan brengsek kayak gini ??
Jujur, gue masih ingat dengan jelas kata-kata Karenina tadi. Dia bilang, bahwa dia udah nungguin gue selama bertahun-tahun lamanya. Tapi gue selamanya nggak akan pernah bisa jadi miliknya.
Berarti dengan kata lain, dia udah menyerah. Dia mungkin udah yakin untuk melepaskan gue..
Dan gue nggak bisa biarkan hal itu terjadi. Gue butuh dia. Gue nggak mau dia pergi lagi dari hidup gue. Gue akan perjuangkan dia, lagi. Bukankah setiap orang berhak untuk dapat kesempatan kedua ?? Kalau memang harus, gue akan memohon juga mengemis maaf dan kesempatan kedua padanya.
Gue udah nggak peduli dengan yang namanya gengsi, ataupun harga diri. Gue cuma mau memperjuangkan orang yang gue cinta. Gue nggak mau menyesal lagi, karena sudah melepaskan seseorang yang berharga dalam hidup gue.
Dia, Karenina gue adalah seorang yang gue mau. Orang yang pantas gue perjuangkan. Orang yang paling gue inginkan, paling gue sayang, paling gue butuhkan..
Gue nggak perlu apapun di dunia ini, selain dia dan kedua orang tua gue.
Gue berharap semoga apa yang gue niatkan ini, belum terlambat. Dan kesalahan terbesar gue terhadap Karenina masih bisa termaafkan. Dan semoga Karenina masih mau membuka hatinya buat gue..
Semoga.
*****
Karenina's POV
Gue masih memikirkan beberapa hal besar saat ini.
Pertama, keputusan gue untuk ke Jerman. Jujur, gue masih ngerasa belum yakin. Meskipun ini adalah mimpi gue dari kecil. Tapi untuk meninggalkan Indonesia, keluarga, pekerjaan, juga gengs Squad, rasanya amat sangat berat.
Kedua, tentang Dimas. Terlebih tentang perasaan gue untuk dia. Gue masih menolak untuk menghapus dia dari hati dan hidup gue. Gue belum bisa ikhlas menerima kenyataan bahwa gue harus melepaskan dia pada akhirnya.
Gue masih belum bisa ikhlas kalau pada akhirnya, Novera-lah yang akan Dimas pilih.
Kenapa hidup harus sekejam dan setidak adil ini ?? Dan kenapa Tuhan nggak bisa berpihak pada gue ??
Apa perjuangan gue selama ini sia-sia saja dan nggak ada artinya ??
Apa Tuhan nggak bisa lihat seberapa keras usaha gue menunggu laki-laki itu selama bertahun-tahun ini ?? Apa do'a untuk Dimas yang gue panjatkan setiap malam kurang khusyuk ??
Atau gue bukanlah tipekal anak baik yang nggak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan ??
KAMU SEDANG MEMBACA
Yang (Ter)Lewatkan
ChickLitKetika masa lalu seorang dokter cantik bernama Karenina Sofia Adam kembali hadir, hingga membuat hari-harinya kacau. Selalu tentang pria yang sama. Pria yang pernah menjadi cinta monyetnya di masa putih merah. Konyol memang. Tapi begitulah kenyataan...
