Chapter 22

2.8K 166 0
                                        

Prilly terbangun dri tidurnya. Ia langsung teringat akan ali. Prilly langsung mencari ponselnya yg sedari tadi tidak ia pedulikan.

Setelah menemukan ponselnya prilly langsung mencari kontak rafa. Karna prilly pikir cuma rafa yg tau keberadaan ali dan keadaan ali saat ini.

Prilly terus mencari namun tak kunjung ia temukan. Ia mencari kontak temannya yg lain. Namun tak ia temukan lagi. Yg ada hanya kontak papa, mama, raja dan ray. Mana mungkin bisa prilly memiliki banyak kontak temannya. Tpi knapa berubah knapa semuanya hilang.

Prilly segera keluar dri kamar utk mencari mamanya. Karna cuma mama yg ada disini selain prilly. Jadi mama pasti tau apa yg terjadi pda ponselnya.

Setelah sampai di dapur akhirnya prilly menemukan mama. Prilly segera menanyakan pada mama.

"Ma, mama tau ngga knapa sama hp prilly. Kok kontak temen prilly ilang semua yaa ma." Tanya prilly.

"Kok tanya sama mama ka. Ya mama ga taulah ka."

"Kayaknya ini bukan hp prilly dehh ma."

"Kmu gmana sihh ka. Hp kmu yaa itu. Ada" aja kmu ka. Udh ahh mama mau ngelanjutin masak." Jawab mama bersikap acuh.

Prilly pikir kayaknya akan percuma klo terus menerus tanya sama mama. Prilly langsung kembali kekamar dan bersiap-siap. Ia ingin menemui rafa secara langsung ke rumahnya.

Setelah berganti baju prilly kembali ke dapur dan berpamitan pada mama.

"Ma, aku pamit yaa. Mau ke rumah rafa. Mau nanya soal ali ma."

"Hhh.. ga boleh. Kmu cuma boleh pergi sama ray. Karna mama cuma percaya sama ray sekarang. Dan sekarang ray lagi nemenin tante dewi belanja. Jdi kmu tunggu ray atau mama ngga akan ijinin kmu keluar." Jawab mama tdk mengijinkan.

"Ga bisa gitu dongg ma. Pokoknya prilly mau keluar."

"Terserah kamu. Lagian pintunya juga udh mama kunci kok jdi kmu ngga bisa keluar tanpa persetujuan dri mama." Ucap mama yg langsung membuat prilly kesal.

"Mama ga adil!" Jawab prilly kesal dan langsung kembali ke kamar.

Prilly membanting pintu kamar sekeras-kerasnnya sebagai wujud dri kekesalannya. Kini prilly kembali duduk air matanya kembali jatuh membasahi pipinya yg chubby.

Ia bingung, apa yg harus ia lakukan sekarang agar bisa bertemu dgn ali. Segala cara telah ia lakukan namun sepertinya selalu dikalahkan oleh sikap egois mama.

Apa salah ali sampai mama begitu benci pada ali. Padahal ali selalu bersikap baik sama mama. Prilly terus merutuki dirinya sendiri.

...............................


Keesokan paginya bahkan prilly blum mendapatkan kabar apapun tentang ali. Mau bertanya namun pada siapa dan gmana caranya. Semua kontak temannya prilly hilang gitu aja.

Prilly tak ingin sarapan hari ini. Rasanya tak ada rasa lapar pada perut prilly kali ini. Mama yg sedari tadi memanggil bahkan mengetuk pintu kamar pun tdk dihiraukannya.

Hari ini prilly berangkat bersama ray. Klo bukan karna paksaan dri mama mungkin prilly tdk akan mau. Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di sekolah.

Prilly langsung turun dri mobil dan berjalan begitu saja meninggalkan ray. Sesampainya dikelas prilly menaruh tasnya dan mendapati bangku ali yg kosong tanpa ada kabar. Prilly menghela napas beratnya. Knapa bisa sebgai seorang sahabat prilly sama sekali tidak tau tentang keadaan ali yg sebenarnya.

My Guardian Angel Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang