"Tapi aku tidak ingin datang, Syd." Ujar Harry dan ia berjalan mendahuluiku.
"Kita harus datang. Aleyshaa sangat mengharapkan kedatangan kita."
"Sebaiknya kau pergi bersama Louis saja."
"Ayolah, Harry." Rengekku memaksa. Harry tetap tidak peduli.
"Harry .... " aku memanjati tubuhnya dari belakang. Memeluk lehernya dan membenamkan wajahku diantaranya.
"Aku tidak ingin datang."
"Tapi aku ingin, kumohon."
Harry tetap bersikukuh pada pendiriannya, aku tidak putus asa, kucubiti pipinya sehingga ia merasa terganggu.
"Jangan lakukan itu, Adikku sayang."
"Ayo pergi ke pesta pernikahan itu, Harry. Kumohon."
Harry menyuruhku turun dari tubuhnya. Dia berbalik, menatapku dengan lekat-lekat.
"Kumohon." Kudekatkan tanganku padanya, merengek pada saudaraku.
"Aku ingin pergi ke pesta pernikahan bersama saudaraku. Sebelumnya kita tidak pernah melakukannya."
Dia diam, sedetik kemudian tersenyum ringan.
"Baiklah."
"Aku mencintaimu, Harry!" Aku melompat kedalam pelukannya. Dia terkekeh dan membalas pelukanku.
"Sekarang, kita perlu memilih jas untukmu."
"Apa? Tunggu dulu, aku tidak ingin memakai jas, Syd."
"Oh, Harry, ayolah. Kumohon." Rengekku.
"Tidak."
"Kau akan terlihat semakin mempesona dengan jas. Lagipula, ini pesta pernikahan."
"Kau bisa memaksaku untuk pergi ke pesta itu, tapi kau tidak bisa memaksaku untuk memakai jas."
"Harry .... " rengekku. Dia tidak peduli, memilih untuk kembali mendahuluiku. Langkahnya menuju dapur, aku mengikutinya.
"Ayolah, Harry."
"Maafkan aku, Syd. Tapi aku tidak mau."
"Tapi kenapa?" Dengan sabarnya aku menunggu Harry selesai meminum air. Dia tampak terganggu dengan pertanyaanku.
"Kakak .... "
Harry berbalik, menatapku. Tangannya meraih tanganku dan menggenggamnya. "Syd, dengarkan aku." Mata hijau emerald yang senada denganku itu terlihat indah.
"Aku tidak akan memakai jas. Tidak akan pernah."
"Katakan padaku apa alasannya."
"Aku tidak memiliki alasan. Hanya saja, aku pernah bersumpah jika aku tidak akan pernah memakai jas kecuali di hari pernikahanmu. Saat aku menuntunmu menuju altar."
"Tapi, aku sangat ingin melihatmu menggunakan jas."
"Nanti kau akan melihatku memakainya jika kau menikah."
"Itu masih sangat lama, Harry."
"Ya, itu masih lama. Jadi bersabarlah."
Aku menekuk wajah mendengar penjelasannya, sungguh mengesalkan.
"Kenapa kau sangat menjengkelkan, Hazza?!" Ungkapku setengah berteriak. Harry hanya tertawa kecil.
●●●●
"Kau ini, lama sekali!" Rutuk seseorang ketika aku berlarian sembari membawa heels milikku.
"Semua wanita selalu menghabiskan banyak waktu untuk makeup."
KAMU SEDANG MEMBACA
Angel Without Wings
FanficKetika kau memiliki seorang saudara seorang keparat, bajingan dan makhluk hina. Kau berharap kematian segera mendatangi orang itu. Ya, dia Harry Styles. Seorang bajingan besar dengan segala catatan kejahatannya. Dan dia adalah saudaraku. Kuhabiskan...
