"Aku ingin menceritakan tentang Zayn." Ujar Harry.
"Tidak perlu, Harry. Aku tidak ingin mengingat apapun tentang pecundang-pecundang itu."
Harry beralih kearah kanan, detik selanjutnya ia kembali fokus padaku.
"Dia yang memberitahuku tentang rencana Niall dan Liam yang berusaha menyakitimu."
"Aku sudah mengetahuinya dari Louis."
"Aku tidak menyangka jika Zayn juga terlibat dalam rencana itu. Aku salah menilainya."
"Sebaiknya berhenti membahas mereka, Harry. Aku tidak ingin membahas orang-orang yang berusaha menyakiti kau dan aku."
Harry berdehem. Pria itu sedikit membungkuk, merapikan jeans bagian bawahnya.
"Harry .... aku ingin berhenti bersekolah."
"Apa? Tidak, Syd! Kau harus tetap bersekolah, kau harus memiliki masa depan yang bagus."
"Aku ingin bekerja, Harry."
"Tidak perlu melakukan hal itu. Menghidupimu adalah kepentingan untukku."
"Aku ingin membantumu melunasi hutang-hutang itu, Harry."
"Sydney...."
"Hutang-hutang itu berasal dariku. Jika saja aku tidak mencuri uangmu dan menghambur-hamburkannya, mungkin saja saat ini kau tidak akan dihantui dengan bayangan rentenir."
"Aku bisa melakukannya sendiri, Syd."
"Ini juga tanggung jawabku. Hutang-hutang itu berawal dariku. Kumohon, izinkan aku membantumu melunasi hutang."
Dia diam. Tidak mengambil keputusan apapun.
"Harry .... kumohon." Rengekku
"Baiklah. Tetapi, kau harus tetap bersekolah."
Aku mengangguk paham. Tidak sabar rasanya membantu Harry melunasi hutang-hutang itu.
"Apa yang harus kita usahakan, Harry?"
Saat itu juga, Harry tertawa ringan. Aku menyipitkan mata, berusaha mencari tahu dimana letak kelucuan yang dimaksud Harry.
"Kenapa kau tertawa?"
"Kukira kau tahu apa yang akan kita lakukan." Ujarnya sembari mengulum senyum.
"Aku juga tidak tahu. Tapi, hey, bagaimana jika kita memulai sebuah usaha?"
"Usaha?"
"Ya. Kita membuat usaha berkeliling. Seperti toko kue keliling, hotdog keliling atau apapun. Dengan mobilmu, Harry. Apakah mobilmu sudah selesai di perbaiki? Kita bisa memodifikasinya."
Harry menundukan kepalanya, suaranya mulai memberat.
"Maafkan aku, Syd. Aku terpaksa menjual mobil itu karena harus membayar hutang. Tapi, aku berjanji akan mengembalikan mobil itu lagi."
Mataku berkaca-kaca. Mengingat betapa kejamnya aku terhadap Harry sehingga membuatnya menjual mobil hanya untuk membayar hutang yang disebabkan olehku.
"Aku minta maaf, Harry." Kataku bergetar.
"Hey, tidak, ini bukan karenamu." Harry mendekatiku. Berusaha membuatku untuk tidak menangis.
"Aku berjanji akan melunasi hutang-hutang itu, Harry."
"Kita akan melakukannya bersama-sama. Jangan menangis lagi, Syd. Aku tidak ingin melihatmu menangis lagi." Pria berambut ikal ini mengusap kepalaku. Aku mengangguk pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angel Without Wings
FanficKetika kau memiliki seorang saudara seorang keparat, bajingan dan makhluk hina. Kau berharap kematian segera mendatangi orang itu. Ya, dia Harry Styles. Seorang bajingan besar dengan segala catatan kejahatannya. Dan dia adalah saudaraku. Kuhabiskan...
