I Gotta Find You!

970 62 0
                                    

AUTHOR: Qhariesta.

...
Jam pelajaran kedua terlihat kosong, Dira menatap Evan yang sedang asik berbincang-bincang dengan beberapa murid dipojok kelas, sementara Dirinya terlihat rapi duduk dimejanya.
Pandangan cowok itu seketika menatap ujung meja Evan, beberapa waktu yang lalu Evan pernah menuliskan sesuatu pada ujung meja itu dan cowok itu melarang Dira untuk membacanya.

"Kalau lo baca, lo bakal jatuh cinta sama Vega!"
Ancaman evan tiba-tiba kembali diingatnya.

Ia bergeser sedikit kekanan, menatap buku tebal yang menutupi tulisan cowok pintar itu.
Dira mendengus pelan. "Kalau gue baca, bakalan jatuh cinta sama Ve??" ia membuang nafasnya perlahan. "Gak apa-apalah, gak terlalu buruk juga cewek kampung itu."
Iapun meraih buku yang menutupi tulisan itu, memajukan wajahnya hanya untuk membaca tulisan yang terajut dalam meja kayu itu.

"GUE CINTA ...!"

Pluk...!!
Belum sempat pemuda itu membaca isi tulisan itu keseluruhan, Evannn datang dan menempeleng kepalanya dengan buku tebal ditangannya.

"Sakit cincau!" Dengus Dira sambil menggeser kursinya kembali kekiri.

"Gue bilang jangan dibaca." Evan kembali menutup tulisan itu dengan buku tebalnya. Terduduk disamping Dira yang menatapnya kecewa.

"Kenapa?? Udah main rahasia-rahasiaan sama gue?" Dira menaikkan sebelah alisnya, menatap Evan yang membalasnya sinis.

"Gak semua rahasia gue lo perlu tau." Cowok itu berdiri dan meninggalkan dira yang masih menatapnya heran.

Pasalnya, ini baru kali pertama sahabatnya itu merahasiakan sesuatu padanya.. terlebih ini tentang gadis yang dicintai Evan.
Dira menatap Evan yang berlalu keluar kelas, entah langkah akan membawa pemuda itu kemana, ketika Dira berdiri dan ingin mengejar Evan, langkahnya terhenti dan ia berbalik duduk saat guru pembimbing telah tiba.

"Gue jadi penasaran , sosok gadis yang dicintai Evan?" Dira menatap kesamping, kursi kayu itu terlihat sepi tanpa Evan disampingnya.

***
Teng...teng...
Lonceng istirahat terdengar disekitar gedun pendidikan itu.

Dira menatap bangkun Evan yang masih kosong, sepanjang pelajaran kedua Evan lebih memilih untuk absen, "Apa dia marah sama gue?" Dira berdiri dan menatap keluar kelas.
Hujan kembali ia rasakan.

Pemuda itu memilih untuk keluar, " Gue harus minta maaf sama Evan." Ia berjalan cepat mengintari koridor sekolah, matanya menatap kiri-kanan mencari sosok sahabat terdekatnya.
"Lo dimana Van!"

Langkah cowok itu terhenti ketika ia menatap Mia yang sedang berdiri didepan kelas, pemuda itupun berniat menghampirinya.
"Hey!"

Gadis itu sempat terkejut saat Dira menyapanya, "Dira!" Iapun tersenyum malu.

"Lo ngapain disini?" tanya Dira sambil menyenderkan tubuhnya pada dinding disamping gadis manis itu.

"hmm nungguin kamu." Mia menunduk malu setelah kata-kata itu ia lontarkan.

Dira tersenyum tipis dan mengelus rambut hitam cewek itu. "Lo itu manis banget, lebih manis dari gula."

Pujian yang dilontarkan Dira membuat jantung gadis itu seketika terhenti, tangan dan kakinyapun seketika bergetar.

"Tatap gue dong manis." Pemuda itu menaikkan dagu Mia yang terbelah, hingga gadis itu menatapnya.
"Kapan lo mau jadi pacar gue?" Dira menaikkan sebelah alisnya saat mata indah Mia menatapnya.

Gadis itu terdiam, apakah ia sedang bermimpi saat ini?? Benarkah pemuda ini ingin menembaknya atau ini hanya buaian belaka??

"DIVARIO!"
Suara lantang kepala sekolah, kembali didengar cowok tinggi itu.

DivarioTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang