Author: Qhariesta
Happy reading ^^
***
"Kenapa juga, bunda nyuruh gue pake dress gini! udah tau gue kagak suka feminim-feminim gini!" Ve yang saat itu telah terduduk dijok mobil Dira terus saja terlihat risih dengan dress pink yang ia kenakan. Kalau bukan bunda yang memerintah, segalanya gadis manis itu tak akan pernah mengenakannya. Vega! gadis yang terlihat manis itu memang memiliki sifat sedikit tomboy, ia sangat membenci sesuatu yang berbau feminim, ia tak suka berdandan ataupun melakukan perawatan wajah dan kulit seperti gadis kebanyakan. buang waktu! itu yang selalu terlintas dipemikiran gadis itu.
Dira yang menyetir disampingnya tersenyum tipis menatap Ve yang terus saja membenarkan dress yang ia kenakan, wajah risih gadis itupun terlihat jelas malam ini.
"Ini semua karena lo, cowok idiot!"
"Lah! kenapa gue?" Dira menghentikan laju mobilnya karena lampu lalulintas berubah merah, dengan senyum manis pemuda itu menatap Ve yang menatapnya geram. "Lo manis, malam ini."
Singkat!! Tapi mampu membuat hati gadis itu berbunga-bunga!!
Tunggu dulu!! Ve, apakah dia sadar kalau akhir-akhir ini hatinya mulai gila karena pemuda idiot ini?. Ada yang aneh? kenapa hatinya lebih sering berdetak kencang saat disamping Dira seperti sekarang? Kenapa ia senang saat pemuda ini memujinya?? kenapa ia merasa nyaman saat pemuda ini menatapnya tajam seperti ini? Kenapa?? kenapa?? kenapa??
"Tunggu!" Ve membuyarkan lamunannya tentang Dira, ia tak ingin jatuh cinta pada pemuda ini, untuk saat ini. "Lo gak usah sok muji gue, gue bukan gadis bego yang mudah lo bohongin!"
"Siapa yang bohong Ve," sebentar, Dira mengalihkan pandangannya menatap lampu lalulintas, masih merah, iapun kembali fokus pada Ve. "Lo emang manis, tapi akan lebih manis lagi, kalau kegalakan lo diilangin!"
"Jadi maksud lo gue galak?" Ve terlihat tak suka dengan perkataan Dira, "Elo itu idiot!!"
"Ve, bisa untuk saat ini kita damai!" Dira mengulurkan tangan kanannya, " Gue mau malam ini, lo anggap gue sebagai Dira bukan cowok idiot lo, bisa?" ia masih menunggu balasan uluran tangan Ve. "Malam ini ajah!"
Ve menarik nafas panjang, tak ada cara lain, ia membalas uluran tangan Dira walau sedikit terpaksa. Ah! tak ada salahnya, jika malam ini ia mencoba mengenal sisi lain cowok idiot ini, siapa tau ia akan jatuh cinta nantinya. JATUH CINTA?? TIDAK AKAN??
"Untuk hari ini, doang!!"
Dira mengangguk pelan, "Okay!"
Sepanjang perjalanan, keduanya terdiam, Dira sibuk dengan setir ditangannya dan Ve sibuk dengan dress yang semakin membuatnya risih. sesekali gadis itu memandang Dira yang terlihat serius, ah! jika serius seperti ini, Dira cukup tampan, dan Ve tak pernah menyangka akan sedekat ini dengan cowok idiot ini. Hatinya berdetak kencang, masih berdetak tak menentu, antara bahagia bercampur bimbang, antara ingin tetap disisi Dira seperti ini atau pergi dan berlalu. AH!! Dira... pemuda idiot ini benar-benar membuatnya pusing....
"Sial!" setengah perjalanan, Dira seketika merasakan jantungnya yang berdetak cukup kencang. Bukan! bukan karena perasaannya untuk Ve, tapi pemuda itu baru ingat bahwa ia belum meminum obatnya hari ini, dan itu cukup membuat jantungnya terasa sakit sekarang. "Aduh! jangan sekarang please!" ia berseru pelan, ekspresi wajahnya seketika berubah. Tersenyum tipis saat matanya bertemu pandang dengan Ve. "Gue kan belum nembak Ve!"
"Hmm, Dira! wajah lo kenapa berubah gitu?" Ve yang menyadari aura perubahan pada Dira semakin menatap pemuda itu lekat. "Jangan bilang, lo lagi ngerancanain sesuatu yang buruk? Ayo ngaku!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Divario
Genç Kurgu.. Tentang hate-love Story pemuda bernama Dira .. Dia Dira, pemuda dengan seribu cara untuk membuat para gadis terasa istimewah, Dan dia Ve, satu-satunya gadis yang menolak keras perhatian tulus Dira. *** "Lo baca, lo bakal jatuh cinta sama Vega!" ...