Hujan bersama Dira..

946 56 5
                                    

Author: Qhariesta

Lanjut, Dan selamat membaca...

***
"Ve, ada teman kamu diluar!" suara bunda membuat Ve yang saat itu telah berganti baju dann sedikit membasuh kepalanya dengan airpun seketika berlalu menuju teras rumahnya. "Teman??"

langkahnya terhenti ketika ia menatap Dira yang terduduk dilantai teras rumahnya, pemuda itu terlihat asik memainkan rintikan air hujan dengan kedua telapak tangannya.

"Cowok idiot!" Ve berusaha mendekat pada Dira yang menyambutnya dengan senyuman manis. "Lo ngapain masih disini, bukannya tadi udah gue usir?"

pertanyaan gadis itupun membuat Dira berdiri. "Masih hujan, tunggu hujannya reda baru gue balik."

"Lo pikir rumah gue ini tempat berteduh apa? medingan sekrang lo berteduh dihalte depan, sono!" Ve mendorong tubuh Dira hingga pemuda itu hampir saja terjatuh, tapi untung saja Dira mampu menyanggah dengan kakinya.

"Ya ilah, pelit amat, bentaran juga!" Dira memilih kembali terduduk disalahsatu kursi kayu yang tersedia diteras rumag Ve. "Minum dong, haus nih!"

Ve menatap Dira kesal yang sibuk membuka sepatu bertalinya. "Cowok idiot, udah numpang neduh malah nyuruh!"

"Tamu adalah raja Ve," Dira tersenyum tipis sambil membuka sepatu satunya, dan menaruhnya menyender pada kaki meja disampingnya.
"Haus nih Gue!" lanjut pemuda itu pada Ve yang mengkrucutkan bibirnya geram.

"Lo minum ajah noh air hujan!"
Ve berlalu setelah mengatakan kalimat itu, sementara Dira hanya tertawa kecil membalasnya.

"Gadis galak kayak gitu, mana mungkin jadi cinderella gue!"

TOK-TOK-TOK!!
Diraa terus mengetuk pintu rumah Ve dari luar, beberapa saat kemudian gadis yang ditunggunyapun terlihat membukakan pintu untuknya.

"Apalagi? apa perlu gue pakai kekerasan buat ngusir lo dari sini?" ancaman gadis itu membuat Dira menggeleng cepat, dan sepertinya gadis manis itu sudah hilang kesabaran.
Tak semudah itu mengusir Dira ternyata!!

"Gak perlu, ini gue mau pamit balik!"

"Baguslah, daripada terus disini tapi gak diterima!" ve menekan suaranya keras.

"Tapi bentar," pemuda itu mendekat pada Ve yang berdiri didepan pintu masuk, menatap sejenak Ve yang telah mengganti pakaian seragamnya dengan piyama.
"Lo punya payung?"

"Kalau punya kenapa?" Lagi-lagi gadis itu menekan suaranya, mendorong pelan lengan Dira hingga pemuda itu menjauh sedikit.
"Lagipula, lo mau pulang yah pulang ajah, gak usah introgasi rumah gue!"

Dira tersenyum kecil.
Oh bintang!! Benarkah gadis galak ini adalah gadis cinderella yang dicintainya??
Jika yah! Mengapa sifat keduanya begitu berbeda?
Dira mengenakan kemeja yang tampak sedikit basah karena air hujan tadi, membuat tubuhnya sedikit menggigil, Dingin, hujan malam ini terasa begitu dingin baginya.
"Kalau gak salah, dipojokan sana ada warung," ia menunjuk kearah timur, dan kembali menatap Ve yang terlihat tak mengerti. "Gue pinjam payung lo dulu buat ke warung," mencoba menjelaskan,"Haus gue, lo pelit gitu!"

***
Dava, menatap tajam sepasang anting brmotif bintang yang baru dibelinya beberapa jam yang lalu.
Ia tersenyum tipis, satu sosok gadis manispun terlintas sempurna dalam pemikiran pemuda pintar itu.
Yah! Siapa lagi kalau bukan Ve, sahabat dan mungkin juga cinta pertamanya.

Dava bukanlah Dira yang mudah untuk jatuh cinta.
Dava bukanlah Dira yang dengan mudah mendapatkan cinta para gadis.
Dava hanyalah Dava, pemuda tampan,pintar dan terkesan kaku setiap berhadap dengan para gadis.
Tapi, ia memiliki cinta yang tulus, dan mungkin cinta yang lebih tulus dari Dira.
"Semoga lo suka Ve," katanya pelan sambil terus menatap anting bintang ditangannya.

DivarioTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang