Mantan Terindah (?)

501 35 1
                                    

Author: Qhariesta

Happy reading, maaf kalau ceritanya makin gak jelas :(
Saya lagi semangat update, dan kalianpun harus semangat untuk Voment 😀😀

...
sebelumnya
Dira seketika berlutut didepan gadis yang kebetulan lewat didepannya, tanpa menatap wajah sang gadis.
perlahan Dira meraih lengan sang gadis dan menggenggamnya erat. Pemuda itupun mulai melontarkan rayuannya.
"Didunia ini memang gak ada yang abadi, tapi percayalah cintaku untukmu gak akan pernah pudar, karena separuh aku itu Kamu."
Dira berdiri masih menggenggam jemari putih itu. " gue cinta lo, lo maukan jadi pacar..."
perkataannya seketika terputus saat matanya menatap gadis yang secara tidak langsung baru ditembaknya.
Mata Dira membesar, buru-buru pegangan tangannya ia lepas, gadis didepannyapun terdiam mematung.

"Vega!"

***
"Shit!"
dira mengutuki dirinya ketika menyadari ia baru saja melakukan kesalahan besar, bagaimanaa jika nantinya gadis ini bertanggapan bahwa Dira benar-benar menembaknya??
"Ahh!"pemuda itu menggaruk tengkuknya, beralih pandangannya menatap Ve yang masih berdiri didepannya.
Dira segera melambaikan tangannya tepat didepan wajah gadis itu, tapi sedikitpun gadis itu tak berkedip.
"Dia kenapa?'' Dia bertanya setelah mendekat pada Evan yang mengangkat bahunya tak mengerti.

"Mana gue tau."
Evan menatap Ve sejenak kemudian ia kembali menatap Dira yang terlihat bingung. "Oh, mungkin Ve berpikiran lo baru nembak dia Dir!"

tebakan Evan membuat Dira mengangguk pelan, pemuda itupun berjalan mendekat pada Ve yang masih berdiri mematung.
"Ve!" sapa Dira pelan.
Tak ada respon, Dira menarik nafasnya panjang, sebelum ia kembali menyerukan nama gadis didepannya.
"Vega!"
kali ini suaranya terdengar sedikit ia keraskan, tapi sayang masih tak ada tanda-tanda kesadaran gadis itu.
Dira menatap sejenak kebelakang, seketika matanya menangkap Evan yang mengangkat kedua tangan tak menyerah.
pemuda itu kembali menatap mantan kekasihnya, senyuman usilpun terlintas seketika dalam benaak playboy tampan itu.

CUPP!!

Mata Evan membesar, saat ditatapnya Dira yang mencium pipi kanan Ve cepat.
satu kecupan!
pemuda itupun yakin gadis ini seketika akan sadar kembali.
Dan benar saja, gadis itu mengedipkan matanya setelah satu ciuman berhasil mendarat apik dipipi kanannya.
Ditatapnya Dira yang tersenyum lebar.

"Bagaimana?? udah sadar??" Dira mendekat pada Ve dan menaikkan sebelah alisnya.

Gadis itu buru-buru mengalihkan pandangannya, hatinya berdetak kencang, kaki dan tangannyapun seketika bergetar, "Ada apa ini?"
gumamnya pelan.

"Vega!" Dira membiarkan tangan kirinya berlabuh pada bahu Vega, sebuah senyumanpun terlukis jelas dibibir pemuda itu.

Ve menatapnya geram, terlebih saat ia menatap senyuman dalam bibir mantan kekasihnya itu, cepat-cepat gadis itu menepis tangan Dira menjauh dari bahunya.
“Kenapa lo senyam-senyum, ambeyen??”  Gadis itu menekan suaranya saat menyebutkan kata terakhir.

Dira tersenyum tipis, “Cowok imut nan mempesona macam gue kagak pernah ambeyen Nona.” Ia menaikkan sebelah alisnya penuh percaya diri khas Dira.

Semakin muak ve dibuatnya, tapi jujur gadis itu akui, jauh dalam lubuk hatinya, ia begitu senang menatap senyuman pemuda itu, tenang dan sangat damai.

“Ve, apa yang lo pikirin tadi?” Dira bertanya sambil menyender pada dinding putih itu, kening gadis itu seketika mengerut.

“Apa?”

“Lo kira gue beneran nembak lo huh?” Dira masih menyender pada tembok, sementara Ve berdiri tepat didepannya, dan Evan, cowok itu masih fokus pada pandangannya yang tak pernah beralih dari Mia didalam kelas.

DivarioTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang