Pengorbanan

620 32 34
                                    

Author: Qhariesta

***
Happy reading..
Update cepat....
And Episode Akhirpun semakin dekat....

Dan maaf, kalau part ini bakalan boring dan berasa sinetron bangettt hahaha

***
"Bagaimana keadaan putra saya dok?" Bunda Dava yang mendapat kabar kecelakaan dari Evan, langsung bergegas ke rumah sakit.
Ditatapnya sedih, doktor berkacamata itu yang maru saja keluar dari Ruang ICU.
"Putra saya baik-baik saja kan Dok?" semakin senduh keduamata itu menatap sang doktor berseragam putih.

Ve berdiri disamping Sovia, keduamata gadis itu membengkak akibat menahan tangis, digenggamnya lengan Sovia erat.

Doktor itu menaarik nafasnya panjang, "Benturan dikepalanya begitu keras dan darah yang keluar cukup banyak!" ia berhenti sebentar mengatur nafasnya. "Kemungkinan besar, pasien akan mengalami kebutaan sementara."

Deg!!
Sekujur tubuh Sovia melemas, begitupula Vega.
Gadis itu bersandar pada dinding Rumahsakit, kaki dan tangan gematar. "Ini gak mungkin, Diranya tak mungkin buta."
Airmatanyapun kembali mengalir, lebih deras dari sebelumnya.

Sovia berusaha tegar. "Boleh, saya temui putra saya Dok?" ia menatap nanar sang doktor yang mengangguk. Dengan lemas, wanita itu memasuki ruang ICU dengan langkah gontai.

"Dira gak mungkin buta..."

Teriakan Dira dari dalam ruang ICU menyesakkan dada Ve, gadis itu mendekat dan menatapnya iba dibalik pintu.

Dira masih menjerit histeris, menepis pelukan sang bunda yang berusaha menenangkan.
"Dira gak mau buta!!!"

Sovia menahan tangisnya menatap kedua mata putranya diperban, "Bunda tau Dira kuat!"

"Pergi!!"
Beberapa kali Sofia berusaha memeluk Dira, tapi pemuda itu selalu menepisnya.
"Dira mohon, Pergi!!!"

Sofia terdiam, menatap iba sang putra yang terus meremas rambut hitamnya, frustasi.

"Dira masih bisa sabar, saat doktor bilang Dira terkena penyakit jantung, walaupun Dira tau Dira akan mati tapi Dira masih bisa tersenyum, tapi sekarang, saat Doktor bilang Dira buta, senyuman itu menghilang."
Dira terdiam saat Sofia kembali memeluknya, merasakan pelukan hangat penyemangat sang bunda. Dan untuk kali Ini, kali pertama ibu tirinya itu memeluknya begitu erat, dan Dira tak mampu menolaknya (lagi).

"Kenapa harus Dira?" Dalam pelukan sang bunda pemuda itu berseru. ''Dari sekian banyaknya manusia didunia ini, tapi kenapa harus Dira yang terkena penyakit jantung dan sekarang buta!"

"Itu semua, karena tuhan sayang sama kamu." Sovia membelai lembut rambut Dira. 'Ini semua cobaan Dira, dan kamu harus tetap bersyukur untuk itu."

Dira mencoba tersenyum, walau hatinya sakit tapi ia akan tetap bertahan. Demi seseorang.

'Vega!"
Evan berdiri disamping Ve yang masih setia menatap Dira dibalik pintu. Ve menatapnya dan tersenyum tipis.
"Bagaimana keadaan Dira?' tanyanya sambil mengelus pelan punggung sepupuya itu.

"Dira.." Ve tak mampu melanjutkan perkataannya, ini terlalu sulit untuk mengakui keadaan Dira saat ini.

"Vega! Gimana keadaan Dira?"

"Dira buta Van, Dira buta!" Gadis itu menyandarkan kepalanya pada bahu Evan, ia menangis.

Tangan kanan Evan mengelus rambut Vega pelan, sementara tangan kirinya ia kepalkan.
"Gue janji Dir, Gue akan buat Kean lebih menderita dari apa yg lo rasain sekarang!"

...
Tiga hari kemudian

Cinta tak mungkin berhenti..
Secepat saat aku jatuh hati..
Jatuhkan hatiku kepadamu..
Sehingga hidupku pun berarti..

DivarioTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang