16

531 40 0
                                    

"Kamu dari sini langsung pulang kerumah fa?" Tanya Adit yg mengantarkan Syifa ke mobilnya.

"Iyah dit. Kamu jangan lupa main kerumah aku yah." Ucap Syifa sambil membuka pintu mobilnya.

"Siap. Salam buat om Heri yah." Kata Adit kemudian. Syifa mengangguk, kemudian menutup pintu mobilnya.

"Hati hati faa." Lanjut Adit sambil melambaikan tangan.

Syifa membalas lambaian tangan Adit.

       Adit kembali masuk ke rumahnya dan mendapati Aan yg sedang asik memakan sereal di ruang tv sambil menonton sebuah film.

"Eh dit, mau ga?" Tawar Aan saat melihat Adit sudah kembali ke dalam rumah.

"Nanti bikin lagi aja bang." Kata Adit sambil duduk di samping Aan.

"Lu ga siap-siap mau ke sekolah?."

"Ohiya sekolah! Gua lupa!" Ucap Adit sambil menepok jidatnya dan terburuburu ke kamar, untuk bersiap-siap.

"Sekolah aja lupa! Cakep-cakep pikun!" Gerutu Aan dengan menggelengkan kepalanya.

♡♡♡♡♡

         Adit memarkirkan motornya di parkiran sekolah. Saat motornya sudah terparkir rapih, Adit melepas helmnya dan di kejutkan oleh seseorang yg sedari tadi ada di depannya.

"Haii." Sapa seseorang tersebut yg berhasil membuat Adit mengelus dadanya karna kaget.

"Hufft ka Winda." Ucap Adit membuang napas dengan kasar.

"Hehehe. Kaget yah?"

"Iyalah!"

"Mau ke kelas ya dit? Ke kantin dulu yuk."

"Aku mau langsung ke kelas ka, maaf ya."

      Adit meninggalkan Winda yg masih berdiri terpaku mendengar jawaban Adit.

"Emm ditt ditt!." Panggil Winda dan mengejar Adit dengan larian kecil.

"Iyah kenapa ka?" Jawab Adit sangat ramah, untuk menghormatinya sebagai kaka kelas.

"Nanti pulang sekolah jalan yuk, ada film bagus tau. Gua mau nonton ga ada temennya."

"Gabisa ka. Lain kali yah!"

        Winda kembali terpaku mendengar balasan Adit yg slalu menolak permintaannya. Adit kembali meninggalkan Winda dan tidak memperdulikan Winda.

       Winda pun sudah kehabisan rencana untuk mengajak Adit. Karna semua rencananya sudah di tolak Adit dengan santai. Winda kembali ke kelasnya dengan mood yg hancur karna Adit.

-----


          Adit menaruh tasnya di bangku dan pergi keluar seperti sedang mencari seseorang. Saat tersadar di luar kelas orang yg di carinya itu tidak ada, Adit kembali masuk ke kelas. Ia baru menyadari bahwa tidak ada tas di bangku seseorang yg sedang di carinya itu. Teman- temannya yg melihat Adit seperti orang yg gelisah pun merasa kebingungan.

"Nyari siapa sih dit?" Tanya Nara saat sudah melihat Adit berkali kali menghampiri mejanya.

"Hmm itu hmm." Adit berdehem sambil terus bercelingak-celinguk di ambang pintu.

Story Of LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang