22

435 47 0
                                        

Mendengar bel tanda akhir pelajaran hari ini, sangat membuat siswa-siswi bersemangat. Mereka sangat antusias untuk segera sampai rumah.

"Nara." Panggil Adi saat Nara sudah berjalan keluar kelas.

"Kenapa?" Tanya Nara masih terus berjalan.

"Nanti malem berangkat bareng yah."

"Insya allah. Takutnya gua bareng Mutia."

"Mutia pasti sama Adit. Gua gamau tau, pokonya lu harus bareng gua. Ya ya ya?"

Nara tidak menjawab.

"Ayolah ra. Bareng gua yaaa." Adi memohon.

Nara menganggukkan kepalanya.

"Yess!" Ucap Adi dengan reflek.
"Nanti malem gua jemput ya, gua duluan ra. Dahh." Adi berlari dengan sumringah meninggalkan Nara.

Mutia dan Adhlia yg berada di belakang Nara, langsung mendekat saat Adi sudah meninggalkan Nara.

"Cieee." Ucap Mutia dan Adhlia bersamaan.

"Apasih!"

"Clbk nih kayanya! ekhem." Ledek Mutia.

"Engga mut!"

"Alah gausah gitu ra!" Kini giliran Adhlia yg meledek.

"Kalian ga jelas amat sih!" Ketus Nara dan langsung meninggalkan Mutia dan Adhlia.

"Eh ra tunggu! Shenshen kemana sih? Pas bel ko dia langsung pergi keluar duluan gitu?" Mutia menghampiri Nara dengan larian-larian kecil.

"Tuh Shenshen!" Nara menunjuk seseorang yg sedang mengobrol di koridor kelas Multimedia.

"Eh sama siapa dia itu? Samperin yuk." Ucap Adhlia. Mereka kompak mengangguk dan menghampiri Shenshen.

"Yaudah gua duluan ya sen." Ucap seseorang yg sedang bersama Shenshen.

"Lah kita ke sini dia kabur! Siapa itu Sen? Kayanya deket banget sama lu." Ucap Nara yg baru saja berada di samping Shenshen.

"Gebetan lu ya sen? Mirip sih sama-sama sipit." Ucap Adhlia sekaligus meledek.

"Tadi kenapa buru-buru keluar kelas sen?" Kini Mutia yg bertanya.

"Coba kalo mau ngasih pertanyaan jangan keroyokan! gua pusing harus jawab." Gerutu Shenshen. Mutia, Nara dan Adhlia hanya cengengesan.

"Dia Nanda, temen Smp gua. Gua kesini buru-buru karna takut dia pulang duluan. Tadi gua ada perlu, ngomongin tentang smp gitu." Lanjut Shenshen menjelaskan.

Teman-temannya kompak hanya meng-Oh sajaa.

"Ganteng sih, tapi ko namanya kaya cewe yah?" Tanya Adhlia dengan rasa penasarannya itu.

"Nama asli dia bagus tau. Nanda Alexa Putra." Bela Shenshen.

"Keren amat namanya." Sanjung Adhlia.

"Iyalah orangnya juga keren." Tambah Shenshen.

"Ekhemm." Adhlia, Nara dan Mutia berdehem. yg berhasil membuat Shenshen merasa malu.

"Oia nanti malem lu pada berangkat sama siapa?" Tanya Nara pada teman-teman mereka sambil terus berjalan menuju parkiran.

"Gua mah sama Aldi." Ucap Adhlia membanggakan diri.

"Aldi juga di undang ad?"

"Iyah. Upan ngundang Aldi."

"Gua sendiri kayanya." Ucap Shenshen.

"Oh ga sama Adit Sen?" Tanya Nara meledek, sambil menatap Shenshen dan Mutia bergantian.

Story Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang