Hari ini adalah hari pertama Ahseul bekerja sebagai penulis di stasiun TV. Dengan pakaian semi-formal dan tas abu-abu pemberian Jimin saat terakhir datang le rumahnya di siang hari itu. Jimin memang kebiasaan meletakkan begitu saja barang yang ia bawa tanpa mengatakan apapun. Ia tampak cukup rapi menyambut hari pertamanya.
"Salam kenal, saya Lee Ahseul penulis baru. Mohon bantuannya," ucap Ahseul memperkenalkan dirinya pada orang-orang yang akan berkerja dengannya nanti.
Selain Ahseul, tampak ada 2 orang lagi pegawai baru di sana. Seorang PD dan penulis lainnya.
"Lee Ahseul, ikut aku." Pria paruh baya itu menunjuk Ahseul agar mengikutinya.
Sedangkan, dua orang lainnya tampak mengikuti seorang wanita.
"Selamat datang, inilah tim-mu sekarang."
Ahseul tampak memberi salam pada 2 orang wanita dan seorang lelaki yang tengah duduk itu.
"Aku Jo Kwansang, panggil aku Ketua Jo saja. Kalau mereka, kau bisa berkenalan nanti. Pokoknya, jika ada yang ingin ditanyakan kau bisa bertanya denganku atau dengan mereka."
"Iya, terima kasih." Ahseul kembali membungkukkan tubuhnya.
Ketua Jo pun menyuruh Ahseul untuk duduk di bangku kosong di serong kiri mejanya.
Ahseul tampak masih tersenyum bahagia menatap layar komputernya, dan alat-alat lainnya di atas meja yang akan menjadi miliknya itu.
***
Bayangannya bekerja sebagai penulis hanya akan berkutat dengan komputer dan kertas. Namun, pemikirannya itu langsung hancur di hari pertama ia bekerja.
"Lee Ahseul, tolong fotokopi ini di sana."
"Lee Ahseul, berikan ini pada tim 'Horror Games'."
"Lee Ahseul, perbaiki tulisan ini dan setelah itu fotokopikan."
"Lee Ahseul, ambilkan paketku di bawah. Petugas paket dilarang naik."
"Iya, baiklah." Ahseul menghela napasnya.
Ia membuka pintu lift dengan gontainya karena terlalu lelah. Ini bahkan belum setengah hari ia bekerja di sini. Ternyata pegawai baru tetaplah pegawai baru yang menerima semua perintah rekannya, baik itu penulis ataupun pekerjaan lainnya.
Ia baru menyadari bahwa perlakuan Ketua Kim dulu tidaklah seberapa dibanding saat ini. Ia seperti mendapat 3 Ketua Kim sekaligus saat ini. Hanya Ketua Jo yang tak menyuruhnya melakukan apa-apa sedari tadi.
"Ini paketnya, sunbae-nim." Ahseul memberikan sebuah kotak yang cukup besar itu pada wanita berkacamata dengan penampilan yang cukup acak-acakan.
"Ahn Hani! Sudah kukatakan jangan menerima paket pribadi di kantor!" Ketua Jo tampak sedikit kesal.
"Di apartemenku tidak ada orang yang menerimanya," ucap Hani dengan nada yang sedikit ketus.
"Kau ini!" geram Ketua Jo.
"Hei, Lee Ahseul! Belikan aku kopi, cold americano." Lelaki yang duduk di sebelah mejanya itu mulai lagi menyuruhnya.
"Yook Sungjae!"
"Kenapa? Dia 'kan pegawai baru, harus di displinkan." Sungjae pun tampak tak terima dengan Ketua Jo.
"Aku latte mint!" Yoon Bomi, wanita yang duduk di sebelah Hani itu mengangkat tangannya.
"Green tea!" Hani pun ikut mengangkat tangannya juga.
"Kalian benar-benar!" Ketua Jo yang geram pun mulai meninggalkan mereka.
Ahseul yang sempat bingung dan sedikit takut melihat suasana di timnya pun memilih keluar mengikuti Ketua Jo.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEHIND THE SCENE (B.T.S)
Fiksyen Peminat__Park Jimin__ Ketika ia yang kau cintai mengatakan untuk menghancurkan mimpimu Ketika kau harus menghancurkan hatinya demi membiarkan hidup mimpimu Ketika kau harus membuat luka baru demi melupakan rasa sakit pada luka lainnya __Lee Ahseul__ Keti...
