Chapter 29

3.4K 452 60
                                        

Alunan nyanyian menggema jelas dalam mobil van hitam yang ditumpangi seluruh anggota BTS itu. Nyanyian yang seolah berguna sebagai latihan vokal si pemilik suara, yaitu Jungkook dan juga Jimin. Bahkan seruan Taehyung yang menyuruhnya diam pun tak dihiraukan, malah Jungkook semakin mengganggu Taehyung karena itu.

Kelelahan bahkan sudah mereka rasakan sebelum comeback seperti ini, belum lagi sesudah. Jadwal mempersiapkan comeback jauh lebih melelahkan, terlebih mereka melakukannya setelah konser tur dunia. Lelah yang tak bisa diucapkan. Malam ini akan menjadi panggung comeback mereka yang dilakukan di salah satu stasiun televisi dengan acara khusus untuk mereka. Oleh karena itu, sebagian dari mereka tampak tidur untuk merehatkan tubuh mereka untuk malam ini, terkecuali Jimin dan Jungkook.

“Sudah lama sekali rasanya aku tidak melihat Jimin seceria itu,” ujar Hoseok tanpa sadar karena sedari tadi memang menatap Jimin dari jok belakang.

“Kau benar, aku hampir melupakan senyum malaikat milik Jimin. Sekarang sudah kembali seperti semula, dan itu berkat Ahseul.” Jin yang duduk di sisi kanannya pun ikut menyahut.

Kesunyian sempat terasa di antara keduanya kala sibuk menatap Jimin yang tertawa canda dengan Jungkook karena mengerjai Taehyung yang tengah tertidur.

“Aku dulu tidak percaya kalau Jimin benar-benar mencintai Ahseul, aku pikir ia sekedar berkencan saja. Tapi, setelah melihat kejadian semalam aku bahkan tidak bisa menyangkal lagi akan hal itu.”

“Semalam?” Jin kali ini menoleh pada Hoseok, ia tidak tahu yang dibicarakan Hoseok saat ini.

“Semalam aku sempat keluar dari kamar karena hendak minum air di dapur, tapi tanpa sadar saat aku kembali, aku berjalan ke kamarku dan Jimin, mungkin karena kebiasaan. Lalu, saat membuka pintu aku melihat Jimin tertidur dengan posisi duduk di lantai dan memegangi tangan Ahseul yang tidur di ranjang Jimin.”

“Benarkah itu?”

“Hm, Namjoon juga melihatnya bersamaku ketika keluar dari kamar. Semalaman Jimin tidur dengan posisi seperti itu.”

Helaan napas dari Jin kemudian terdengar, atensinya ia bawa kembali menatap Jimin di depannya. Dugaannya benar selama ini, hari Jimin hancur tanpa Ahseul dan kini kembalinya Ahseul mengembalikan cerianya Jimin. Ahseul pengaruh besar dalam hidup Jimin, benar-benar besar.

Suasana di dalam mobil itu masih terus bertahan hingga mereka sampai di tujuan. Ketujuhnya turun dengan seorang manajer yang berada di depan memimpin langkah mereka, serta Sejin yang mengikuti dari arah belakang. Beberapa staf mereka pun ikut masuk berbondong menuju ruang tunggu yang telah disediakan di sana.

Ruangan yang tadinya kosong kini mulai penuh. Jika para staf sibuk mengeluarkan barang-barang mereka, ketujuh dari mereka sudah mengambil posisi duduk di sofa atau di kursi rias. Memainkan ponsel atau sekedar bercengkrama mengenai penampilan mereka malam ini. Jimin menjadi yang paling ribut di sana, sibuk bersama Jungkook dengan objek pembicaraan game. Tawa bahkan tak segan hadir ditengah-tengah dialog mereka.

“Permisi ....” pintu ruang tunggu terbuka, seorang wanita dengan earbud di telinga serta gulungan kertas yang dipegangnya masuk bersama rekannya.

Atensi beralih pada wanita yang mereka yakini sebagai salah satu staf acara mereka malam ini, dan salah satu alasan atensi terkunci ke sana ialah rekan wanita tersebut yang merupakan Ahseul.

“Oh?!” bukan hanya Jimin yang terbelalak tak percaya di sana, Yoongi yang bahkan tadinya bersandar di sofa duduk tegak kala melihatsosok Ahseul masuk.

“Permisi waktunya sebentar. Dia yang akan mengatur kalian malam ini, stand by serta penjelasan lebih mengenai setiap segmen acara nanti akan diberikan padanya.”

BEHIND THE SCENE (B.T.S)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang