Tak mudah bagi Ahseul untuk berada di sini sekarang, berada di ruangan Bang PD bersama Jimin. Jimin yang 15 menit lalu masih melarangnya masuk dan mengatakan agar ia saja yang menyelesaikan ini. Namun, berkat beberapa ucapannya serta keyakinan yang ia berikan pada Jimin, mereka pun masuk bersama.
"Jadi, kalian sunguh-sungguh berkencan?"
"Maafkan aku," ucap Ahseul menundukkan kepalanya.
Bang PD tampak diam dan berpikir. Sedangkan, Jimin terus menatapnyanya seolah menunggu kalimat yang akan diucapkan oleh Bang PD.
"Baiklah, aku mengerti. Besok akan kuberikan pernyataan resminya."
"Apa? Pernyataan apa?" tanya Jimin langsung.
"Pernyataan bahwa kalian hanyalah teman. Kau berada dipuncak sekarang. Kekasih? Hal itu bisa membuatmu jatuh ke dasar dalam sekejap."
Jimin menelan ludahnya seraya menoleh pada Ahseul.
"Tapi, mengingat bahwa kau juga manusia biasa. Aku tidak akan melarangmu berhubungan dengannya. Hanya status kalian harus disembunyikan."
"Ap-apa? Lalu, aku bisa tetap bersamanya?" Jimin serasa belum mengerti maksud dari sang direktur.
"Ahseul, kau tak apa 'kan? Kau harus menyembunyikan hal ini jika ingin terus bersama Jimin." Bang PD beralih menatap Ahseul kali ini.
Ahseul tampak terkejut juga, sama seperti Jimin. Namun, ia kemudian tersenyum menatap Jimin yang lebih dulu tersenyum padanya.
"Aku tak apa, aku tak terlalu memperdulikannya."
"Baiklah, berhati-hatilah. Jangan sampai ada yang curiga."
"Ini serius, Pd-nim? Aku bisa tetap bersamanya?" Jimin tampak masih tak percaya dengan hal ini.
Bang PD kemudian malah tersenyum dan menepuk pelan paha Jimin seraya menganggukkan kepalanya pelan.
Jimin pun mulai bisa tersenyum lepas saat ini. Ia menatap Ahseul yang juga tampak bahagia akan hal ini.
***
"Ah, ketakutanku sia-sia." Jimin benar-benar bisa tersenyum saat ini.
Ahseul menganggukkan kepalanya pelan dengan senyumannya seolah ia setuju dengan ucapan Jimin.
"Jimin-ah!" Jin tampak sedikit berlari bersama Namjoon ke arahnya.
"Sudah selesai? Bagaimana?" tanya Jin yang tampak tak bisa tenang juga sedari tadi.
"Nanti akan kuceritakan di dorm."
"Tapi, melihatmu tersenyum sepertinya hasilnya cukup baik. Syukurlah," ujar Namjoon yang sudah bisa melihat bagaimana hasilnya.
Jimin mengangguk pelan seraya tersenyum.
"Hyung-deul pulanglah duluan, aku akan mengantarnya dulu."
Jin dan Namjoon sontak tersenyum seraya menatap Ahseul di sebelah Jimin.
"Tak apa, aku pulang sendiri saja."
"Ada yang ingin kubicarakan." Jimin menatapnya.
***
Jimin dan Ahseul masuk ke apartemen Ahseul bersamaan.
"Lapar? Ingin makan apa?" Ahseul langsung melepaskan tasnya dan langsung menggulung lengan bajunya itu.
Jimin malah mendekat padanya dan memeluknya erat. Ahseul yang sedikit terkejut pun tak bisa berkutik akibat kedua tangannya terkunci di antara dadanya dan dada milik Jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEHIND THE SCENE (B.T.S)
Fiksi Penggemar__Park Jimin__ Ketika ia yang kau cintai mengatakan untuk menghancurkan mimpimu Ketika kau harus menghancurkan hatinya demi membiarkan hidup mimpimu Ketika kau harus membuat luka baru demi melupakan rasa sakit pada luka lainnya __Lee Ahseul__ Keti...
