Chapter 5

4.6K 673 38
                                        

Jimin melangkahkan kakinya cepat menyusuri koridor gedung BigHit. Ruang Bang PD menjadi tujuannya saat ini. Keberadaan Ahseul di sana membuatnya tak tenang, terlebih Ahseul tak pernah mengatakan ini sebelumnya.

"Oh! Jimin-ah!" Ahseul yang baru saja keluar dari ruangan Bang PD tampak cukup terkejut melihat Jimin yang malah seperti hendak masuk.

Jimin sontak menarik pergelangan tangan Ahseul menjauh dari sana. Ia memilih sebuah sudut di bawah tangga dan berdiri di balik tanaman yang cukup tinggi.

"Apa yang kau bicarakan dengan Bang PD?"

"Kenapa kau begitu panik?"

"Apa ia mengetahui hubungan kita?"

"Apa?" Ahseul benar-benar bingung mendengar kalimat itu tiba-tiba.

"Lalu, apa? Bicaralah!" Jimin tampak frustasi melihat Ahseul yang tak berusaha menjawab dan malah bingung sendiri.

"Aku akan berhenti menjadi stylish BTS."

"Kenapa?" Jimin tak kalah terkejut mendengarnya.

Namun, Ahseul malah menunjukkan ekspresi yang jahil dengan tersenyum seolah menyuruh Jimin untuk menebak apa arti di balik senyumnya.

"Jangan-jangan ... kau diterima di stasiun TV, iya?" Jimin mulai terkoneksi ke arah sana.

Ahseul semakin melebarkan senyumnya sembari menganggukkan kepalanya.

"Benarkah? Selamat, Seul-ah." Jimin akhirnya bisa tersenyum sembari mencubit pelan pipi Ahseul.

"Tapi, kenapa kau menemui Bang PD untuk mengatakan itu?"

"Berkat Bang PD aku bisa bekerja di sini. Kau tidak ingat saat kau membawaku ke sini dan meminta untuk memperkerjakanku semua orang menolak karena aku tak memiliki bakat. Hanya Bang PD yang setuju dan akhirnya aku bisa bekerja bersamamu."

"Tentu aku ingat! Aku tidak tahu bagaimana harus berterimakasih saat itu."

"Makanya aku meminta izin langsung dari Bang PD."

"Kalau begitu, kau tidak akan bekerja sebagai stylish-ku lagi?" Jimin sedikit merasa sedih kali ini.

Ahseul pun ikut memanyunkan bibirnya seolah ikut merasa sedih akan hal itu disamping kebahagiaan lainnya.

"Kapan hari terakhirmu?"

"Saat konser kalian di Seoul," ujar Ahseul.

"Lalu, kau tidak akan ikut bersamaku selama tur?"

Ahseul kembali menghela napasnya seraya mengangguk pelan. Jimin yang melihat itu pun ikut menghela napasnya dan membawa tangannya menyibak rambut tipis milik Ahseul di pelipisnya.

"Sayang sekali," ucap Jimin yang memang sangat menyayangkan kenyataan bahwa Ahseul tak bisa ikut dengannya.

Ia padahal sudah memiliki rencana jika membawa Ahseul ke luar negeri, ia akan mengajak gadis itu berjalan dengannya di sela-sela waktu senggangnya.

***

Sebuah konser yang luar biasa baru saja usai memberikan kebahagian bagi jutaan pasang mata yang melihat mereka beraksi di atas panggung besar itu.

"Kerja bagus, anak-anak." Sejin memeluk setiap member dengan beberapa tepukan ia berikan seolah menjadi pemasok energi bagi mereka.

Beberapa staf lainnya pun tampak memberi selamat kepada mereka karena telah melukiskan sejarah yang indah lagi malam ini.

'Kerja bagus, Jim.' Gerak bibir tanpa suara itu dilakukan oleh Ahseul pada Jimin yang tengah tersengal dengan sesekali mengelap keringatnya.

Jimin yang bisa melihat itu pun tersenyum dan mengangukkan kepalanya.

BEHIND THE SCENE (B.T.S)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang