Pelukan hangat Ahseul menjadi memori terakhir Jimin saat ia nyatanya tak sadarkan diri setelah meraung tak jelas dalam dekapan gadis yang amat ia rindukan itu. Bukan hanya karena menangis terlalu hebat—walaupun itu salah satu penyebabnya—yang meyebabkan penurunan kondisi Jimin. Luka dari pergelangan tangannya yang kembali terbuka membuat darah segar kembali mengalir membasahi punggung Ahseul; merubah warna pakaian Ahseul dengan perlahan.
Jimin kini tengah ditangani dokter di ruangannya setelah Jin menggendongnya dan Namjoon memanggilkan dokter. Sebenarnya, mereka menyaksikan apa yang dilakukan oleh Jimin dan Ahseul di kamar rawat Ahseul tadi; walaupun tak mendengar jelas apa yang mereka bicarakan. Jin membiarkan keduanya berdialog lebih dulu tanpa ada siapapun, ia bahkan melarang Jihoon yang langsung ingin masuk sesaat mendapatkan kunci cadangan kamar rawat Ahseul.
“Berikan waktu mereka berdua, kita lihat saja dari sini.” Ya—walaupun begitu Jin tak meninggalkan keduanya begitu saja tanpa pengawasan. Ia tetap berada di luar dengan menatap melalui sepetak kaca di pintu itu.
Sesaat Jimin dibawa ke kamar rawatnya, Ahseul pun sibuk ingin mengikutinya, ia ingin melihat kondisi Jimin lebih dekat. Namun, Jihoon menghadangnya dengan mengatakan bahwa ia pun tidak dalam kondisi yang baik saat ini.
“Temui dia saat kalian benar-benar baik, jangan seperti ini.” Hanya itu yang diucapkan Jihoon. Namun, bukan Ahseul namanya yang menurut begitu saja; sebab ia tahu keberadannya pasti akan membantu Jimin, Ya—hanya dengan hadir tanpa melakukan apapun.
Sampai Jin ternyata kembali ke ruangannya setelah mengantar Jimin; ia seolah telah menyerahkan Jimin pada Namjoon, Jungkook, dan Taehyung yang memilih tetap berada di sisi Jimin. Sesaat Jin memasuki kamar rawat Ahseul kembali, ia melihat Ahseul belum bergerak sama sekali dari posisi tadi saat ia mengambil Jimin.
Sepasang manik Ahseul sudah menjatuhkan atensinya pada Jin; tatapan yang begitu sendu seolah tengah memohon. Sementara langkah Jin yang pelan itu semakin mengikis jarak mereka, sampai Jin akhirnya meraup tubuh Ahseul dalam sekali raup. Tubuh tegapnya bukan sekedar besar saja rupanya, kehangatan langsung memeluk Ahseul sesaat ia tenggelam dalam dekapan Jin. Ahseul seolah tengah dipeluk kakak lelaki yang begitu menyayanginya.
“Kenapa kau melakukan itu pada kami? ... pada Jimin ...,” lirih Jin begitu pelan, tanpa ada niat ataupun penekanan untuk Ahseul agar menjawabnya. Sesaat Jin berucaplah, mimik Ahseul langsung berubah; merengut seketika seolah menahan tangis yang tiba-tiba hendak ia lakukan kembali. “Oppa, maaf ....”
“Tak apa, tak apa,” ujar Jin kembali dengan mengusap-usap punggung mungil Ahseul dengan perlahan dan begitu lembut; menyiratkan bahwa Ahseul sama sekali tak bersalah dan tak perlu mengucapkan maaf mengenai apapun. Toh, yang terberat saat ini adalah dirinya sendiri.
“Aku mau ke tempat Jimin.” Ahseul melepas pelukan itu dengan menjauhkan tubuhnya dari Jin, menggantinya dengan mendongakkan kepalanya dan menyatukan pandangannya dengan Jin.
“Nanti, Jimin perlu istirahat dulu. Kau juga.”
“Opp—“
“Istirahatlah, Jimin akan terluka jika melihatmu kacau seperti ini.”
Kebungkaman berhasil memeluk Ahseul saat Jin membawa Jimin dalam kalimatnya; Ahseul memang tak mampu berkutik saat Jimin dibawa dalam sesuatu. Pandangan Jin kemudian beralih pada Jihoon yang sedari tadi tampak sedikit meminggir; membiarkan Jin berbicara dengan leluasa dengan Ahseul, walaupun ia tidak tahu seberapa dekat keduanya. Jin seolah menyiratkan untuk segera mengistirahatkan Ahseul, sedangkan ia harus kembali ke tempatnya dan melihat keadaan Jimin.
Jimin yang berada di kamar rawatnya sendiri itu pun tengah mendapat perawatan kedua untuk pergelangan tangannya. Namjoon dan Jungkook serempak berdiri berhadapan dengan sang dokter yang menangani Jimin dengan raut khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEHIND THE SCENE (B.T.S)
Fiksi Penggemar__Park Jimin__ Ketika ia yang kau cintai mengatakan untuk menghancurkan mimpimu Ketika kau harus menghancurkan hatinya demi membiarkan hidup mimpimu Ketika kau harus membuat luka baru demi melupakan rasa sakit pada luka lainnya __Lee Ahseul__ Keti...
