DUAPULUHEMPAT : PERHATIAN KECIL

9.3K 690 16
                                        

Fajar dan Abel jalan bergandengan membuat beberapa siswi menatap sinis ke arah Abel. Sebegitukah dampak bergandengan dengan Fajar? Ah, Abel berusaha cuek seperti Fajar.

Fajar ternyata membawa Abel ke kantin. Begitu memasuki kantin, Rere dan Disha melongo melihat tangan Fajar yang bertautan dengan tangan Abel. Sedangkan Iger, Stefan, dan Adrian terkekeh melihat Fajar dan Abel.

"Gas Jar! Ngenggg" seru Stefan.

"Ludah lo muncrat bego!" protes Adrian yang tangannya kena cipratan air liur Stefan.

Stefan menyengir lebar. "Maaf bang bro. Ga sengaja".

"Fajar sekalinya suka blak-blakan banget tuh anak! Gue aja ga pernah lihat Fajar gandengan sama cewek. Yah, meski mantannya banyak" heran Iger lalu terkekeh.

Fajar menarik tangan Abel mendesak antrian. Para siswi yanh sedang antri memesan memberi jalan lebar-lebar agar Fajar bisa lewat dengan leluasa. Tak sedikit yang mengelukan nama Fajar. Namun Fajar hanya membalasnya dengan senyuman tipis, itupun sudah membuat mereka teriak kegirangan.

"Buk. Aqua dingin satu sama tissue kecil satu" teriak Fajar memesan.

Dengan sigap ibu kantin mengambil pesanan Fajar. Fajar menyerahkan beberapa uang untuk membayarnya. Sekarang Fajar menggandeng Abel mencari meja kosong. Namun seluas mata memandang penjuru kantin, tidak ada meja kosong. Fajar datang ke meja siswi sepertinya anak kelas X, sama seperti Abel.

"Pindah tempat" kata Fajar dingin kepada cewek kelas X tadi. Bukannya protes karena diusir, anehnya siswi tadi mengangguk lalu berdiri dari kursinya.

"Maaf ya" kata Abel mewakili Fajar dan dirinya. Abel jadi merasa tak enak hati kepada siswi itu. Siswi itu mengangguk tersenyum dan akhirnya pergi.

Fajar menarik Abel duduk disebelahnya. Tanpa protes Abel mengikuti apa yang diperintahkan Fajar. Darah Abel bagai berdesir dan jantungnya sudah memberontak ingin keluar. Seperti Abel sangatlah bahagia. Namun Abel berusaha bersikap biasa saja dan menahan senyumnya.

"Hadap gue" perintah Fajar.

Abel menghadap Fajar, menatap lekat apa yang sedang diperbuat Fajar. Fajar mengambil tissue dan membasahinya dengan air aqua dingin. Fajar langsung menempelkannya pada pipi Abel yang terkena tamparan Nara. Fajar tak menjauhkan telapak tangannya dari pipi Abel. Telapak tangannya terus menempel dipipi kiri Abel. Sungguh perlakuan Fajar membuat Abel membeku dan tak berkedip.

Semua pasang mata melihat perlakuan Fajar kepada Abel. Mereka menatap kaget dua anak manusia itu. Bahkan Melati yang akan memasuki kantin menghentikan langkahnya lalu menutup mulutnya dengan tangannya. Kaget Melati bukan main. Si badboy player tukang bully sepertinya telah jatuh cinta kepada Abel. Melati tersenyum bahagia melihatnya.

Hate but Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang