"Tungguin woy!" teriak Davin kepada Abel.
Terpaksa Davin harus berlari lagi untuk mengejar Abel. Ya, memang harusnya cewek dikerjar bukan mengejar. Dengan napas terengah-engah Davin akhirnya berhasil mencekal pergelangan tangan Abel.
"Apaan sih lo" tanya Abel.
"Tanggung jawab lo udah bikin gue lari. Gue capek tau" keluh Davin
"Siapa suruh ngejar?"
"Kodratnya cewek tuh ya dikejar bukannya ngejar"
"Sok quotes lo"
"Bella"
"Apaan!"
"Nanti jalan sama gue. Nanti gue jemput. Lo serumah sama Melati kan?"
Abel tampak berpikir sejenak. Tidak ada salahnya juga menerima ajakan Davin. Toh nanti malam Abel free. Abel memutuskan untuk setuju atas ajakan Davin.
"Hmm. Boleh juga sih"
"Jam tujuh gue jemput ya?"
"Hmm"
Setelah Abel melenggang, Davin kembali ke kelasnya. Di ambang pintu kelasnya, Davin melihat Iger sedang bersedekap tangan dengan rahang yang mengeras. Davin hanya mengangkat bahunya tak acuh.
"Berhenti lo Vin" perintah Iger.
"Kenapa?"
"Sebenernya yang lo mau Melati atau Abel?" tanya Iger sengit. Mata elang Iger menatap mata hitam milik Davin. Menyiratkan emosi yang tak dapat diartikan.
"Apa urusannya sama lo?" remeh Davin membuat gigi Iger gemertuk dan tangannya mengepal.
"Mereka kakak adek. Lo ga bisa embat dua-duanya. Di satu sisi lo tenangin Melati di satu sisi lagi lo juga tenangin Abel. Mau lo apa?"
"Harusnya gue yang nanya 'Mau lo apa?' kemana lo waktu Melati nangis? Elo nya ada gak waktu Melati butuh seseorang buat nenangin dirinya? Kemana lo waktu Melati nangis gara-gara temen lo bully adeknya?" tanya Davin balik dengan nada menusuk.
Sungguh yang dikatakan Davin benar. Dimana dirinya saat Melati butuh? Benar Iger yang salah. Iger menutup matanya sejenak meredam emosi yang memuncak.
"Thanks Vin" terimakasih Iger kepada Davin.
"Yoi" jawab Davin menepuk bahu Iger lalu masuk kelas.
Iger berpikir sejenak. Fajar kali ini benar-benar kelewatan. Sebagai seorang sahabat, sudah sewajibnya Iger mengingatkan Fajar agar tak terjerumus pada hal-hal yang membuat masalah akan datang. Iger memutuskan untuk kembali ke kantin untuk menyusul Fajar dan kawan lainnya.
Iger berjalan ke kantin. Sesampai dikantin Iger melihat Fajar hanya melamun sedangkan Stefan dan Adrian sedang bergurau. Iger tahu betul pasti ada rasa bersalah di dalam hati Fajar tapi Fajar enggan mengakuinya karena gengsi. Iger langsung saja menghampiri kawannya.
"Fajar" panggil Iger.
"Ha?"
"Lo pasti lagi merasa bersalah kan?" tanya Iger memastikan.
"Gak sama sekali" bantah Fajar.
"Kalau lo ga merasa bersalah, ngapa muka lo tegang gitu kayak orang nahan boker? Mana tadi ngelamun" sarkas Stefan sambil terkekeh
"Biasanya juga Fajar kalau abis bully orang gak kayak gini. Apa lo mulai naksir beneran sama Abel?" imbuh Adrian
"Apaan sih lo njir! Gue benci Abel mana mungkin gue suka!" bantah Fajar lagi.
"Benci beda tipis sama cinta Jar" ucap Iger yang membuat Fajar hanya mendengus.
"Lo harusnya minta maaf sama Abel Jar" nasihat Iger.
"Dia duluan yang bikin masalah sama gue!"
"Tapi lo berlebihan. Sedangkan dia itu cewek bro" Stefan menimpali yang di beri anggukan oleh Adrian dan Iger.
"Kalian temen gue apa Abel sih?" tanya Fajar dengan nada dingin.
"Temen lo lah. Gue cuma ngingetin aja" jawab Iger santai agar tak menambah masalah karena Fajar emosi.
⚫⚫⚫
Abel memasukan buku dan beberapa alat tulis ke dalam tasnya. Mood Abel sedang hancur karena ponselnya sudah hancur karena seorang Fajar Dika Dewanggara. Hari-hari Abel akan hampa tanpa ada ponselnya. Walaupun ponselnya digunakan hanya sekedar untuk melihat timeline.
Abel berjalan lunglai menuju parkiran. Matanya masih sembab karena menangis tadi. Beberapa siswa melihat Abel yang malang karena telah dibully Fajar. Sungguh Abel tidak suka di tatap iba. Jika mood Abel sedang baik, maka habislah siswa yang menatapnya dengan tatapan iba. Karena Abel akan memarahi siswa yang menatapnya iba.
Dijalan, Abel bertemu dengan Fajar. Abel mengabaikannya. Begitu juga Fajar mengabaikan Abel. Seolah tak terjadi apa-apa dan tidak ada rasa bersalah dihatinya. Abel hanya menghela napas sejenak lalu pulang bersama Melati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate but Love
Roman pour AdolescentsSeorang Fajar Dika Dewanggara Badboy sekaligus penyumbang dana terbesar di sekolah ternama jatuh cinta pada cewek yang sangat dibencinya karena sifat nyolotnya? Dan cewek yang berani dengan Fajar itu adalah anak baru di sekolah Fajar. Abella Agatha...
