EMPAT : ANCAMAN FAJAR

11.4K 801 11
                                        

Rere sedang merogoh tasnya seperti mencari sesuatu. Muka Rere nampak gelisah. Keringat mengalir dipelipisnya. Abel dan Disha mengamati Rere yang nampak sangat khawatir.

"Lo cari apa re?" tanya Disha

"Kunci Rere hilang. Haduh gimana nih!" jawab Rere gelisah.

"Terakhir lo taruh mana re?" Tanya Disha lagi.

"Tadi pagi tuh udah Rere taruh di dalem tas! Tapi sekarang kok ga ada?" Rere menghapus keringat yang mengalir di pelipisnya.

"Coba dicek diparkiran dulu. Yuk gue temenin" ajak Abel.

"Yaudah ayo!" Rere tergesa-gesa.

Abel, Disha, dan Rere buru-buru jalan ke parkiran. Raut wajah Rere nampak gelisah. Keringat menghiasi wajahnya. Matanya tampak berkaca-kaca.

⚫⚫⚫

Stefan, Fajar, dan Adrian masih juga belum pulang. Mereka tampak sedang bersantai duduk diatas motornya. Adrian melihat kunci yang masih di motor. Adrian tersenyum melihat gantungan kunci itu. Adrian turun dari motor dan beranjak mengambil kunci itu.

"Mau kemana yan?" tanya Fajar memastikan.

"Kesitu" jawab Adrian sambil menunjuk ke arah motor matic yang kuncinya masih menempel.

Adrian mengambil kunci itu dan menggenggamnya. Adrian tersenyum karena gantungan kunci itu lucu. Bentuk hello kitty yang sedang memegang bunga. Adrian pun kembali duduk diatas motor sportnya.

"Hello kitty. Lucu juga" gumam Adrian.

"Punya siapa?" Stefan kepo.

"Mana gue tau" jawab Adrian seadanya.

Tak lama kemudian datanglah tiga cewek dengan muka gelisah, napas terengah-engah, dan keringat mengalir di dahi dan pelipisnya. Mereka adalah Rere, Abel, dan Disha.

Rere, Disha, dan Abel berlari ke arah motor Rere tanpa mempedulikan keberadaan Fajar, Stefan, dan Adrian. Rere mengecek motornya. Ternyata kuncinya tidak ada. Muka Rere tambah gelisah. Rere takut tidak bisa pulang. Rere terus memutari motornya mencari sebuah kunci dengan gantungan hello kitty yang sedang menggenggam bunga.

"Ada gak re?" tanya Abel sambil membantu Rere mencari kunci.

"Ga ada bel. Kunci Rere mana sih!" geram Rere emosi.

"Tadi sebenernya udah lo masukin tas belom re?" Kata Disha menatap Rere.

"Udah! Ih mana sih!"

Rere gusar mencari kuncinya. Adrian yang melihatnya langsung menghampiri Rere. Adrian menyodorkan sebuah kunci yang dicari Rere.

"Lo cari ini?" tanya Adrian lembut.

"Kunci Rere! Makasih!" jawab Rere riang sambil melompat dan menggenggam erat kuncinya. Abel dan Disha pun lega.

"Lo lucu" Adrian pun tersenyum.

"Hah? Apa?" tanya Rere cengo.

"Minta Id lo"

"Kak Iyan beneran?"

"Beneran"

"Rereaqillariska_"

"Nanti gue add sama gue chat"

"Rere tunggu ya kak Iyan" kata Rere sambil tersenyum lebar. Adrian mengangguk dan tersenyum.

Abel memutar bola matanya. Disha hanya diam mematung. Namanya Rere kalo gebetan deketin dia mana di sia-siain? Kata Rere takut mubazir. Bego emang.

"Ayo Re. Kuncinya udah ketemu kan? Kita ke kantin bentar. Gue haus" ucap Abel

"Disha juga haus. Capek abis lari"

Rere mengangguk. Abel jalan tanpa menyapa bahkan menunduk di hadapan Fajar. Abel cuek dan tidak menganggap keberadaan Fajar. Fajar merasa diremehkan oleh Abel. Selama ini tidak ada cewek yang berani dan melawan pada Fajar. Rata-rata cewek biasanya malah mengemis cinta pada Fajar.

Abel menghentikan langkahnya saat merasa tangannya dicekal oleh seseorang. Abel pun membalikan badannya menghadap yang mencekal tangannya tadi. Mata Abel membulat ketika mengetahui yang mencekal tangannya adalah Fajar. Rere dan Disha pun ikut berhenti dan berbalik arah saat derap suara langkah Abel tak terdengar.

"Lepas" kata Abel dingin.

"Gue mau lo jadi pacar gue! Gue ga bakal buat lo tenang disekolah ini kalau lo nolak gue!" ancam Fajar kepada Abel.

Abel menarik tangannya paksa dari genggaman Fajar. "Gue ga mau dan gue ga takut" bantah Abel dengan percaya diri.

Fajar membulatkan matanya. Amarahnya memuncak. Selama ini tidak ada yang seberani ini pada dirinya. Fajar merasa diremehkan oleh Abel. Fajar menyeringai.

"Kita lihat aja ABELLA AGATHA" kata Fajar melihat name tag dan menyebut nama Abel dengan nada penekanan.

"Bakal gue lihat Fajar Dika. Oh sorry yang D belakang sendiri gue ga tau namanya" remeh Abel lalu pergi meninggalkan Fajar yang sedang menahan gejolak emosinya.

Stefan dan Adrian datang mengelus bahu Fajar. Adrian dan Stefan memasang muka sedihnya.

"Yang sabar ya bro" nasihat Stefan dengan nada dibuat-buat.

"Mohon bersabar ini ujian" timpal Adrian.

"Bangke!" umpat Fajar

Hate but Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang