Abel berlari menuju kelasnya. Gugupnya tak terhingga. Fajar benar-benar membuat jantung Abel menjadi seperti meloncat ingin keluar. Senyum tipis tercetak jelas dibibir Abel. Karena berlari sambil melamunkan Fajar, Abel menabrak seseorang.
Abel menutup matanya. Tubuh Abel terhuyung dan hampir jatuh kebawah jika seseorang yang ditabraknya tak merengkuhnya. Hidung Abel mencium bau maskulin khas cowok. Abel perlahan membuka kelopak matanya yang terpejam.
"Kak Davin!" Abel langsung berdiri tegak menjaga jarak dengan Davin. "Maaf kak, gue gak sengaja" imbuh Abel.
"Gapapa kali. Malah gue seneng bisa meluk elo lagi. Eh". Davin membungkam mulut dengan tangannya sendiri. Ceroboh sekali dia sampai keceplosan.
Abel diam membeku. Penuturan Davin membuat tubuhnya terasa kaku untuk bergerak. Lidah Abel terasa kelu untuk sekedar menjawab. Biasanya jika Fajar yang seperti ini jantung Abel berdetak kencang. Namun ini tidak. Bukan seperti saat pertama Abel bertemu Davin. Seolah hati Abel sudah disinggahi oleh Fajar hingga Abel tak terbawa perasaan.
"Ha? Lo ada-ada aja sih kak" Abel terkekeh geli.
Davin tersenyum kecut dengan pendapat Abel. Jujur saja Davin mengalami istilah love first sight. Namun sepertinya tidak bagi Abel. Davin tak boleh menyerah dengan hanya respon Abel yang seperti itu. Davin akan berjuang agar Abel jatuh dalam peluknya.
Abel membuka resleting tas ranselnya. Abel seperti mencari sesuatu di dalamnya, jaket Davin. Hampir saja Abel lupa menyerahkannya kepada Davin.
"Kak, ini jaket lo makasih ya. Sorry balikinnya lama. Gue lupa" kata Abel sambil menyodorkan sebuah jaket jeans milik Davin.
Dengan senang Davin menerimanya. "Sama-sama. Gapapa kali santai aja"
"Itu udah gue cuci, udah gue setrika, sama gue kasih parfum loh. Jadi lo ga perlu nyuci lagi" gurau Abel.
"Iya bawel"
"Udah ah gue mau ke kelas. Bye!"
"Bye!"
Abel meninggalkan Davin untuk ke kelasnya. Davin menatap jaketnya lalu tersenyum manis. Davin mencium bau jaketnya. Wangi cherry blossom khas Abel. Abel ini ada-ada saja jaket cowok diberi parfum cewek. Davin terkekeh geli lalu memeluk jaketnya dan melanjutkan langkahnya yang tertunda karena tabrakan oleh Abel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate but Love
Teen FictionSeorang Fajar Dika Dewanggara Badboy sekaligus penyumbang dana terbesar di sekolah ternama jatuh cinta pada cewek yang sangat dibencinya karena sifat nyolotnya? Dan cewek yang berani dengan Fajar itu adalah anak baru di sekolah Fajar. Abella Agatha...
