Setelah membeli minum di kantin. Abel, Rere, dan Disha memutuskan untuk langsung pulang. Ketika perjalanan mau ke parkiran Abel berjalan gotai menuju mobilnya. Untung Fajar dan temannya yang gesrek itu sudah pulang. Sepertinya ancaman Fajar membuat Abel takut juga. Bukan dari ancamannya. Tapi dari sorot mata Fajar yang menatap Abel penuh kebencian. Tapi Abel harus kokoh dengan pendiriannya. Ia tak boleh terlihat lemah di hadapan Fajar.
"Abel kok jalannya lemes gitu?" tanya Rere.
"Gapapa. Cuma capek aja" jawab Abel dengan seulas senyum dibibirnya.
"Ancaman Fajar tadi ga usah di dengerin bel. Rere sama gue bakal ada disamping lo. Lo ga salah jadi ga usah takut" kata Disha menenangkan Abel. Rere pun mengangguk setuju atas pendapat Disha.
"Makasih ya Rere, Disha. Yaudah gue pulang dulu. Bye!" Pamit Abel sambil melambaikan tangannya.
"Bye!" Balas Disha dan Rere.
⚫⚫⚫
Abel duduk di ruang tamu sambil menonton acara televisi kesukaannya, Masha and The Bear. Biasanya Abel akan tertawa terpingkal-pingkal melihat ulah Masha yang bandel. Tapi kali ini Abel merasa kesepian. Setelah beberapa saat menonton televisi dengan jenuh, akhirnya Abel mendapatkan ide. Abel mengambil ponsel miliknya yang berada di meja. Lalu Abel mengirim pesan untuk kakaknya, Melati.
Abella : kak lo nonton dimana?
Melati : bioskop lah.
Abella : maksutnya di mall mana?
Melati : Epicentrum XXI.
Abella : gue nyusul ya kak?
Melati : ganggu orang aja sih lo!
Abella : kalau ga boleh gue bilangin mama tadi lo ninggalin gue demi nonton sama gebetan lo.
Melati : yaudah boleh.
Abella : makasih<3
Melati : Adek jahanam!
Abel tersenyum puas dengan jawaban kakaknya. Bukan Abel namanya kalau tidak bisa mengancam Melati. Abel beranjak dari duduknya lalu berlari ke kamarnya. Abel bersiap-siap dan ganti baju. Abel memakai kaos hitam dengan bercak color splash dan celana jeans biru laut. Setelah itu Abel mengucir rambut panjangnya dengan tali rambut warna hitam. Abel mengoleskan liptint peach pada bibirnya agar tidak terlihat pucat.
Setelah puas melihat dandanannya Abel tersenyum manis di depan kaca. Ketika dirasa dandanannya sudah cukup, Abel mengambil dompet dan ponselnya. Abel memesan taksi online lewat ponselnya. Abel berjalan meninggalkan kamarnya menuju dapur. Terlihat mama Abel sedang menuangkan air minum pada gelas.
"Adek mau kemana?" tanya mama Abel.
"Mau ke mall ma, mau nonton. Disana udah ada kak Melati" jelas Abel.
"Naik apa adek kesana nya?"
"Abel udah mesan taksi online kok ma. Abel malas nyetir. Yaudah Abel berangkat ya ma" pamit Abel lalu mencium punggung tangan mama nya.
"Iya. Hati-hati" kata mama Abel.
Abel mengacungkan jempolnya ke arah mamanya. Mama Abel hanya tersenyum melihat putrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate but Love
Teen FictionSeorang Fajar Dika Dewanggara Badboy sekaligus penyumbang dana terbesar di sekolah ternama jatuh cinta pada cewek yang sangat dibencinya karena sifat nyolotnya? Dan cewek yang berani dengan Fajar itu adalah anak baru di sekolah Fajar. Abella Agatha...
