TIGAPULUHLIMA : HANCUR

7.8K 530 37
                                        

Usai sekolah Fajar langsung mengurung diri di kamar. Fajar memukul samsak untuk melampiaskan emosinya. Fajar memukul samsak tanpa menggunakan sarung pelindung tangan sehingga membuat tangannya berdarah. Kata kasar kadang menggema di kamar Fajar. Fajar terus memukul samsak dihadapannya. Keringat mengalir di pelipisnya. Bayangan Abel dibenaknya tak kunjung hilang membuat Fajar semakin sakit hati.

"ARRGH! BANGSAT!"

Fajar menjatuhkan tubuhnya diatas kasur. Tangannya tetap mengepal. Darah mengalir dari tangannya. Luka yang terkena tetesan keringat membuat luka itu semakin perih. Impas sudah hati dan tubuhnya sama-sama perih.

Fajar memejamkan matanya. Senyum Abel terlintas dalam pikirannya. Langsung saja Fajar membuka matanya dan menampar dirinya sendiri. Fajar kalut dalam emosi.

"GILA!"

Terdengar ketukan pintu dan seruan seorang wanita.

"Fajar keluar makan dulu. Mama udah masak. Itu kamu ditunggu Davin, mama, sama papa" seru Rini dari luar kamar Fajar.

"Fajar mau mandi, ma. Gerah. Mama makan duluan aja" jawab Fajar dari dalam kamar.

"Yaudah deh"

Tak ada suara lagi. Fajar segera bangkit mengambil handuk lalu merendam dirinya di air dingin dengan pakaian utuh. Fajar menenggelamkan badannya di dalam bath tub.

Mata Fajar terpejam. Saat terpejam yang melintas di pikiran Fajar ialah senyum Abel. Fajar tersenyum getir. Tanpa sadar setetes air mata mengalir di pipi Fajar. Bilang saja Fajar manja, tapi itu salah. Gagal mengikat orang yang kita cintai dengan hubungan itu sakit. Terlebih maknanya dia ingin bebas tak ingin memiliki ikatan. Itu membuat hati Fajar remuk.

Fajar bangkit dengan pakaian basah kuyup. Fajar mengganti bajunya lalu mengambil handuk untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Tangan Fajar meraih sisir dan menyisir rambutnya yang masih basah.

Usai menyisir rambutnya, Fajar turun untuk mengambil makan. Melewati ruang keluarga, Fajar melihat mama dan papa nya sedang menonton televisi. Fajar acuh melewati mama dan papa nya tersebut dari belakang sofa yang mereka duduki

Fajar terus melangkah sampai ke dapur. Matanya menangkap figur Davin yang sedang minum. Fajar menghampiri Davin dan menepuk bahunya.

"Selamat! Lo rebut semua dari gue. Setelah Abel lo mau rebut apa lagi dari gue" setelah mengucapkan kata-kata yang membuat Davin merasa dihantam, Fajar tertawa penuh kehancuran.

Baru saja Davin membuka mulutnya untuk bicara, Fajar kembali menepuk bahu Davin lumayan kencang hingga Davin mengurungkan niatnya untuk bicara.

"Sshtt! Udah bro gak usah ngomong. Omongan lo sama hati lo beda. Di mulut lo bilang 'gue gak rebut Abel' tapi di hati lo bilang 'gue bakal rebut Abel dari lo'. Ya kan? Udah ah gue laper abis bacot" Fajar menyengir dipaksakan lalu mengambil piring.

Davin bungkam. Lebih baik membuat Fajar menenangkan diri dengan tak menentangnya disaat-saat hatinya sedang kacau.


Hate but Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang