Usai diobati Abel, Fajar duduk di sofa ruang tamu bersama Abel dan Melati. Mereka duduk dengan posisi Abel disebelah Fajar dan Melati menyendiri di pojok kanan sofa.
Melati sering kali mengecek ponselnya lalu mengetik sesuatu dengan senyum sumringah. Fajar berjengit ngeri takut jika Melati ternyata diam-diam kesurupan. Abel juga menatap Melati was-was jika saja kakaknya itu memiliki gangguan jiwa.
"Lo apaan sih kak senyum-senyum? Bikin ngeri tau ga?" celetuk Abel.
Tatapan Fajar kini beralih ke Abel. "Bel, lo sarap kayak si Melati ga?"
Abel memukul lengan Fajar yang berada di sebelahnya. "Ngaco lo kalau ngomong! Melati aja yang gila, gue mah enggak!"
"Lo kalau marah tambah cantik lo Bel. Jangan salahin gue kalau gue tambah naksir" goda Fajar membuat pipi Abel bersemu
"Apaan lo gombal-gombal. Sok mantep lo tai" balas Abel sengit padahal hatinya sudah terbang.
Melati yang sebenarnya sedang chat dengan Iger tak menghiraukan Abel yang sedang ribut dengan gebetannya. Senyum Melati terus mengembang mendapati Iger yang mengirim pesan chat gombal gombal gembel.
"Ngeri gue sama kakak lo, Bel. Ke teras aja yuk" ajak Fajar yang mendapati anggukan dari Abel.
Mereka berdua akhirnya ke teras rumah Abel. Keduanya duduk di lantai dan menyender di tembok. Setelah debat tadi, kali ini tak ada yang membuka suara. Keduanya tenggelam dan larut dalam pikiran masing-masing.
Mata Fajar menatap langit. Langit yang tadinya cerah karena sinar terik matahari kini mendung. Rintik hujan turun seiring berjalannya waktu. Fajar menyunggingkan senyumnya.
"Bel, ayo hujan-hujanan" Fajar menarik tangan Abel.
"Gak ah. Gue jadi inget waktu lo turunin pas hujan di tengah jalan" balas Abel sambil menatap nyalang buliran air yang turun ke bumi.
"Kali ini gue temenin. Dan kali ini bakal jadi hal yang gak pernah lo lupain" yakinkan Fajar kepada Abel.
Abel menggeleng menolak ajakan Fajar. Tak perlu persetujuan dari Abel, Fajar langsung menggendong Abel ala bridal style lalu membawa Abel untuk berhujan hujanan.
Abel yang tiba-tiba digendong Fajar hanya bisa mengalungkan tangannya di leher Fajar. Pipi Abel langsung bersemu tak menyangka cowok yang sangat menyebalkan layaknya Fajar bisa berulah semanis ini.
Saat bulir-bulir hujan mengenai wajah Abel, Abel memejamkan matanya. Matanya perih terkena hujan. Fajar yang mengetahui itu langsung mendekatkan wajahnya kepada gadis yang sedang dia gendong itu. Dengan wajahnya yang tepat di depan wajah Abel, ini bisa menghalau air hujan agar tak langsung mengenai mata Abel.
Abel yang merasa air hujan tak mengenai wajahnya lagi membuka matanya secara perlahan. Napas Abel tercekat ternyata wajah Fajar ada di depannya dengan jarak yang dekat. Sejenak Abel terpana dengan Fajar. Pandangannya seolah terkunci oleh mata elang Fajar.
Abel yang dilihat se intens itu langsung menurunkan tangan kirinya dari kalungan di leher Fajar. Perlahan Abel mendorong wajah Fajar. Bisa-bisa jantung Abel copot karena berdegub sangat kencang. Yang pasti karena ulah Fajar tadi.
"Turunin! Gue kedinginan tau" alibi Abel.
Fajar tersenyum miring lalu menurunkan Abel dari gendongannya. Begitu Abel berdiri, Fajar langsung memeluk erat Abel. Abel mematung ditempat. Pelukan Fajar sungguh membuatnya nyaman dan tenang. Dinginnya air hujan kini kalah dengan hangatnya pelukan Fajar.
"Masih dingin gak?" tanya Fajar memastikan.
Abel menggeleng dalam dekapan hangat Fajar. Tanpa disangka Fajar, Abel membalas pelukan Fajar. Bahkan lebih erat dari Fajar. Senyum manis terajut di bibir keduanya di bawah rintiknya hujan.
Memang dasarnya Melati doyan ngintip, lagi-lagi Melati kali ini mengintip juga. Melati senang sekaligus iri kepada Abel karena Iger belum pernah mengajaknya hujan-hujanan. 'Sweet banget kayak yang di tipi-tipi. Gue juga pengen kali sama Iger' batin Melati.
Melati menyudahi aksi mengintipnya lalu mengambil ponselnya. Lalu dari balik jendela Melati diam-diam mengambil foto Abel dan Fajar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate but Love
JugendliteraturSeorang Fajar Dika Dewanggara Badboy sekaligus penyumbang dana terbesar di sekolah ternama jatuh cinta pada cewek yang sangat dibencinya karena sifat nyolotnya? Dan cewek yang berani dengan Fajar itu adalah anak baru di sekolah Fajar. Abella Agatha...
