DUAPULUH SATU : JEPIT UNTUK ABEL

9.8K 650 6
                                        

Tepat pukul 06.30 AM Fajar sudah berada di depan rumah Abel sedang duduk diatas motornya. Fajar menjemput Abel tanpa memberi tahu Abel terlebih dahulu. Dilihat Fajar, Abel sedang menatapnya heran sambil berjalan bersama Melati. Rambut Abel hari ini digerai membuat paras cantiknya bertambah.

"Lah, lo lok disini Jar?" tanya Abel heran.

Fajar tersenyum tipis "Jemput lo"

Fajar berkedip sebelah mata ke arah Melati. Untung saja Melati paham akan maksut Fajar. Melati langsung buru-buru masuk ke mobil meninggalkan Abel.

"Lo bareng Fajar aja dek. Gue duluan" pamit Melati langsung mengeluarkan mobilnya dari garasi dan meninggalkan Abel beserta Fajar.

Fajar menyodorkan helm putih ke Abel. "Yuk berangkat. Bengong mulu kayak kambing bego" ledek Fajar.

Abel menggumam lalu memakai helm yang diberikan Fajar. Fajar menaiki motor dan di ikuti oleh Abel yang dibelakangnya. Abel tangan Abel berpegangan dengan tas ransel hitam yang dikenakan Fajar. Fajar tersenyum miring lalu melajukan motornya pelan.

Tak ada pembicaraan diantara mereka. Kedua belah pihak sedang menikmati suasana hari ini. Fajar yang bahagia karena bisa berangkat bersama Abel. Abel yang sedang menikmati angin pagi yang membelai pipi dan mengibaskan rambutnya yang tergerai.

Sampailah mereka diparkiran sekolah. Banyak murid yang menatap mereka. Rata-rata para perempuan yang menatap. Menatap sinis Abel karena berangkat bersama Fajar. Sepertinya mereka iri tapi tak masalah buat Abel. Abel turun dari motor Fajar dan melepas helm.

Rambut Abel berantakan. Abel menyisirnya menggunakan tangannya. Fajar yang melihat Abel langsung mencari sesuatu dalam tasnya. Akhirnya Fajar menemukan sesuatu yang sedang dicarinya, Jepit warna hitam.

Fajar langsung memakaikannya di rambut Abel. Abel terkejut karena Fajar memakaikannya jepit rambut. Abel juga kaget karena wajahnya dekat dengan Fajar. Abel menahan napasnya sejenak. Fajar tersenyum miring menatap Abel.

"Biar tambah cantik" goda Fajar membuat pipi Abel memerah.

Abel mendorong wajah Fajar dengan telapak tangannya. "Apaan sih lo!"

Fajar terkekeh melihat pipi Abel yang bersemu. Fajar menahan keinginannya mencium pipi Abel yang menggemaskan saat bersemu. Abel lucu menurut Fajar. Sepertinya Fajar mulai tertarik dalam pesona Abel.

Tiba-tiba Stefan, Adrian, dan Iger datang merusak suasana. Fajar mendengus menatap ketiga sahabatnya itu. Sedangkan mereka bertiga hanya terkekeh melihat ekspresi bete Fajar.

"Whooaaa... Fajar ngegas guys" celetuk Adrian.

"Cciiee Fajar ngegas. Kebelet punya pacar" timpal Iger

"Dedek Abel sama abang Stefan aja. Lebih ganteng kuadrat dari pada si kampret Fajar" goda Stefan.

Fajar mendelik ke Stefan. "Gue gorok lo ngambil Abel dari gue"

"Ck! Mainnya nganceman" gerutu Stefan.

Abel menggerutu dalam hati. 'Fajar apaan sih. Gue bukan pacarnya dia juga'. Abel mulai tak nyaman dengan suasana ini. Fajar berdebat dengan temannya karena menggoda Abel.

"Yaudah gue ke kelas dulu. Bye!" Abel pamit langsung berjalan cepat meninggalkan empat sekawan gesrek. Disela berjalannya Abel mendengar Fajar menggerutu pada teman-temannya.

"Lo sih! Gue ditinggalkan!" Dengar Abel Fajar menggerutu seperti itu pada teman-temannya.


Hate but Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang