Karena Davin terus melawak, tak terasa bel istirahat berbunyi. Para siswa berdesakan mengantri untuk memesan makanan pada ibu kantin. Tak jarang juga yang berebut meja. Untung saja Abel dan Davin sudah dapat tempat duduk dari tadi.
Tampak Fajar dan rombongannya sedang merebut meja dari seorang cowok nerd. Fajar memang suka memaksa. Dengan statusnya sebagai penyumbang dana terbesar, kerap kali Fajar menyalah gunakan kebaikan orang tuanya untuk mengancam. Tentu saja tidak ada yang berani melawan Fajar. Mereka takut di depak dari sekolah karena melawan Fajar.
Bola mata Abel melihat Melati yang sedang mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kantin. Seperti Melati mencari tempat duduk. Abel melambaikan tangannya ke Melati.
"KAK!" teriak Abel memanggil Melati. Melati melihat Abel yang memanggilnya. Melati pun berjalan menuju meja Abel dan duduk di sebelah Abel.
"Loh dek? Kok lo sama Davin?" tanya Melati.
"Tadi dia nolong gue kak. Dia minjemin jaketnya buat nutupin rok gue yang belakangnya ada permen karetnya" jelas Abel yang dibalas anggukan oleh Melati.
"Mel lo kakaknya Bella?" tanya Davin sambil melirik Abel dan Melati bergantian.
"Abel bukan Bella" bantah Melati.
"Gue maunya panggil Bella. Biar beda dari yang lain" bangga Davin sambil tersenyum. Abel memutar kedua bola matanya.
"Kak mau minum apa? Biar gue aja yang pesen" tawar Abel.
"Es teh aja"
"Gue gak usah. Minum gue masih kok" kata Davin.
"Gak nanya lo" sarkas Abel.
Abel menghela napasnya. Kali ini Abel harus melewati Fajar dan rombongannya. Dengan lagkah penuh yakin, Abel melangkahkan kakinya. Tiba-tiba ponsel yang berada di saku celana Abel bergetar. Abel mengambil ponsel di saku celananya dan mengecek beberapa notifikasi di ponselnya.
Fajar melihat Abel yang sibuk dengan ponselnya sambil berjalan. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Fajar sengaja membuat Abel tersandung karena kakinya.
Bruk!
Semua murid melihat ke arah Abel. Abel tersandung hingga terjatuh. Lutut Abel mengeluarkan darah sedangkan ponsel Abel sudah melayang dan jatuh. Abel mendongak menatap siapa yang membuatnya terjatuh. Abel menghela napasnya. Lututnya terasa perih. Abel bangkit mengambil ponsel yang berjarak beberapa meter dari tempat Abel jatuh. Mata Abel berkaca-kaca mendapati layar ponselnya telah pecah.
Davin dan Melati hanya diam melihat kejadian itu. Mereka bukannya tak peduli tapi enggan menambah masalah. Mata Melati sendiri juga sudah berkaca-kaca melihat darah yang mengalir pada lutut Abel.
Setelah mengambil ponselnya yang layarnya sudah remuk, Abel berjalan ke arah Fajar. Matanya sudah berkaca-kaca namun sekuat tenaga Abel menahan emosinya agar air mata tidak menetes dari pelupuk matanya. Abel menatap Fajar sendu. Fajar menatap Abel datar seolah tak merasa bersalah.
"Gue sebenernya salah apa sama lo? Lo benci banget sama gue. Gue udah berusaha diem saat tau yang ngasih permen karet dikursi gue itu lo. Apa lo belum puas gue dikeluarin dari kelas? Bahkan lebih dari itu sampai temen kelas gue menatap gue iba. Gue juga tetep diem waktu lo nurunin gue ditengah jalan pas hujan Ya, gue kesalahan gue nolak lo. Tapi namanya cinta itu gak bisa dipaksain. Dan makasih ponsel gue udah remuk. Puas lo sekarang?! Gue nantang elo Fajar! Drop out gue dari sekolah ini! Gue juga punya hati! Gue milih lo drop out dari pada menjalani hari-hari gue disekolah ini dengan lo permaluin!" Bentak Abel kepada Fajar.
Hancur sudah pertahanan Abel untuk membendung air mata. Air mata Abel kini sudah mengalir dipipi Abel. Abel mengeluarkan emosinya dihadapan Fajar. Sudah cukup Abel dipermalukan Fajar. Abel pergi dari hadapan Fajar sambil berlari. Sesekali Abel menghapus air matanya kasar.
"Dek! Tungguin" teriak Melati sambil mengejar Abel. Melati melihat ke arah Iger yang sedang menatapnya dengan rasa bersalah. Tapi saat ini Abel yang paling penting.
Davin pun tak tinggal diam. Davin mendesak antrian dan membayar tiga es teh tadi. Setelah itu Davin berlari mengejar Abel. Sebelum mengejar Abel, Davin melirik sinis kepada Fajar. Ditatapnya mata Fajar dengan penuh kekecewaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate but Love
Teen FictionSeorang Fajar Dika Dewanggara Badboy sekaligus penyumbang dana terbesar di sekolah ternama jatuh cinta pada cewek yang sangat dibencinya karena sifat nyolotnya? Dan cewek yang berani dengan Fajar itu adalah anak baru di sekolah Fajar. Abella Agatha...
