Hati Fajar remuk saat melihat Davin berdua bersama Abel. Napas Fajar memburu menahan emosi. Begitu juga saat sekarang, saat sedang pelajaran. Fajar tak fokus. Yang berada di pikirannya hanya Davin sedang berdua dengan Abel.
Fajar menatap tajam Davin. Begitu juga Davin. Masing-masing sorot matanya menyiratkan kebencian.
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Waktu yang ditunggu-tunggu Fajar untuk membalaskan dendamnya kepada Davin. Dengan cepat Fajar memasukan buku ke dalam tasnya. Begitu selesai beres-beres, Fajar langsung ke parkiran.
Di parkiran Fajar menunggu Davin di tempat biasanya Davin memarkir mobilnya. Fajar mengepalkan tangannya saat matanya menangkap figur Davin sedang berjalan dengan santainya. Fajar yang emosi langsung menghampiri Davin.
Bugh!
Fajar melayangkan pukulan nya di rahang Davin. Sudut bibir Davin mengeluarkan darah karena kerasnya pukulan Fajar. Mata Davin langsung menatap tajam Fajar meminta penjelasan.
"Maksut lo apaan sih Jar?!" bentak Davin.
"Lo kenapa deketin Abel sih bangsat! Dia punya gue!"
Davin menyunggingkan senyumnya. "Emang status lo sama Abel apaan? Cuma temen doangkan? Selama kalian menyandang status temen, semua orang berhak deketin Abel. Termasuk gue"
"Apa lo gak puas dengan rebut kasih sayang mama dari gue?!"
"Gue gak ngerebut! Apa mama harus pilih kasih sama anaknya?!"
"Anak mama cuma gue!" Fajar tak terima.
"Terima kenyataan kalau kita saudaraan!"
"Bacot lo!" Fajar kalap.
Bugh!
Davin juga melayangkan pukulannya. Baku hantam terjadi pada keduanya. Tidak ada yang mau mengalah diantara mereka. Tiba-tiba Davin berlari meninggalkan Fajar. Davin mengalah karena tak ingin luka Fajar terlalu parah.
"Pengecut lo anjing!" teriak Fajar memaki Davin.
Tanpa sadar ada seorang gadis yang hendak ke parkiran langkahnya terhenti saat mengamati pertengkaran keduanya. Abel tak menyangka jika Fajar dan Davin bersaudara. Abel menutup mulutnya agar tak berteriak. Saat ini Abel memilih pura-pura tidak tahu. Abel memilih pergi dari tempatnya
Bugh!
Ada seseorang lagi yang memukul Fajar. Yang pasti bukan Davin. Tambah babak belur sudah Fajar. Penampilannya kini kian berantakan. Baju keluar dan dasinya sudah longgar. Bukan seperti gembel Fajar justru makin keren.
"Lo apaan sih Rey!" tanya Fajar saat mengetahui yang memukulnya adalah Rey.
"Lo yang apaan yang bikin Nara nangis!" balas Rey.
"Gue gak apa-apa in si Nara!"
"Lo nyakitin perasaan Nara! Nara itu cinta sama lo! Dan lo seenaknya nyakitin orang yang gue sayang!"
"Gue anggap Nara cuma temen! Matanya aja yang baperan!"
Bugh!
Rey melayangkan pukulannya lagi. Fajar yang tenaganya sudah terkuras saat menghadapi Davin hanya bisa diam tak melawan.
Setelah puas membuat Fajar babak belur, Rey pergi meninggalkan Fajar yang sudah terduduk di lantai parkiran. Sesekali Fajar meringis kesakitan. Tak peduli dengan keadaannya, Fajar bangkit dan berjalan menuju parkiran motornya. Fajar tak mau membuat Abel menunggu. Dan Fajar bersikap biasa saja seolah tidak ada kesakitan yang menjalar ditubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate but Love
Teen FictionSeorang Fajar Dika Dewanggara Badboy sekaligus penyumbang dana terbesar di sekolah ternama jatuh cinta pada cewek yang sangat dibencinya karena sifat nyolotnya? Dan cewek yang berani dengan Fajar itu adalah anak baru di sekolah Fajar. Abella Agatha...
