Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 4

9.6K 382 4
                                        

***

Aku mengambil pasangan cincin itu kemudian menyematkannya di jari Bisma. Setelah itu, aku mendongak untuk menatap Bisma. Pandangan kami bertemu. Matanya seakan menarikku untuk terus menatapnya. Sepertinya.....aku menyukainya.

Aku menyukai mata indah Bisma.

***

Bisma menarik tanganku lembut, membawaku untuk bertemu satu per satu rekan bisnisnya. Tapi, dalam acara seperti inipun mereka lebih banyak membicarakan tentang bisnis.

Aku bosan. Aku tak mengerti apa yang mereka katakan. Mereka hanya bertanya nama dan latar belakang keluargaku, kemudian asyik memperbincangkan soal bisnis.

"Bis.."panggilku
Bisma mendekatkan telinganya padaku.

"Aku haus. Aku ambil minum dulu ya"pamitku
"Nanti kesini lagi"balasnya
Aku mengangguk kemudian pergi.

Aku mengambil sebuah minuman dingin yang telah tersedia. Namun, aku tak langsung kembali ke tempat Bisma. Aku melihat kesana-kemari, mencari sosok sahabatku, Fany.

Ah...itu dia.

Aku menghampiri gadis bergaun maroon itu. Dia melihatku. Kemudian melambaikan tangannya padaku.

Tunggu! Nampaknya dia tengah berbincang dengan seseorang. Aku mempercepat langkahku.

"Mawar loe pasti nggak akan nyangka"girang Fany
Pria yang tengah berbincang dengan Fany menoleh ke arahku.
"Hh? Pak Brian?"kagetku

Brian Renandi. Dosen muda terkeren, most wanted di kampusku.

Dulu. Mungkin sekitar setengah tahun lalu. Kini ia sudah pindah. Ada yang bilang, dia bekerja di kantor pusat yang membawahi yayasan kampusku.

"Hay Mawar! Senang sekali bertemu kamu disini"ujar Pak Brian sembari berjabat tangan denganku

"Pak Brian kenapa bisa disini?"bingungku
Pak Brian terkekeh sebentar. Apa ada yang lucu?

"Saya disini untuk menghadiri pertunangan saudara sepupu saya"pak Brian
Aku menyeritkan alisku. Sepupu?

Aku hampir saja menjatuhkan gelasku saat merasakan seseorang merengkuh pinggangku. Aku segera menoleh, dan mendapati sosok Bisma yang melakukannya. Aku melemparkan tatapan protes padanya. Namun ia tak memperdulikannya.

"Kau sudah datang?"tanya Bisma sembari menatap Pak Brian

Tunggu! Mereka saling kenal?

Pak Brian mengangguk.
"Aku tidak menyangka jika tunanganmu adalah mantan mahasiswaku"pak Brian

Bisma beralih menatapku.
"Perkenalkan, dia Brian, adik sepupuku. Dan...Brian, dia tunanganku, Mawar"ujar Bisma memperkenalkanku dengan pak Brian

Aku berdecak kesal. Bukankah tadi sudah Pak Brian katakan jika kami sudah saling mengenal?

"Pak Brian sudah mengatakannya, Bisma"kesalku

"Eh tunggu! Jangan panggil aku 'Pak' lagi dong. Aku kan sudah bukan dosen kalian. Lagian, kau tunangan Bisma, dan dia kakak sepupuku"Brian
Aku mengangguk paham.
"Baiklah. Akan ku coba"balasku sembari tersenyum

"Bukankah tadi ku bilang untuk segera kembali?"bisik Bisma
"Aku bosan. Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu dan rekan kerjamu bicarakan"jawabku apa adanya
Bisma menghela napas panjang kemudian kembali menatapku.

"Kapan akan kau minum isi gelas itu?"tanya Bisma menatap gelas di tanganku

Ah..benar saja. Sedari tadi aku belum jadi meminum minumanku.

MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang