"Kapan-kapan aku mau kalo kamu ajak kesana lagi"
Yah...begitulah. Ini adalah pengalaman pertama Bisma makan di rumah makan padang. Kasian sekali dia, baru bisa merasakan makanan selezat itu di usianya yang mendekati kepala tiga.
Kini aku merasa sedikit berguna. Tak hanya Bisma saja yang bisa memberikanku pengalaman baru dan membuatku kagum. Aku juga bisa melakukannya hanya dengan mengajaknya mencicipi makanan khas Indonesia yang belum pernah ia coba.
***
Jumat malam. Artinya, besok dan lusa aku libur. Kini aku tengah berkutat dengan beberapa tugas yang ku yakini akan selesai tak lama lagi.
Sedari tadi aku mematikan hand phoneku agar tak mengganggu kesibukanku.
'Cklek'
Aku menolehkan kepalaku ke arah pintu yang terbuka.
"Ada apa bu?"tanyaku pada ibu yang menampakkan diri dari balik pintu
"Ada teman kamu datang"ibu
"Siapa? Fany?"
Ibu menggeleng.
"Lalu?"bingungku
"Namanya Reza. Ibu belum pernah melihatnya. Benar, dia teman kamu?"ibu
Aku tercengang mendengar nama 'Reza' yang baru saja di sebutkan ibu. Benarkah itu kak Reza? Untuk apa dia kemari?
"Kok malah diam saja sih, Mawar? Ada apa? Dia benar teman kamu?"ibu
Hh..aku sangat malas menemuinya. Dia selalu saja mengganggu dan merusak moodku.
"Mawar kenal kak Reza, bu. Tapi dia bukan teman Mawar. Ini juga udah malam, jadi lebih baik kak Reza nya disuruh pulang aja"ujarku
Ibu mengangguk mengerti. Nampaknya beliau juga setuju dengan perkataanku.
"Ya sudah, ibu ke Reza dulu ya?"pamit ibu
Tak lama kemudian ibu menutup kembali pintu kamarku.
Selang beberapa menit, aku menutup buku-buku di hadapanku. Tugasku telah selesai, karena memang tak terlalu banyak dan cukup mudah di kerjakan. Jadi besok aku bisa sepuasnya nonton film yang baru saja ku download tadi siang.
'Cklek'
Aku tersenyum melihat ibu yang kembali masuk ke dalam kamarku.
Tapi tunggu!
Ibu nampak panik. Ada apa?
"Mawar, nak Bisma datang. Dan temanmu yang bernama Reza masih di bawah. Sepertinya nak Bisma tak suka dengan keberadaannya"terang ibu
Aku terdiam di tempatku. Apa yang harus aku lakukan?
Tidak! Aku tidak mau Bisma tau tentang sikap Reza selama ini. Aku tidak mau Bisma salah paham dan timbul masalah diantara kami.
"Lebih sekarang kamu turun!"lanjut ibu
Aku mengangguk cepat kemudian segera berdiri dan berjalan cepat ke arah ruang tamu.
"Bisma"panggilku
Wajahnya nampak memerah menahan emosi. Sorot matanya tajam, mengarah ke arah kak Reza.
Kenapa di saat seperti ini ayah dan kak Elang harus tak ada di rumah?
Aku berjalan cepat ke arah Bisma. Berdiri di antara dia dan Reza.
"Selamat malam Mawar"ujar Reza dengan santainya
Aku menatap tajam ke arah Reza. Ku rasa dia sengaja menyulut api amarah Bisma.
"Pergi loe dari sini!"usir Bisma penuh penekanan
Kak Reza tersenyum ke arahku. Nampaknya dia tak berkeinginan menggubris perkataan Bisma.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)
ChickLit#44 in chicklit (16-12-2017) #68 in chicklit (24-12-2017) #69 in chicklit (13-12-2017) Usia 19 tahun dan aku di jodohkan? Fine. Karena aku tak dapat menolak, atau ayah pasti akan memarahiku habis-habisan. BISMA. Seorang pria dengan wajah santainya...
