Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 28

5.8K 272 25
                                        

.
Tujuh bulan ini, apa artinya bagi Bisma? Apakah ia tak dapat merasakan cintaku? Apa dia tak dapat membalas cintaku?

Kenapa selama ini dia hanya diam, seakan dia menikmati saat-saat bersamaku. Tapi, di belakangku dia bersama wanita lain. Sementara aku, hanya selalu menyimpannya di hatiku.
***

"Bisma!"

Aku tak memperdulikan suara aku. Aku masih terus menatap Bisma. Memohon agar ia menarik kata-katanya.

Namun, dia hanya membalasnya dengan tatapan dingin.

"Aku cinta kamu Bis. Aku sangat mencintai kamu"lirihku

Aku rela memohon untuk dia tetap tinggal. Aku tak rela membiarkannya pergi. Aku tak rela dia meninggalkanku untuk perempuan lain.

"Bisma!"

Lagi. Dan aku tau suara siapa itu. Kak Brian. Tapi, untuk apa dia kemari?

"Bisma, apa yang udah kamu lakuin sama Mawar?"

Bisma diam kemudian berlalu memasuki rumah dan menutup pintunya kasar.

Dia seolah tak memperdulikan aku yang masih duduk di lantai.

"Bisma!"panggilku

Aku mencoba berdiri, namun gagal. Aku kembali tersungkur.

Aku merasa sangat pusing dan lemas. Rasanya aku sudah tak sanggup lagi bergerak.

Kak Brian menolongku. Ia berjongkok dihadapanku.

"Mawar, kamu nggakpapa?"
Aku menggeleng.

"Bisma! Aku mohon buka pintunya Bis! Kenapa kamu seperti ini padaku? Aku cinta kamu Bisma"pintaku

"Mawar sudahlah!"kak Brian

"Bisma, katakan kalo kamu cinta aku Bis. Kamu bercanda kan? Kamu tidak punya wanita lain selain aku kan?"

"Bisma!"

"Mawar sudahlah! Lebih baik aku mengantarmu ke rumah sakit. Kamu tidak dalam kondisi yang baik sekarang"kak Brian

"Aku cuma mau Bisma, kak. Aku mau Bisma"lirihku

"Lihat! Tangan kamu luka. Kita harus segera mengobatinya agar tidak infeksi"kakBrian

Kak Brian mengangkatku dan menggendongku ala bridal style ke arah mobilnya. Pada awalnya aku sempat memberontak. Masih ada banyak hal yang harus ku bicarakan pada Bisma. Aku harus menunggu Bisma kembali membuka pintunya.

Akan tetapi, kak Brian tetap sabar menghadapiku. Dia hanya diam dan terus menggendongku ke arah mobilnya. Setelah itu, aku tak tau apa yang terjadi. Semua gelap.

*

Tiga hari berlalu. Aku masih duduk termenung di atas tempat tidurku.

"Ayolah, Mawar! Makan sedikit aja!"

Ibu terus memaksaku makan sejak tiga hari lalu. Tapi aku selalu menolak. Aku tidak nafsu makan.

"Kenapa Bisma jahat, Bu? Kenapa dia ninggalin Mawar?"lirihku

Air mata kembali menetes dipipiku.

"Ibu akan bicara sama dia. Ibu janji"ibu

"Mawar, tante Kamila menunggumu di ruang tamu"ujar kak Elang baru saja datang

Aku hanya diam, tak menyahuti ucapan kakakku sama sekali.

"Kakak suruh kesini aja ya?"kak Elang

Tak lama kemudian, tante Kamila menghampiriku. Ibu meninggalkan kami agar kami dapat berbicara empat mata.

"Sayang, maafin anak tante ya! Kamu mau kan maafin Bisma"ujar tante Kamila sembari memelukku erat.

"Tante sayang sama kamu. Tante juga sayang sama Bisma. Tante pengen melihat kalian bersama. Tante janji, akan membuat Bisma kembali sama kamu. Kamu mau kan menerima Bisma kembali?"tante Kamila

"Kenapa Bisma jahat sama Mawar, tante?"tanyaku

"Maafin Bisma, sayang. Tante mohon"tante Kamila

Wanita paruh baya itu mulai meneteskan air mata.

"Kamu yang sabar ya sayang. Maafin Bisma. Tante akan berusaha agar Bisma kembali ke kamu"lanjut beliau

"Aku kecewa tante. Hati aku sakit. Bisma jahat sama Mawar. Bisma mencintai wanita lain, padahal selama ini Mawar cuma cinta Bisma"balasku

"Iya sayang, tante tau. Tapi tante mohon, maafin Bisma. Tante terlanjur sayang sama kamu. Tante nggak mau kehilangan kamu, Mawar"

Ibu Bisma itu kembali memelukku.

"Maafin Bisma ya sayang"bisiknya

Aku diam.

Aku bimbang. Apa yang harus aku katakan kini.

Aku tidak ingin kehilangan Bisma. Dia adalah tunanganku, dan aku mencintainya. Sangat mencintainya.

Tapi, dia yang memilih pergi dariku.

Dia meninggalkanku seakan hatiku tak ada artinya bagi dirinya.

Setelah sekian lama hatiku terasa kosong, Bisma datang dan dengan cepatnya menempati seluruh ruang kosong itu. Membawaku ke zona nyaman yang tak pernah ku rasakan sebelumnya.

Namun, itu hanya sesaat. Hanya tujuh bulan sebelum akhirnya ia memilih pergi dan mematahkan hatiku. Tidak! Mungkin kini hatiku telah mati.

Hari-hariku terasa kosong. Mataku nyaris tak bisa berhenti meneteskan air mata. Aku benar-benar merasa hancur.

Apakah kini hubunganku dan Bisma sudah berakhir? Apa sekarang Bisma bukan lagi tunanganku?

Kini, dia sudah bersama wanita lain. Apakah artinya kini dialah pemilik Bisma-ku?

Kenapa aku tak dapat menerimanya? Aku tak dapat merelakan Bisma untuk wanita lain.

Apakah sepenting itu cinta Bisma untukku? Hingga rasanya aku tak bisa hidup. Tapi nyatanya? Selama ini, ternyata aku hidup tanpa cintanya. Karena dia tidak mencintaiku. Ya. Dia tak mencintaiku.

Lalu apa yang harus ku lakukan? Jika aku menunggu, akankah ia kembali? Atau selamanya aku hanya akan menelan kekecewaan?


***

Bersambung...

Pendek? Yup. Chapter ini cuma nerangin perasaan Mawar aja

Gimana? Haruskah Mawar-Bisma putus? Tapi, bagaimana kehidupan Mawar selanjutnya? Apa dia bisa hidup tanpa Bisma?

Aku seneng loh kalo kalian mau kasih masukan😉

No silent reader okay?😊 jangan lupa beri vommentnya 🌟

Dan jangan lupa read dan vomment juga "Tetesan Tangis Rindu" dan "Histoire D'Amour" ya 😊

MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang