Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 33

6.9K 288 17
                                        

AUTHOR POV

***

Bisma masih setia menanti di halaman rumah Mawar. Berkali-kali Elang mengusirnya. Tapi ia tetap bersikeras untuk bertahan. Ia harus bisa menemui Mawar.

Hingga pada sekitar pukul 19.00, terlihat sebuah mobil memasuki gerbang rumah Mawar. Dari kaca samping, Bisma dapat melihat sosok Mawar, gadis itu duduk di samping Brian.

"Mawar?"

Bisma segera turun dari mobil. Tak peduli dengan derasnya hujan yang kini mengguyur.

Bisma berlari ke arah gerbang, sesaat setelah gerbang itu tertutup sempurna. Dan benar saja, beberapa detik kemudian nampak Mawar keluar dari mobil itu. Briam dengan cekatan berlari ke arah Mawar dan memayungi gadis itu.

"Mawar!"panggil Bisma

Mawar menoleh ke sumber suara. Hatinya mencelos melihat sosok yang saat ini masih menjadi bagian hatinya tengah hujan-hujanan menanti kepulangannya.

Tapi...

Rasa sakit itu kembali muncul. Sakit saat pria itu mencampakkannya. Meninggalkannya demi gadis lain setelah ia menyerahkan seluruh hatinya pada pria itu.

Egonya terlalu tinggi. Dia menahan langkahnya untuk menghampiri pria itu.

"Mawar, ayo! Nanti kamu kedinginan"ujar Brian membuyarkan lamunan Mawar

Mawar mengangguk kemudian mengikuti langkah Brian yang masih setia memayunginya.

"Mawar! Aku mohon, Mawar! Aku pengen bicara sama kamu"teriak Bisma

Mawar memejamkan matanya beberapa saat. Ia harus menahannya. Ia tak boleh kembali jatuh dan membiarkan pria itu menang.

"Mawar, aku mohon! Please sebentar saja!"

Blam

Bisma harus menelan kekecewaannya, melihat pintu utama rumah gadisnya itu tertutup rapat.

"Mawar"lirihnya

"Arrrggghhh"

Ia memukul keras gerbang di hadapannya. Gerbang yang tengah lancang memisahkannya dengan Mawar.

Sesaat kemudian ia menjambak rambutnya. Bisma merasa kacau. Sangat kacau.

"Mawar nggak boleh tunangan sama Brian. Mawar tunangan aku. Mawar, kamu tunangan aku, Mawar"teriaknya

Sementara di dalam sana, Mawar berusaha tenang. Ia tak ingin memperlihatkan kekhawatirannya di depan Brian. Mawar tidak ingin Brian terluka. Lagipula, dia sudah bertekad untuk melupakan Bisma.

"Mawar, kamu nggakpapa?"tanya Brian khawatir

Sedari tadi, Mawar sering melamun. Dan Brian sadar, itu karena suara Bisma yang sedari tadi memanggil nama gadis itu. Meski suaranya tak begitu jelas karena derasnya hujan.

"Oh..aku nggakpapa. Aku hanya capek"dusta Mawar

Brian tersenyum tipis. Baiklah, sepertinya ia memilih pura-pura bodoh dan tak menyadari kegelisahan Mawar akan Bisma.

"Ya sudah, kalau begitu lebih baik kamu langsung istirahat saja. Jangan sampai sakit"Brian

Mawar mengangguk.
"Maaf ya kak.. Aku nggak ada niatan ngusir atau bagaimana. Aku hanya..."

"Sudah, istirahatlah"potong Brian

*

Brian menghentikan laju mobilnya tepat setelah ia keluar dari gerbang rumah Mawar. Ia menghampiri sepupunya yang kini tengah duduk bersandar pada roda mobil mewahnya.

MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang