AUTHOR POV
***
Cukup lama Bisma menunggu, hingga bayangan sesosok gadis nampak di matanya. Mawar. Gadis itu terlihat tengah asyik bercanda dengan sahabatnya yang bernama Fany. Sepertinya, dia tak menyadari keberadaan Bisma yang kini berdiri sekitar lima meter di depannya.
Tap
Tap
Tap
Mawar terus melangkah ke arah Bisma. Ia belum juga menyadari keberadaan pria itu.
"Mawar!"
Mawar segera menoleh ke arah sumber suara. Segera, ia menghentikan langkahnya. Ia nampak terkejut melihat kedatangan pria itu.
Tapi, secepatnya ia menghilangkan keterkejutannya itu. Ia harus bisa nampak kuat. Tak peduli dengan keberadaan pria yang pernah berstatus tunangannya itu. Sementara pria itu, tersenyum tipis menatapnya.
Bisma berjalan cepat ke arah Mawar. Dalam hitungan detik, pria itu berhasil membawa Mawar ke dalam dekapannya.
"Aku kangen banget sama kamu"bisiknya
Tubuh Mawar membeku. Matanya membolat tak percaya mendapati perlakuan Bisma. Detak jantungnya berpacu kencang.
Hanya sebatas inikah kekuatan hati Mawar untuk menjauhi Bisma?
Tidak
Mawar melepas paksa pelukan Bisma dan mendorong lelaki itu.
Bisma nampak tak suka dengan perbuatan Mawar. Alis matanya menyerit.
"Kenapa?"tanya Bisma
"Sebentar lagi aku akan bertunangan. Dan kamu adalah sepupu calon tunanganku. Tidak enak dilihat orang"jawab Mawar
Mawar berusaha terlihat cuek dengan Bisma. Ia mengucapkan kata demi kata dengan setenang mungkin. Seakan tak terjadi apa-apa pada hatinya.
"Kamu tunangan aku Mawar. Kamu tidak bisa tunangan dengan Brian"Bisma
"Kita udah berakhir. Kamu yang mengakhirinya. Apa kamu lupa? Hah?"kesal Mawar
Mawar menggenggam tangannya erat-erat. Mengusir rasa sakit yang kembali terasa.
Namun sayang, ia tak dapat menyembunyikan semburat luka yang dapat Bisma lihat dengan jelas dari sorot mata gadis itu. Bisma hendak memeluk gadis itu, namun Mawar segera mendorong Bisma hingga ia mundur beberapa langkah.
"Aku mengaku salah. Apapun itu, aku minta maaf"Bisma
Mawar menatap dalam manik mata pria itu. Terdapat keseriusan disana.
Degup jantung Mawar kian tak normal. Kepalanya terasa pusing memikirkan permasalahannya dengan Bisma yang tak kunjung usai.
Haruskah ia memberikan kesempatan kedua itu?
Tapi, bagaimana jika ia kembali terluka?
"Kamu adalah pelajaran berharga untuk ku Bis. Dan aku kira, cukup sebatas itu kamu di hidupku"balas Mawar dingin
Sungguh. Hatinya tak mengatakan demikian. Ia hanya ingin semua cepat berakhir. Sudah ada Brian yang menantinya di pintu kebahagiaan. Dia tak ingin meninggalkannya hanya demi sebuah pisau yang pernah membuat luka di hatinya.
"Tapi Mawar, aku mohon. Aku akan buktikan semua penyesalanku. Dengan apapun itu. Aku mohon, beri aku satu kesempatan saja"
Mawar terpenjat saat lelaki berstatus CEO Renandi Grub, perusahaan ternama di benua ini berlutut memohon di hadapannya.
Serasa ribuan duri menancap di hatinya. Ingin sekali rasanya ia memeluk pria itu. Tapi...terus, bayangan luka itu begitu tampak nyata di matanya. Seakan sebuah trauma dalam yang entah kapan akan berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)
ChickLit#44 in chicklit (16-12-2017) #68 in chicklit (24-12-2017) #69 in chicklit (13-12-2017) Usia 19 tahun dan aku di jodohkan? Fine. Karena aku tak dapat menolak, atau ayah pasti akan memarahiku habis-habisan. BISMA. Seorang pria dengan wajah santainya...
