"Aku akan menunggumu di kantorku saat jam makan siang"Bisma
Aku mengangguk.
"Kau mau hadiah apa dariku?"tawarku
"Aku sudah punya segalanya. Aku cuma butuh waktumu"Bisma
Sombong sekali dia.
***
Hari ini aku bolos kuliah. Aku keluar kelas pada pukul 12.45 dan segera menemui kak Elang yang sudah menungguku di pintu gerbang.
"Masak iya, bolos kuliah minta jemput kakaknya. Nggak takut di aduin ayah apa?"ejek kak Elang
"Aduin aja. Ntar Bisma yang tanggung jawab kok. Udah deh jalan aja"kesalku
Kak Elang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor Bisma. Aku sudah berjanji akan datang di jam makan siang. Hari ini adalah hari ulang tahunnya.
'Brakk'
Aku menutup pintu mobil dan Elang dan bergegas berjalan.
"Dek!"
Aku kembali menoleh.
"Nanti perlu kakak jemput nggak?"tanya kak Elang yang masih stay cool di dalam mobilnya
"Nggak usah. Palingan juga habis ini langsung diajak jalan sama Bisma"balasku dengan nada pamer
"Iya deh iya yang taken. Pokoknya kalo butuh sesuatu hubungi kakak ya!"
Aku mengangguk dan mengangkat jempol kananku.
*
Aku melangkahkan kakiku keluar dari lift. Aku terus berjalan menuju sebuah ruangan yang terletak di ujung lantai ini. Ruangan milik CEO sekaligus pewaris tunggal perusahaan properti yang tersohor ini. Bisma Renandi.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?"tanya seorang wanita berpakaian formal di hadapanku
"Saya ada janji dengan Bis..eh maksud saya tuan Bisma. Apa Beliau ada di tempat?"
Wanita itu nampak berpikir.
"Apakah Anda nona Mawar?"
Aku mengangguk.
"Oh.. Iya nona. Tuan Bisma sedang rapat. Tapi mungkin sebentar lagi rapatnya akan selesai"ujar wanita itu
"Dimana ruang rapatnya? Bolehkah aku menunggunya di depan ruangan itu?"
"Tentu nona. Ruangan itu ada di lantai 7"terangnya
Aku mengangguk kemudian masuk kembali ke dalam lift. Aku harus turun dua lantai lagi untuk menuju ruang rapat yang di katakan sekertaris Bisma tadi.
Ting
Aku melangkahkan kakiku ke luar dari lift. Dan berjalan beberapa langkah ke depan agar tak menghalangi orang lain yang ingin masuk ke dalam lift.
"Bisma..."panggilku sembari berlari kecil ke arah tunanganku itu
Aku mengerem langkahku setelah sampai di hadapannya. Ia tersenyum kikuk, membuatku menyerit kebingungan.
"Ada apa?"tanyaku
Bisma mengalihkan pandangannya dariku. Aku semakin menyerit tak mengerti.
"Em.. Mawar, perkenalkan, ini Pak Diego, client dari Singapura"ujar Bisma
Aku mengikuti arah pandangan Bisma dan segera terpenjat mendapati pria paruh baya di hadapanku.
Aku menggaruk tengkukku yang tak gatal, menyesali tindakan konyolku yang memanggil Bisma tadi. Aku tak tau jika Bisma tengah berbincang dengan client nya. Kalian tau apa yang ku rasakan saat ini?
Malu
"Em..maaf Pak. Saya nggak tau kalau..."ucapku terpotong
"Tidak masalah"potong Pak Diego
"Diego"ujarnya memperkenalkan diri
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)
ChickLit#44 in chicklit (16-12-2017) #68 in chicklit (24-12-2017) #69 in chicklit (13-12-2017) Usia 19 tahun dan aku di jodohkan? Fine. Karena aku tak dapat menolak, atau ayah pasti akan memarahiku habis-habisan. BISMA. Seorang pria dengan wajah santainya...
