Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 6

9K 388 2
                                        

***

"Ada masalah apa antara kamu sama Bisma? Dia menyakitimu?"kak Elang
"Cukup dengan kak Elang merahasiakan perdebatanku dan Bisma malam ini dari ibu dan ayah, dan tolong biarkan aku sendiri, maka aku akan sangat berterima kasih"ujarku membuat kak Elang melepaskan tanganku.

***

"Dek, ayo makan malam!"teriak kak Elang dari balik pintu kamarku

Sejak perdebatan dengan Bisma tadi, aku masih mengurung diri di kamar. Aku tak ingin bertemu siapapun. Aku kesal dengan semua orang. Khususnya orang-orang yang membuatku berikatan dengan Bisma.

"Dek, ayolah buka pintunya! Jangan bikin kakak khawatir dong!"suara itu memaksaku bangkit dari tempat tidurku
Aku berjalan lesu ke arah pintu kemudian membukanya. Menatap kakakku dengan tatapan lelah.

"Aku lagi males makan kak. Kakak makan aja"ujarku
"Em...boleh kakak masuk?"tanya kak Elang

Tumben sekali dia bersikap manis padaku? Aku mengangguk kecil dan membiarkannya mengikuti langkahku masuk ke dalam kamar.

"Apa sekarang kamu sudah siap cerita sama kakak?"tanya kak Elang
Aku terdiam. Aku tau ke arah mana pembicaraan ini akan di bawa.

"Kakak ini kakak kamu, Mawar. Kakak selalu ada di pihak kamu kok. Jadi please, terbuka sama kakak"desak kak Elang sembari membelai rambutku

Ah...aku jadi teringat masa kecil kami. Saat kak Elang selalu dapat menenangkanku ketika aku di marahi ayah. Ketika kak Elang melindungiku dari teman-temanku yang nakal di sekolah.

Aku merindukan masa-masa itu. Tapi aku tau, meskipun selama ini kak Elang menyebalkan, perasaan sayangnya padaku tak pernah berubah. Aku dapat merasakannya.

"Aku...em aku...aku cuma kesel aja sama Bisma. Sejak pertunangan itu, Bisma berubah. Bisma jadi cuek padahal sebelumnya dia sangat baik"ujarku

Kak Elang tersenyum tipis padaku.
"Mungkin dia punya alasan tersendiri. Entah kenapa, kakak rasa dia pria yang baik"kak Elang

Aku mendengus kesal. Menatap kak Elang dengan tatapan protes.
"Katanya kak Elang akan selalu di pihak Mawar"kesalku
Kak Elang terkekeh.

"Justru kakak ada di pihak kamu makanya kakak bilang gitu. Kamu harus kasih dia kesempatan buat bicara Mawar! Jujur kakak nggak suka denger dia bentak kamu tadi. Tapi, itu dia lakukan agar kamu mau mendengarkannya, dan agar kamu mau belajar mengerti"kak Elang
"Kakak..."rengekku

"Kakak selalu sayang kamu Mawar. Kakak ada di pihak kamu kok. Kamu harus selalu percaya sama kakak"tubuhku terasa hangat saat kak Elang menarikku dalam dekapannya. Membuatku nyaman dengan kehangatan yang dia berikan.
Aku menuruni tangga rumahku dengan malas. Terlihat bibi tengah menyiapkan sarapan untuk keluargaku.

*

"Eh non Mawar sudah mau berangkat? Sarapan dulu non, mari!"bibi
Aku tersenyum tipis pada wanita paruh baya yang sudah bekerja di rumahku selama lebih dari 10 tahun itu.

"Makasih bi, nanti aja di kampus. Mawar buru-buru"balasku

"Ibu, ayah sama kak Elang belum pada bangun?"tanyaku
"Nyonya sama tuan kan sedang di Bali non. Baru kemarin siang berangkat. Kalo tuan muda, kurang tau non, tapi belum kelihatan pagi ini"bibi
Aku mengangguk paham

"Ya udah bi, Mawar berangkat dulu ya! Nanti kalo kak Elang nanyain, bilang aja kalo Mawar bawa mobil sendiri"ujarku

"Eh..em tapi non kalo tuan muda Bisma datang..."ucap bibi terpotong olehku

"Dia nggak berhak ngatur-ngatur aku bi. Kalo dia ngomelin bibi, bilang aja sama aku!"

Aku berlari kecil ke arah garasi. Sudah lama sekali rasanya aku tak mengendarai mobilku. Aku segera masuk dan menyalakan mesinnya.

MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang