Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

chapter 16

6.6K 285 3
                                        

Tanganku membalas pelukannya dengan sangat erat. Meluapkan segala kerinduanku selama empat hari terakhir.

Sekarang aku yakin dengan apa yang ku rasakan. Ya. Aku mencintainya. Sangat mencintainya hingga merasa duniaku kosong saat ia menghilang.

***

Pelajaran ketiga baru saja usai. Aku bergegas menata bukuku dan memasukkannya ke dalam tas.

"Mawar, loe kayak orang kelaperan deh. Kantin yok!"ajak Fany

Aku menggeleng. Membuat sahabatku itu menyerit bingung. Aku bergegas bangkit dari dudukku, diikuti pula oleh Fany.

"Loe mau kemana sih?"bingung Fany

"Mau lunch bareng Bisma. Dia udah sampe depan gerbang katanya, duluan ya!"pamitku

Aku melangkahkan kakiku ke luar kelas dengan sedikit terburu-buru. Namun, panggilan dari Mala, teman sekelasku berhasil menghentikanku.

"Ada apa Mal?"tanyaku

"Loe di catiin pak Budi. Katanya ada hal penting. Buruan sana!"Mala

Aku menyerit bingung.

"Kalo gue makan dulu kira-kira sampe nggak ya? Gue buru-buru soalnya"

"Enggak deh. Mending loe cepet. Kayaknya loe bikin kesalahan. Beliau keliatan marah banget tadi"terang Mala

Tanpa pikir panjang, aku segera melangkah ke ruangan Pak Budi. Sembari berjalan, aku mengetik pesan untuk Bisma.

'Aku ada urusan sebentar sama dosen'

Setelah mengirikannya, aku berlari kecil hingga melihat pintu masuk ruang pak Budi kemudian membukanya.

"Maaf pak, Bapak mencari saya?"tanyaku sopan

Pak Budi berjalan menghampiriku. Ku lihat beberapa dosen yang memang seruangan dengan pak Budi memperhatikanku dengan pandangan tak suka. Ada apa?

"Dimana makalah teman-teman sekelasmu?"tanya Pak Budi dengan nada dingin

"Ada di loker Bapak. Saya sudah meletakkannya disitu sejak dua hari lalu"balasku

"Tidak ada Mawar"pak Budi mulai menampakkan wajah garang

Belum sempat aku menyahuti, suara pak Budi kembali membuatku terdiam.

"Kamu tau kan, makalah itu penting. Kalau seperti ini bagaimana saya akan memberikan nilai pada kalian? Kamu ceroboh sekali sih. Masak 20 makalah aja bisa hilang"marah pak Budi

Aku menunduk malu mendapati tatapan dosen-dosen di ruangan itu.

Dan juga, aku tak suka diperlakukan seperti ini. Aku tidak suka di bentak, di marahi, oleh siapapun itu.

Aku yakin sudah meletakkan 20 makalah teman sekelasku di loker pak Budi. Masak tidak ada sih?

"Maaf pak, tapi saya benar-benar sudah meletakkannya disana"

"Kamu pikir saya bohong apa? Saya sudah cek, dan tidak ada. Kalau begini bagaimana cara kamu akan bertanggung jawab?"bentak pak Budi

"Bagaimana kalau saya coba cek lagi pak? Boleh saya pinjam kuncinya?"ucapku tak kehabisan akal

"Sudah saya bilang tidak ada. Saya sudah mengeceknya. Kamu ceroboh sekali sih"

Aku semakin menunduk malu. Aku meremas tanganku sendiri yang mulai berkeringat.

Pikiranku benar-benar buntu sekarang. Aku yakin aku tak salah, tapi pak Budi terlalu keras kepala.

"Ada apa ini?"

MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang