Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

chapter 15

7K 309 2
                                        


"

Aku menyukainya tanpa alasan. Aku hanya tau kalau aku nyaman saat bersamanya"jawabku dengan nada yang dingin

Kata-kata itu meluncur saja dengan mudahnya dari bibirku. Benarkah? Benarkah aku mencintainya? Apakah ini cinta?

***

"Bagaimana kalau aku bisa membuatmu nyaman seperti saat bersama Bisma?"tanya kak Reza

"Maksud kakak?"bingungku

"Mungkin aku tak se-kaya Bisma. Tapi jauh lebih baik dari dia. Kalau kamu tidak percaya, bagaimana jika aku menjadi kekasih kedua mu?"

Aku melongo tak percaya dengan kalimat yang baru saja kak Reza ucapkan. Apakah maksudnya dia ingin menjadi selingkuhanku?

"Tidak. Tidak bisa"tolakku

"Kenapa? Aku akan buktikan jika aku lebih baik dari Bisma"kak Reza

Aku menggeleng.
"Tolong lepaskan tanganku, dan pergilah dari sini!"usirku

Kak Reza tersenyum sinis.
"Aku akan pergi. Tapi aku tak akan menyerah untuk mendapatkanmu"ujarnya

Sesaat kemudian kak Reza melepaskan tanganku lalu masuk ke dalam mobilnya.

Aku menghela nafas lega saat mobilnya melesat meninggalkanku sendiri di depan gerbang.

Namun, aku kembali tersentak saat seseorang menepuk pundakku. Akupun segera menoleh dan mendapati Alan tersenyum.

"Dia siapa?"tanyanya
"Orang aneh. Kamu ngapain disini?"balasku

"Aku baru mau pulang. Gimana kalau kamu aku antar? Berkali-kali pengen nganterin kamu pulang selalu gagal"Alan sembari terkekeh kecil

Alan adalah pria yang baik. Aku tau itu. Dia tergolong anak yang rajin, jauh lebih rajin dariku. Dan selama bertahun-tahun aku mengenalnya, aku nyaris tak pernah mendengar gosip buruk tentangnya.

Aku menganggukkan kepalaku sebagai tanda jika aku setuju.

Aku masuk ke dalam mobil Alan, diikuti oleh Alan yang segera masuk di bangku kemudi.

"Mau langsung pulang atau makan dulu?"Alan

"Pulang aja. Aku sedang tidak dalam mood yang baik"balasku

Alan segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak ada pembicaraan yang berarti di antara kami. Ku rasa ia cukup mengerti dengan kondisi moodku yang sedang buruk.

*

Malam menjelang. Sebuah pesan masuk berhasil mengagetkanku. Aku bergegas meraih hand phoneku, berharap itu adalah pesan dari Bisma.

Namun, sekali lagi aku harus menelan kekecewaan.

Ternyata pesan itu bukan berasal dari Bisma. Melainkan nomor asing. Akupun segera membukanya.

"Selamat malam, Mawar. Aku Reza. Bagaimana jika besok sore kita jalan? Kau boleh menentukan tempatnya"

Aku menghela nafas kesal setelah membaca nama pengirimnya. Kak Reza. Sepertinya pria itu memang berniat menggangguku.

Aku memilih tak menghiraukan pesan itu. Aku meletakkannya kembali di atas meja, kemudian mulai membaca buku mata kuliah yang telah ku siapkan sebelumnya.

Hand phoneku kembali berbunyi. Menandakan sebuah pesan masuk.

"Bagaimana? Kau setuju kan? Kau bisa meminta apa saja saat denganku. Apapun yang kau mau, pasti akan aku turuti"

MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang