"Tunggu sebentar hingga pekerjaanku selesai, setelah itu kita makan di luar. Okey?"tanyaku
Ia mengangguk sembari tersenyum tipis.
Aku membalas senyumannya kemudian mengacak-acak poninya. Berusaha mencairkan suasana diantara kami.
***
Back to Mawar's POV
***
Tiga bulan berlalu...
Tiap hari, aku merasakan cintaku pada Bisma kian bertambah besar. Entah apa sebabnya. Yang pasti, kini aku benar-benar mencintainya. Mencintai semua yang ada padanya.
Aku dan dia, setiap hari selalu bersama. Dia selalu menyempatkan waktu untuk menemuiku. Sekedar mengantar jemputku ke kampus, lunch atau dinner berdua, bahkan jalan-jalan di akhir pekan.
Dua hari lalu, Bisma baru saja pulang dari Amsterdam. Akhir-akhir ini perusahaannya semakin tenar di Eropa, yang memaksanya bekerja lebih ekstra lagi.
Dan saat-saat seperti itulah hubungan kami di uji. Aku sering merasakan rindu yang berlebihan pada pria itu. Meski dia selalu menghubungiku setiap hari, tapi aku tetap merasa kosong saat dia tak di sampingku.
Berlebihan?
Tidak. Aku hanya benar-benar mencintainya.
*
Hari ini adalah minggu kedua libur semester. Bisma mengajakku jalan-jalan keliling kota, sekedar untuk menghabiskan waktu berdua.
"Mau makan dimana?"tanyanya
"Kita belum jadi makan sate padang. Gimana kalau sekarang kita makan sate padang?"tawarku
Bisma nampak berpikir. Sepertinya ia ragu dengan ideku.
"Ayolah. Dulu kau pernah berjanji akan makan sate padang denganku"desakku
Dia mengangguk kecil sembari tersenyum.
"Baiklah. Tunjukan saja jalan ke restoran sate padang terdekat!"ujarnya
Aku mengangguk mantab meski dengan menahan tawaku.
Restoran?
Bahkan tempat yang ku maksud adalah kedai kecil di pinggiran jalan kota. Ku harap aku tak merusak ekspektasinya.
*
"Kau yakin disini?"tanya Bisma
Aku mengangguk.
"Pak sate padangnya dua porsi ya! Yang satunya nggak pedes. Sama teh nya dua pake sedotan"teriakku
Bisma menatapku kesal.
"Kenapa?"bingungku
"Kamu tak bilang jika tempatnya seperti ini"keluhnya
"Sudahlah! Kau selalu saja menilai sesuatu dari penampilan luarnya saja! Lagian pas makan di warung makan padang kamu juga lahap-lahap aja makannya"kesalku
Dia memilih terdiam dan memainkan hand phonenya.
"Hari ini kamu sering banget main hand phone. Lagi banyak kerjaan ya?"tanyaku
"Hmm...."
"Sedikit"
Aku mengangguk. Aku mengerti jika akhir-akhir ini dia benar-benar sibuk.
Tak lama, pesanan kami datang. Aku segera menyantap hidangan di hadapanku tanpa memperdulikan Bisma yang masih asyik dengan hand phonenya.
"Hmm..enak loh Bis. Buruan di makan!"suruhku
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)
ChickLit#44 in chicklit (16-12-2017) #68 in chicklit (24-12-2017) #69 in chicklit (13-12-2017) Usia 19 tahun dan aku di jodohkan? Fine. Karena aku tak dapat menolak, atau ayah pasti akan memarahiku habis-habisan. BISMA. Seorang pria dengan wajah santainya...
