Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 37

9.4K 277 14
                                        

Back to Mawar's POV

***

Aku memeluk leher Bisma dari belakang. Kepalaku ku sandarkan pada bahunya. Mataku terpejam, menikmati semilir angin yang mengenai wajahku.

Pantai. Saat ini aku dan Bisma ada di pantai. Salah satu supir keluarga Bisma yang membawa kami kemari.

Tak terasa, sudah tiga hari sejak kak Brian memutuskan untuk membatalkan pertunangan kami. Mengembalikanku ke sisi Bisma.

"Kamu suka?"
Aku menganggukkan kepalaku. Masih dengan mata yang terpejam tentunya.

Detik berikutnya, ku rasakan sebuah tangan menggenggam erat tangan kananku. Mengusapnya berkali-kali kemudian memciumnya.

"Kamu tidak malu, pergi keluar dengan pria buta sepertiku?"tanyanya
"Nggak"jawabku

"Yakin? Memang dari tadi kamu nggak risih di lihatin orang-orang?"
Aku menggeleng.

"Aku nggak peduli sama pandangan mereka tentang kamu. Bagiku, kamu adalah Bisma-ku. Dan aku akan selalu ada untuk kamu, mencintaimu, bagaimanapun keadaanmu"balasku lembut

Aku mengangkat kepalaku dan membenarkan posisi berdiriku. Kemudian, aku memainkan rambut Bisma di depanku. Ia masih di haruskan duduk di kursi roda, jadi tak sulit bagiku untuk menggapai kepalanya.

"Kamu serius cinta sama aku?"tanyanya

Cerewet sekali dia. Aku berdecak kemudian bergumam tak jelas.

"Hey, aku serius tanya begitu"
"Iya..masak masih tanya lagi sih? Apa sih yang membuat kamu ragu?"kesalku

"Aku takut kamu kembali untuk balas dendam"

Aku terdiam. Bahkan sedikitpun aku tak pernah memikirkannya. Balas dendam? Hal bodoh macam apa itu?

Aku beralih ke hadapan Bisma dan menyamakan tinggi kami.

"Enggak, Bisma. Aku kembali karena hati aku ingin kembali ke pemiliknya, yaitu kamu"terangku

Bisma mulai menampakkan senyum di bibirnya.

"Memangnya kamu nggak senang ya aku disini?"tanyaku
Dia menggeleng pelan.

"Bagaimana aku tidak senang setelah udara untuk aku bernafas telah kembali?"

Pertanyaan retoris itu cukup membuat pipiku bersemu merah. Mungkin, jika Bisma bisa melihat, ia akan meledekku sekarang.

"Kamu yakin nggak malu dengan kondisiku yang buta dan cacat? Bagaimana dengan keluargamu?"Bisma

"Semua akan baik-baik saja Bisma. Percayalah!"ucapku meyakinkan

Bisma meraih tanganku kemudian membawaku ke dalam dekapan hangatnya.

Aku memejamkan mataku sejenak. Merasakan pelukan yang sangat aku rindukan ini. Aku mencium aroma parfum Bisma yang selalu bisa membuatku merasa nyaman.

*

Aku baru saja mulai memejamkan mata ketika getaran hand phone mengusikku. Aku segera meraihnya, dan melihat nama tante Kamila tertera disana.

"Selamat malam tan, ada apa ya?"
"Mawar, kamu siap-siap ya! Sebentar lagi Brian datang"
"Memangnya ada apa tan? Kok tante suaranya kayak lagi nangis gitu sih"
"Bisma..."

Jantungku berdetak tak beraturan. Apakah ada hal buruk terjadi pada Bisma?

"Bisma kenapa tante?"
"Bisma jatuh dari tanda. Dan sekarang tante sedang menuju rumah sakit"

MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang