Hay!!😊
Wah..udah sampai chapter 9 aja nih. Makin kesini harus makin banyak responnya dong. Don't be silent reader ya!
***
"Tapi kuenya?"bingungku
"Biarkan saja. Besok aku belikan kalo kamu mau"jawab Bisma seenaknya
***
Jam di dinding kamarku menunjukkan pukul 11.30. Hari ini adalah hari Sabtu, dan aku libur kuliah.
Tapi...nyatanya libur kali ini aku masih di temani satu tumpukkan buku dan beberapa helai kertas di hadapanku.
Tugas.
Membuatku mengabaikan ajakan Bisma untuk jalan dengannya. Bahkan aku hampir saja telat makan jika ibu tidak mengantarkan sarapanku ke kamar.
'Cklek'
Aku enggan menolehkan kepalaku. Aku yakin, yang datang adalah ibu, sama seperti dua jam yang lalu. Mataku masih fokus menatap beberapa kertas HVS di tanganku. Aku harus segera menganalisisnya dan menulisnya sebagai laporan. Dengan begitu tugasku selesai.
"Aaa..."
Aku terpenjat, hampir saja aku terjengkal mendapati wajah seseorang berada tepat di di sampingku, menatapku dengan senyuman khasnya.
Dia adalah Bisma.
"Hehehe.. serius banget sih kamu habisnya"tawa Bisma berhasil menambah kadar kekesalanku
"Iya maaf. Tugas apaan sih? Sampe segitunya?"tanya Bisma
"Analisis jurnal. Susah banget, dari tadi nggak ngerti-ngerti"keluhku
Bisma tersenyum.
"Mau aku bantu?"tawar Bisma
Kapan lagi seorang Bisma membantuku mengerjakan tugas kuliah? Tapi..ah aku tidak mau terlihat bodoh di depannya.
Aku menggeleng. Membuat Bisma menyerit kebingungan.
"Aku bisa kok"ujarku
"Katanya susah?"Bisma
"Iys tapi aku bida"geramku
Bisma mengangguk mengerti kemudian mengambil posisi duduk di single sofa pojok kamarku.
Aku kembali fokus pada tulisan-tulisan di hadapanku. Ah..sama saja. Susah sekali.
Aku meletakkan wajahku dengan kasar di atas meja. Memejamkan mata sebentar, meredakan rasa perih di mataku karena terlalu lama membaca.
"Ih....kesel banget kan jadinya sama Pak Budi"kesalku
Terdengar suara kekehan, dan aku yakin itu adalah suara Bisma. Aku enggan menyahutinya.
Aku kembali membolak-balik halaman kertas di hadapanku. Menatapnya dengan serius, nyaris tak berkedip. Sesekali aku mendongakkan kepala ku, menatap entah kemana untuk memikirkan bagian-bagian dari jurnal di depanku.
Sedikit-sedikit aku mulai paham. Kemudian aku mulai menuliskan bagian yang telah aku pahami.
'Krrruukkkk'
Perutku terasa lapar. Aku melirik ke arah jam dinding dan ternyata sekarang sudah pukul 12.57. Aku merenggangkan tubuhku dan mengambil gelas di ujung meja, tapi ternyata gelas itu sudah kosong.
Aku menoleh ke belakang, ke arah single sofa di pojok kamarku. Tapi ternyata Bisma sudah tidak ada disana.
Hh... aku kembali meletakkannya dan kembali beralih pada jurnal di depanku. Kini aku sudah mengerti isi dari jurnal itu. Tinggal menulis laporan saja.
'Cklek'
Mungkin itu Bisma. Aku menoleh padanya, lalu tersenyum.
"Gimana? Udah selesai?"Bisma
Aku menggeleng.
"Tinggal nulis laporan aja sih"balasku
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)
ChickLit#44 in chicklit (16-12-2017) #68 in chicklit (24-12-2017) #69 in chicklit (13-12-2017) Usia 19 tahun dan aku di jodohkan? Fine. Karena aku tak dapat menolak, atau ayah pasti akan memarahiku habis-habisan. BISMA. Seorang pria dengan wajah santainya...
