Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 36+

8.4K 260 4
                                        

BRIAN POV

***

Aku melirik arloji di tangan kiriku. Mungkin ini sudah yang ke-10 kalinya siang ini. Dua puluh menit aku menunggu, tapi Mawar tak kunjung nampak. Berkali-kali aku menelfon gadis itu, namun tak ada jawaban.

Akhirnya, aku memutuskan untuk mencarinya ke dalam. Aku masuk ke area kampus tempatku bekerja dulu.

Aku berjalan di sebuah lorong panjang kemudian menaiki beberapa anak tangga. Aku tak tau dimana gadis itu berada. Aku hanya mencarinya berdasarkan feeling saja. Lagi pula, gedung setiap jurusan di pisah. Jadi aku tak harus mengelilingi semua gedung yang ada.

"Fany?"

Aku tersenyum saat mendapati sahabat terbaik calon tunanganku itu terdiam di di perpustakaan. Aku berjalan mendekatinya, kemudian menyentuh bahunya.

"Pak Brian?"kagetnya

Aku tersenyum kemudian duduk di sampingnya.

"Apa kamu tau, dimana Mawar berada?"tanyaku
Fany nampak berpikir. Sepertinya ia sedang mengingat-ingat tentang Mawar.

"Oh..dia ke rumah kak Bisma, pak. Tadi jam terakhir kosong dan Mawar memutuskan untuk kesana. Memangnya dia tidak mengabari bapak?"Fany

Aku menggeleng.

Aku berusaha mempertahankan senyumku meskipun terasa susah.

"Kamu sedang apa disini?"tanyaku mengalihkan pembicaraan

Dia nampak menghela napas, detik berikutnya ia terlihat murung. Kenapa?

"Hanya mencari kesibukan"jawabnya lesu sembari membolak-balik halaman buku di hadapannya

Aku rasa aku tau apa yang tengah dirasakan gadis di sampingku.

"Patah hati?"tebakku

Ia tak menjawab. Aku anggap jawabannya adalah 'Ya'.

"Hmm...apa kau di khianati? Atau cintamu di tolak?"tanyaku
Fany menggeleng.

"Oh...gebetanmu baru saja jadian dengan cewek lain ya?"
Dia masih terdiam. Namun beberapa saat kemudian ia menunduk hingga keningnya bertumpu pada meja.

Aku terkekeh melihat tingkahnya. Mirip dengan Mawar. Kekanakan.

"Padahal sudah lama aku tidak jatuh cinta. Sekalinya cinta malah langsung hilang begitu aja.. "keluh gadis itu dengan suara yang lucu

Kalimat terakhir Fany membuatku membeku.

Cinta?

Aku teringat kembali pada seorang gadis yang telah menghidupkan hatiku. Nyatanya, aku tak yakin jika gadis itu juga mencintaiku. Apakah aku telah berhasil meluluhkannya? Tapi, melihat sikapnya akhir-akhir ini, aku menjadi ragu.

"Pak Brian"panggil Fany membuyarkan lamunanku

"Bapak pasti kepikiran Mawar ya? Rasanya memang nggak enak pak, mencintai seseorang yang tidak mencintai kita"

"Seperti Erik, dan Mawar. Kita mencintai mereka, tapi mereka cinta orang lain"

Aku mendengar kata demi kata yang gadis itu lontarkan. Aku baru sadar, ternyata aku telah berubah menjadi orang yang egois. Aku ingin bahagia, tanpa memikirkan kebahagiaan gadis yang ku cintai.

"Bapak tau kan, Mawar masih sangat mencintai Bisma? Aku tidak tau, apa Mawar terlalu bodoh, atau memang aku yang tidak mengerti cinta. Dia telah di sakiti berulang kali, tapi langkahnya masih terasa berat untuk pergi"terang Fany

MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang