Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 35

6.9K 276 9
                                        

AUTHOR POV

*

banyak typo*

***

Jennie terus menangis dan memohon pada Bisma. Tapi, Bisma tak pernah mengindahkan ucapannya. Yang ia sebut-sebut hanya nama 'Mawar', dengan matanya yang menampakkan luka dan penyesalan.

"Aku mencintaimu, Mawar. Aku sangat cinta sama kamu"

"Kamu juga cinta kan sama aku?"

"Mawar, please, maafin aku. Aku butuh kamu, aku nggak mau kehilangan kamu"

"Bisma stop! Jangan seperti ini, aku mohon"Jennie

Bisma kembali meneguk minumannya.

"Aku kangen kamu Mawar, kamu itu tunangan aku"

Jennie semakin frustasi mendengar ocehan Bisma. Sedari tadi ia terus berdiri di samping pria itu sembari memohon. Tapi, ucapannya bahkan tak pernah di dengarkan.

"Bisma, aku cinta sama kamu, please, jangan kayak gini"Jennie

"Stop minumnya Bisma!"lanjutnya sembari merebut sloki Bisma

Bisma bangkit berdiri sembari menatap garang Jennie.

"Lo itu perusak hubungan gue dan Mawar. Lebih baik lo pergi sekarang!"bentak Bisma

"Bisma!"Jennie

"Pergi! Lo bilang lo cinta kan sama gue? Buktikan! Dengan cara lo pergi dan nggak ganggu hidup gue lagi"Bisma

Tangisan Jennie semakin histeris. Ia masih keras kepala, tak ingin meninggalkan Bisma. Jujur, ada rasa kasihan yang hinggap di hati Bisma. Tapi, rasa bersalah dan takut kehilangan Mawar kembali merasuki hatinya. Ia menjambak rambutnya keras sembari mengerang.

"Gue cuma mau Mawar! Gue nggak bisa hidup tanpa Mawar. Arrrgg!"pekiknya

Jennie membungkam mulutnya sendiri. Sebegitu besarkah cinta Bisma untuk Mawar? Kenapa akhirnya harus ia yang terluka mengetahui kenyataan itu?

Ia memilih pergi tanpa berucap apapun. Ia merasa bersalah karena kedatangannya telah menghancurkan hubungan Bisma dengan Mawar, yang itu artinya juga menghancurkan kebahagiaan Bisma.

Ia bertekad untuk tidak akan lagi kembali ke hadapan Bisma. Biarlah dia tenang dan bahagia dengan pilihannya sendiri.

*

Bisma mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Matanya terus mengeluarkan cairan bening penuh penyesalan.

Ia merasa bodoh. Bodoh karena telah melukai gadis kecilnya. Bodoh karena telah mencampakkan separuh jiwanya. Ia tak tau harus melakukan apa. Yang dia mau dalam hidupnya hanyalah Mawar.

Ia mengeluarkan hand phonenya kemudian mencari sebuah nama di kontaknya. Setelah ketemu, dia memencet tombol hijau. Sudah lama rasanya ia tak menelfon orang itu. Orang yang jelas tak akan pernah mengangkat teleponnya.

"Hallo"

Bisma salah. Kali ini gadis itu mengangkat panggilannya.

Mata Bisma berbinar dan dengan segera ia menghentikan laju mobilnya.

"Mawar?"panggilnya

Tak terdengar jawaban dari ujung sana selain hanya helaan napas yang panjang.

"Mawar, akhirnya kau mau bicara padaku. Kita butuh bicara Mawar, aku akan ke rumahmu"
"Katakan saja apa maumu"
"Tidak Mawar, aku akan mengatakannya setelah aku sampai di rumahmu
"Katakan sekarang atau tak pernah sama sekali"

MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang