Apakah sepenting itu cinta Bisma untukku? Hingga rasanya aku tak bisa hidup. Tapi nyatanya? Selama ini, ternyata aku hidup tanpa cintanya. Karena dia tidak mencintaiku. Ya. Dia tak mencintaiku.
Lalu apa yang harus ku lakukan? Jika aku menunggu, akankah ia kembali? Atau selamanya aku hanya akan menelan kekecewaan?
***
"Gimana luka kamu?"
Aku segera mengalihkan pandanganku ke arah sumber suara.
Kak Brian. Pria itu kini duduk tepat di sebelahku. Dia mengantarku kuliah, di hari pertama aku masuk kuliah sejak kejadian buruk tentang hubunganku dan Bisma.
"Lumayan. Makasih ya kak udah ngobatin luka aku dan nganterin aku pulang waktu itu"balasku
"Hmm.. iya yang penting sekarang kamu udah nggakpapa. Denger kamu udah mau kuliah lagi aja kakak udah seneng"kak Brian
Aku tersenyum tipis mendengar penuturan kak Brian.
Aku menoleh ke luar jendela. Dan saat itu juga aku langsung teringat tentang Bisma. Apa kabar ia sekarang?
Aku baru sadar, hampir seminggu ini aku tak mendengar kabarnya. Apa dia baik-baik saja?
"Kok malah bengong sih?"
Aku kembali menatap kak Brian.
"Nggak bengong kak. Cuma lagi pengen melihat jalanan aja"dustaku
"Beberapa hari ini Bisma sedang sibuk mengurus client dari Amerika, jadi belum sempat menemui kamu. Kalau dia ada waktu senggang pasti dia segera menemui kamu"ujar kak Brian seakan tau apa isi otakku
"Bisma? Aku lagi nggak mikirin Bisma kok kak"
Kak Brian tertawa kecil.
"Nggak usah bohong, Mawar! Kakak tau kok, kamu kangen kan sama Bisma? Kamu lagi mikirin dia kan?"kak Brian
Aku mengalihkan pandanganku ke luar jendela.
Aku tak dapat membohongi hatiku. Aku benar-benar merindukannya. Bisma. Meski aku tau, dia tidak merasakan hal yang sama.
*
Aku menutup pintu mobil kak Brian pelan. Tak lama kemudian, kak Brian menghampiriku dan berdiri tepat di hadapanku.
Aku merasa risih dengan tatapan orang-orang yang diarahkan padaku.
"Ada apa kak?"tanyaku
"Aku baru saja dapat kabar kalau siang ini aku berangkat ke Kalimantan hingga 3 hari kedepan mengurusi cabang perusahaan disana"kak Brian
Aku mengangguk.
"Lalu?"
"Aku kok rasanya nggak tega ya biarin kamu berangkat sendiri selama itu"kak Brian
Aku terkekeh sebentar sebelum menanggapi ucapan kak Brian.
"Kak Brian lupa, Mawar punya mobil, Mawar punya SIM. Lalu apa masalahnya?"
"Bukan gitu..tapi kamu kan cewek Mawar.."
"Kemarin-kemarin sebelum aku kenal Bisma aku juga kemana-kemana sendiri. Dari sini aku harus belajar. Belajar buat bisa kembali ke kehidupanku yang dulu"terangku
Mulutku terasa ringan mengatakannya. Meski pada nyatanya, antara hati dan mulutku tak sejalan.
"Maaf. Aku nggak bermaksud buat bikin kamu mengingat hal itu"kak Brian
"I'm fine. Udah ya kak... sebentar lagi kayaknya kuliah Mawar di mulai. Bye kak"pamitku
Aku berjalan cepat meninggalkan kak Brian yang belum jua beranjak dari tempatnya.
Sesekali aku menghela napas panjang. Mengingat sesuatu tentang Bisma, sedikit saja, ternyata masih mampu menggoyahkan hatiku.
Apa kabar ia hari ini?
Sudahlah. Berhentilah memikirkan hal itu. Dia sudah pergi. Dia tidak peduli denganku.
Aku harus bangun. Bangkit menjadi sosok yang kuat. Aku malu saat cinta berhasil melemahkanku. Kini aku harus sanggup berdiri sendiri.
Aku menghentikan langkahku saat mendengar suara teriakan memanggil namaku.
"Mawar!"
Aku membalikan badanku dan mendapati Fany baru saja sampai di depanku.
"Wah.....akhirnya bangun juga si puteri tidur"Fany
Aku berdecak malas mendengar ocehannya.
"Lo apa kabar? Baikan? Oh iya ntar pulang kuliah jalan yuk!"Fany
"Selama nggak ada gue, lo kelihatan banget gitu ya jonesnya? Malu-maluin"
"Elah...lo baru berangkat kuliah sehari doang udah berani nge-bully gue"Fany
Aku tertawa kecil kemudian merangkul Fany untuk berjalan bersama ke kelas.
Aku merasa beruntung memiliki sahabat seperti Fany. Setidaknya, disaat seperti ini ia mampu mengisi hari-hariku yang suram.
*
Aku pulang kuliah di jemput oleh kak Elang. Awalnya Fany sempat protes karena aku menolak ajakannya jalan. Tapi akhirnya ia mengalah. Ia membiarkanku pulang mendahuluinya untuk beristirahat
Sudah lama aku tak merasakan suasana mobil kakakku. Aroma mint tercium disetiap sudut, tempat duduk yang nyaman dan suasana yang tenang.
Aku memejamkan mataku, meredakan rasa lelah yang menyelimutiku.
"Capek banget ya?"kak Elang
"Hmm..."balasku tanpa membuka mataku
"Mau langsung pulang atau kemana dulu?"kak Elang
"Pulang aja kak. Nggak enak juga tadi nolak ajakan Fany karena pengen cepet istirahat"balasku
Dan Elang mengangguk mengerti.
Setelah itu, pria berusia 23 tahun itu terdiam seakan membiarkanku beristirahat.
Tanpa menunggu waktu lama, aku terlelap dalam tidurku.
*
Aku meregangkan tubuhku yang terasa pegal. Kemudian, aku mulai membuka mataku.
Aku tak begitu kaget dengan keberadaanku yang kini di kamarku sendiri. Aku yakin kak Elang yang menggendongku masuk sampai kamar.
Aku meraih ikat rambut berwarna coklat di atas nakas kemudian kugunakan untuk mengikat rambutku asal.
Aku harus segera mandi, karena kurang dari satu jam lagi sudah waktunya makan malam.
Selesai mandi, aku segera menuju ruang makan.
'Krekkk...'
Aku menarik sebuah kursi dan mendudukinya.
"Ayah sama kak Elang dimana Bu?"tanyaku pada ibu yang baru saja duduk di hadapanku.
"Ayah baru mandi. Kakakmu? Entahlah. Dia hanya pamit akan pergi sebentar tadi"ibu
Aku mengangguk paham kemudian mengambil nasi dan meletakkannya di atas piringku.
Ini adalah makan malam pertamaku bersama ayah dan ibu setelah beberapa hari aku mengurung diriku.
Aku kuat. Aku berjanji, setelah ini tak akan ada lagi air mata untuk pria bernama Bisma.
Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa Bisma hanyalah sebuah mimpi buruk yang telah berakhir. Dan kini saatnya aku menghadapi kenyataan.
Duniaku. Dunia seorang MAWAR KUSUMA yang kuat.
***
Bersambung...
Chapter 30 pake POV nya tokoh lain loh..
Aku seneng loh kalo kalian mau kasih masukan😉
No silent reader okay?😊 jangan lupa beri vommentnya 🌟
Dan jangan lupa read dan vomment juga "Tetesan Tangis Rindu" dan "Histoire D'Amour" ya 😊
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)
ChickLit#44 in chicklit (16-12-2017) #68 in chicklit (24-12-2017) #69 in chicklit (13-12-2017) Usia 19 tahun dan aku di jodohkan? Fine. Karena aku tak dapat menolak, atau ayah pasti akan memarahiku habis-habisan. BISMA. Seorang pria dengan wajah santainya...
