***
"Kamu bilang tadi..."ucapanku terpotong
"Hanya alasan yang aku buat biar kamu mau menemaniku makan siang"potong Bisma semari terkekeh
Kami segera pergi setelah pelayan tadi mengembalikan kredit card Bisma. Bisma mengantarkanku pulang. Kemudian ia kembali ke kantor dengan mobilnya yang sudah terparkir di halaman rumahku.
***
Aku berlari kecil menuruni anak tangga rumahku. Hari ini, aku lebih bersemangat dari pada hari-hari sebelumnya. Kenapa? Karena hari ini adalah hari ulang tahunku.
"Pagi ayah, pagi ibu"ujarku sembari mencium pipi kedua orang tuaku saru per satu
"Pagi sayang"balas mereka
"Kakak enggak?"tanya kak Elang sembari menyeringai. Menggelikan.
"No"balasku singkat kemudian membalik piring yang tepat ada di hadapanku.
"Tunangan kamu?"kak Elang sembari melirik Bisma
Aku menatap Bisma yang tepat berada di sampingku. Aku tersenyum kikuk kemudian menggeleng.
"Kamu udah disini?"tanyaku pada Bisma
Bisma mengangguk.
"Dia udah dari tadi kali dek.. Kamu aja yang selalu kesiangan jadi Bisma harus nunggu lama tiap pagi"kak Elang
Aku mendengus kesal kemudian memelototi kakakku itu. Bahkan Bisma biasa saja tak pernah mengeluh, tapi kenapa dia yang selalu ribet?
"Sudah sudah.. cepat makan!"ujar ayah
"Happy birthday ya sayang. Hadiah dari ibu nanti nyusul"sambung ibu
"Happy birthday my sister"sambung kak Elang
"Ehhmm.. selamat ulang tahun putri kecil ayah"tambah ayah
Aku mengangguk antusias. Akhirnya, ada juga yang mengucapkannya padaku. Ibu menjadi orang pertama yang mengucapkannya secara langsung hari ini.
"Mawar ulang tahun?"tanya Bisma pada semua orang di meja makan
Aku menatapnya aneh. Jadi dia tidak tau?
"Kamu baru tau?"tanyaku sedikit kesal
Belum sempat Bisma menjawab, ibu sudah memotongnya.
"Ya wajar kan sayang, kalian kan baru aja kenal. Banyak hal yang belum kalian ketahui satu sama lain"sambung ibu
Aku masih menatap kesal ke arah Bisma. Namun pria itu malah membalasku dengan senyuman tipis. Mungkin merasa bangga karena mendapat belaan ibu.
"Cepat habiskan makananmu Mawar! Nak Bisma sudah terlalu lama menunggumu"ujar ayah
"Iya ayah"balasku
*
Sejak awal memasuki area kampus, banyak diantara teman-temanku yang mengucapkan 'Selamat ulang tahun' padaku. Tak sedikit pula yang memberikan kado.
"Astaga Mawar...banyak banget kado loe"ujar Fany lebay melihatku membawa begitu banyak kado
"Sebenernya pengen gue tolak, tapi nggak enak juga"balasku kemudian duduk di samping Fany
"Terus mau loe apain sekarang?"Fany
Aku berpikir sejenak. Kemudian sebuah ide muncul di kepalaku. Fany menyerit melihatku yang buru-buru mengeluarkan hand phone dan menghubungi seseorang.
Lima belas menit kemudian, seseorang yang tadi aku hubungi telah datang. Dia adalah salah satu pekerja di rumahku. Pak Budi.
"Ada apa nona?"pak Budi
"Pak, tolong bawa hadiah-hadiah ini dan berikan ke panti asuhan atau anak jalanan!"ujarku
Pak Budi mengangguk mengerti. Kemudian beliau memasukkan hadiah-hadiah yang mayoritas adalah cokelat itu ke dalam sebuah kantung berukuran cukup besar dan membawanya pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)
ChickLit#44 in chicklit (16-12-2017) #68 in chicklit (24-12-2017) #69 in chicklit (13-12-2017) Usia 19 tahun dan aku di jodohkan? Fine. Karena aku tak dapat menolak, atau ayah pasti akan memarahiku habis-habisan. BISMA. Seorang pria dengan wajah santainya...
